Berita
Kemendikdasmen Raih Penghargaan Keterbukaan Komunikasi Publik di 7th Indonesia Public Relations Summit, Berhasil Tekankan Pentingnya Empati dan Mendengar
Berita 2026-08-10 | 06:15:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil meraih penghargaan Popular Government Institution Award 2026. Penghargaan ini diserahkan dalam ajang 7th Indonesia Public Relations Summit (IPRS) 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja komunikasi publik Kemendikdasmen yang dinilai aktif, adaptif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendekatan komunikasi yang empatik, kementerian berupaya membangun kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa tantangan utama komunikasi publik saat ini bukan sekadar kecepatan penyampaian informasi, melainkan kemampuan membangun pemahaman dan kepercayaan.
Di era banjir informasi atau overwhelming information, setiap individu memiliki akses untuk memproduksi dan menyebarkan konten melalui berbagai platform digital. Kondisi ini menuntut aparatur pemerintah untuk jeli membedakan antara "kebisingan" (noise) dan "suara substantif" (voice).
"Kita harus mampu membedakan mana yang sekadar kegaduhan untuk menarik perhatian, dan mana yang benar-benar menjadi suara substantif yang dapat menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan," ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya usai menerima penghargaan.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa maraknya misinformasi dan disinformasi mengharuskan komunikasi publik dibangun di atas fondasi akurasi, integritas, dan tanggung jawab. Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya budaya santun dalam berinteraksi. Komunikasi yang empatik, menurutnya, harus menjunjung tinggi martabat manusia dan tidak boleh eksploitasi kondisi seseorang.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, untuk membiasakan ungkapan sopan seperti "permisi", "maaf", dan "terima kasih" sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
"Bahasa menunjukkan bangsa. Kita perlu membangun ekspresi ruang publik yang menggambarkan kesantunan dan respek kepada orang lain secara lebih luas," tambahnya.
Selain aspek penyampaian pesan (how to deliver), Mendikdasmen juga mengangkat pentingnya keterampilan mendengarkan secara mendalam (deep listening). Kemampuan untuk sabar mendengar, merespons gestur, dan menangkap makna dari ucapan lawan bicara dinilai sama krusialnya dengan kemampuan berbicara. Hal ini diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang sehat, saling menghormati, serta memperkuat persatuan bangsa.
Sementara itu, Pendiri dan CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menjelaskan bahwa tema IPRS 2026, yaitu “Komunikasi Empati, Narasi, dan Strategi”, dipilih sebagai respons terhadap dinamika keterbukaan informasi.
Bram menilai empati bukan sekadar teknik komunikasi, melainkan filosofi interaksi yang menjadi modal utama membangun kepercayaan publik dan mengelola krisis di era transparansi.
"Komunikasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar narasi. Empati adalah fondasi penting dalam menciptakan hubungan yang bermakna antara institusi dan publik," tutup Bram.
Dengan raihan penghargaan ini, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat melalui prinsip-prinsip komunikasi yang beradab dan empatik.
Penulis: Eko B Harsono
Sumber : Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen