Berita
Kemendikdasmen Lakukan ToT Siapkan Ratusan Personel UPT dan Perguruan Tinggi di 34 Provinsi Kawal Revitalisasi Serentak PAUD 2026
Berita 2026-07-06 | 09:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi memulai langkah masif penyiapan sumber daya manusia untuk menyukseskan Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 142 peserta dari 34 provinsi, yang terdiri atas personel Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta Perguruan Tinggi, dikumpulkan dalam Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers/ToT) di Tangerang, Banten.
Langkah ini menjadi krusial guna mengawal akuntabilitas dan efektivitas pemanfaatan anggaran sarana-prasarana PAUD yang melonjak drastis demi mewujudkan satuan pendidikan unggul di seluruh penjuru Nusantara.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah, serta Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdasmen dan PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, Ph.D.
Dalam pengarahannya, Gogot menegaskan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu fondasi utama untuk mencapai Asta Cita ke-4 Pemerintah, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan berkualitas sejak usia dini.
"Pemerintah berkomitmen memastikan akses layanan pendidikan dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah merata di seluruh daerah. Pembangunan fisik bukan sekadar mendirikan gedung, melainkan menyediakan sarana esensial yang aman, nyaman, dan inklusif bagi tumbuh kembang anak-anak kita. Personel di daerah menjadi ujungtobak penjaminan mutu agar amanah besar ini berjalan tanpa penyimpangan," ujar Gogot.
Lompatan Volume Sasaran
Revitalisasi skala besar ini merujuk pada proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam rancangan awal RPJMN 2025-2029, yang memperkirakan kebutuhan total revitalisasi satuan pendidikan nasional mencapai Rp 571,6 triliun dalam kurun waktu lima tahun.
Selain revitalisasi sarana, anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) secara bertahap. Program ini juga dikategorikan sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kurniawan, menjelaskan bahwa tantangan implementasi program pada tahun anggaran 2026 ini sangat besar karena adanya lompatan volume sasaran.
Berdasarkan data kementerian, tercatat minimal 3.865 satuan PAUD masuk ke dalam calon penerima bantuan program revitalisasi reguler tahun ini. Jumlah ini bertambah signifikan dengan adanya 16.075 satuan PAUD yang diusulkan masuk ke dalam sasaran Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto pada Puncak Hari Guru Nasional, pelaksanaan bantuan pemerintah untuk revitalisasi ini wajib dilaksanakan secara swakelola oleh satuan pendidikan itu sendiri. Mekanisme ini dipilih agar ekosistem pendidikan setempat, termasuk komite sekolah dan masyarakat, terlibat aktif serta bertanggung jawab penuh," kata Kurniawan saat memberikan paparan teknis di sela-sela kegiatan.
Wajib Disiminasi dan Pendampingan
Meningkatnya jumlah bantuan yang disalurkan langsung ke satuan PAUD menuntut peran pengawasan, pendampingan, dan verifikasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah serta fasilitator dari perguruan tinggi menjadi penentu keberhasilan.
Oleh karena itu, ToT ini membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai tata kelola administrasi keuangan, standarisasi spesifikasi teknis bangunan, hingga metodologi pendampingan inklusif bagi pengelola PAUD.
Kurniawan menambahkan, akuntabilitas dan ketepatan sasaran menjadi harga mati. Intervensi fisik yang dilakukan harus dipastikan mampu memicu peningkatan mutu proses pembelajaran.
Para personel BBPMP dan BPMP yang telah dilatih ini nantinya diwajibkan melakukan diseminasi instan dan mendampingi kelompok kerja di tingkat kabupaten/kota, memastikan bahwa dari total belasan ribu satuan PAUD sasaran, tidak ada dana yang salah sasaran atau mangkrak.
Melalui sinergi solid antara kementerian pusat, UPT di 34 provinsi, dan pakar perguruan tinggi, pemerintah optimistis target jangka panjang RPJMN untuk memotong kesenjangan mutu pendidikan antardaerah dapat diakselerasi mulai tahun ini, menempatkan PAUD sebagai pilar utama menyongsong Indonesia Emas.
Peliput : Azriel Aufa dan Kharisma
Penyunting: Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya