Berita
Kemendikdasmen Targetkan 2030 Indonesia Bebas Buta Huruf, Kisah Haru Perjuangan Tuntaskan Tuna Aksara di Ujung Negeri Yahukimo
Berita 2025-09-29 | 04:54:00
PAUDPEDIA – Tantangan geografis Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, wilayah yang sulit dijangkau dan minim sarana pendidikan menghadirkan secercah harapani. Upaya gigih pemerintah daerah dalam menuntaskan buta aksara telah melahirkan kisah-kisah mengharukan tentang warga yang akhirnya bisa mengeja nama sendiri, membaca kitab suci, dan menghitung hasil panen, membuka pintu menuju kehidupan yang lebih bermartabat.
Praktik baik di Yahukimo ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menargetkan tuntas buta aksara pada 2030 mendatang. Dalam mencapai tujuan ini, peran Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) menjadi sangat krusial, menawarkan sistem pendidikan yang mudah diakses dan fleksibel sesuai kebutuhan individu.
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menjadi motor penggerak utama dalam perlawanan terhadap kegelapan aksara. Menyadari kondisi geografis yang sulit, ia tak hanya mengandalkan jalur formal, melainkan secara serius menekankan program penurunan buta aksara melalui jenjang PNFI, khususnya pendidikan keaksaraan.
"Kami terus berkomitmen untuk menekan buta aksara ini. Kami terus melakukan intervensi terhadap masyarakat. Setidaknya masyarakat usia 15-50 tahun di Yahukimo tidak ada yang tidak bisa baca dan berhitung," tegas Bupati Didimus saat acara Gebyar PNFI dan Perayaan Hari Aksara Internasional (HAI) 2025 di Jakarta. Intervensi ini terwujud dalam program ambisius bernama Yahukimo Cerdas.
Kolaborasi dan Sentuhan Humanis
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang menyentuh akar rumput. Pemkab Yahukimo menggandeng berbagai pihak, mulai dari LSM (seperti Yayasan Serafim untuk mengontrak guru dari Indonesia Cerdas), PKK, hingga tokoh-tokoh agama dan aparat kecamatan untuk memberantas buta huruf.
Pendekatan berbasis komunitas dan pelibatan tokoh agama, sebagaimana ditekankan oleh Ketua Umum DPP Forum Komunikasi PKBM Indonesia, Tuppu Bulu Alam, menjadikan penuntasan buta aksara lebih signifikan dan termotivasi karena disesuaikan dengan minat peserta.
Program literasi juga terus digencarkan dengan membangun pojok-pojok baca di 26 desa/kelurahan dan perpustakaan daerah. Dampaknya nyata: angka buta aksara di Yahukimo berhasil diturunkan dari sekitar 5.000 orang pada 2020 menjadi sekitar 2.000 orang pada 2024. Penurunan ini bukan sekadar angka, melainkan ribuan kepala keluarga yang kini memiliki harapan baru.
"Cita-cita mendasar kami adalah bagaimana orang Yahukimo sehat, cerdas, dalam artian tahu baca dan tahu hitung agar mereka dapat percaya diri, kreatif, dan menjadi mandiri," pungkas Didimus Yahuli, merangkum esensi dari perjuangan ini: literasi adalah kunci kemandirian.
Selain keaksaraan, Pemkab Yahukimo juga memprogramkan pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), memastikan bahwa masyarakat tak hanya melek aksara, tetapi juga memiliki ijazah sebagai bekal hidup.
Kondisi Buta Aksara Nasional
Meskipun sukses di Yahukimo memberikan optimisme, tantangan buta aksara di Indonesia masih ada, terutama di beberapa daerah. Data terbaru menunjukkan kemajuan signifikan, di mana angka buta aksara nasional telah berhasil ditekan.
Berdasarkan laporan terkini, angka buta aksara di Indonesia kini tersisa sekitar 0,92 persen dari total populasi. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras selama lima tahun terakhir, yang telah mengentaskan lebih dari satu juta warga dari buta aksara.
Namun, angka ini merupakan rata-rata nasional. Masih ada kabupaten-kabupaten dengan angka buta aksara yang tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh data di Provinsi Papua yang secara umum masih menghadapi tantangan tertinggi.
Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kebijakan dan program, seperti penyaluran bantuan operasional penyelenggaraan keaksaraan bagi puluhan ribu penerima, revitalisasi satuan pendidikan nonformal, dan digitalisasi pembelajaran.
Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa kolaborasi dan peran serta semua pihak adalah kunci untuk menekan angka buta aksara di bawah 0,9 persen dalam lima tahun ke depan.
Mungkinkah Indonesia Bebas Buta Aksara pada 2030 mendatang. Target ambisius Indonesia tuntas buta aksara pada 2030 adalah mungkin, tetapi membutuhkan komitmen yang berkelanjutan dan intervensi yang sangat terarah ke daerah-daerah dengan kantong buta aksara tinggi.
- Optimisme: Penurunan angka buta aksara nasional hingga di bawah 1 persen adalah pencapaian luar biasa. Program-program PNFI yang fleksibel, seperti di Yahukimo, telah terbukti efektif menjangkau masyarakat yang sulit diakses jalur formal.
- Tantangan: Tantangan terbesar berada pada kelompok usia lanjut (di atas 45 tahun) dan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), di mana akses dan sarana pendidikan masih terbatas. Keberhasilan target 2030 akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah, didukung pusat, untuk mengisolasi dan menuntaskan sisa 0,92 persen buta aksara tersebut.
Kisah dari Yahukimo adalah bukti bahwa, dengan niat, kolaborasi, dan pendekatan humanis yang tepat, harapan untuk Indonesia bebas buta aksara pada 2030 bukanlah sekadar mimpi, melainkan target yang dapat dicapai.
Dengan melihat semangat juang di Yahukimo, mampukah setiap daerah di Indonesia meniru kolaborasi ini agar cita-cita Indonesia tuntas buta aksara 2030 menjadi kenyataan.
Penulis Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya