Berita
Kemendikdasmen Dorong Bunda PAUD Kota Makassar Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Advokasi PAUDHI
Berita 2026-05-27 | 12:10:00
PAUDPEDIA Jakarta — Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) bukanlah tanggung jawab Dinas Pendidikan semata, melainkan agenda bersama lintas sektor. Penegasan tersebut disampaikan oleh Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dr. Abdul Kahar, M.Pd., saat melakukan kunjungan Identifikasi Praktik Baik PAUDHI pada Pemerintah Daerah dan Satuan PAUD di PAUD TK Negeri Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026).
Kegiatan strategis ini turut dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florintina, serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dr. A. Shinta Pratiwi.
Dalam arahannya, Abdul Kahar meluruskan persepsi keliru di lapangan yang selama ini menganggap urusan PAUD sepenuhnya dibebankan kepada sektor pendidikan. Padahal, pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini mencakup aspek yang sangat luas, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, hingga pengasuhan dan perlindungan.
"Lahir persepsi yang luar biasa di lapangan seolah-olah penanggung jawabnya hanya Dinas Pendidikan. Padahal, ini adalah tanggung jawab bersama. Kita harus melihat masing-masing peran dinas, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan maupun Dinas Kesehatan, untuk bergerak bersama," ujar Abdul Kahar.
Tiga Masalah Kesehatan Krusial Anak
Ia mengapresiasi kehadiran Puskesmas yang melakukan pemeriksaan kesehatan berkala langsung di lokasi acara. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, Abdul Kahar mengungkapkan ada tiga persoalan kesehatan krusial yang paling banyak ditemukan pada anak usia dini saat ini dan harus segera diantisipasi:
- Kerusakan Gigi: Dipicu oleh kurangnya kontrol terhadap jajanan anak di sekitar sekolah.
- Gangguan Penglihatan (Mata):Dampak dari paparan gawai l(gadget) yang berlebihan.
- Gangguan Pendengaran.
"Melalui momentum pengembangan PAUDHI ini, kita harus menyetop tiga masalah kesehatan yang terlanjur merusak ini agar masa depan anak-anak kita jauh lebih baik," tegasnya.
Sambutan Hangat Bunda PAUD
Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat atas terpilihnya Kota Makassar sebagai salah satu lokus kunjungan identifikasi praktik baik ini.
Menurutnya, agenda ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan strategi inovasi, dukungan kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor yang inklusif, ramah anak, dan berkelanjutan.
"Perkembangan PAUDHI ini berbicara tentang pemenuhan seluruh kebutuhan esensial anak secara menyeluruh dan terpadu. Mulai dari layanan pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan kesejahteraan, hingga lingkungan yang aman," kata Melinda.
Melinda berharap tim pusat dapat melihat langsung implementasi delapan indikator layanan esensial PAUDHI yang telah dijalankan bersama antara Pemerintah Kota Makassar, pendidik, orang tua, serta mitra lintas sektor.
Ia menyadari sepenuhnya bahwa menyukseskan program ini memerlukan keterlibatan banyak pihak. Keberhasilan PAUDHI tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, komunitas masyarakat, serta keluarga sebagai hubungan utama dan pertama bagi anak.
“Oleh karena itu, kami terus mendorong penguatan koordinasi ini agar layanan dapat diberikan secara optimal, merata, dan berkesinambungan," lanjutnya.
Wajib Belajar Prasekolah dan Kearifan Lokal
Selain isu kesehatan dan kolaborasi, Abdul Kahar juga menyoroti kesiapan daerah dalam menyambut kebijakan Wajib Belajar (Wajar) 1 Tahun Prasekolah yang mulai didorong pemerintah.
Ia meminta Dinas Pendidikan mengawal sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) agar berjalan objektif tanpa syarat usia yang kaku di jenjang SD jika anak tersebut telah melalui kesiapan prasekolah yang matang.
Di akhir arahan, Abdul Kahar berharap Kota Makassar dapat menjadi barometer dan percontohan praktik baik pelaksanaan PAUDHI di Sulawesi Selatan.
"Saya mengimbau satuan PAUD untuk konsisten mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta memperkuat aktivitas parenting dengan mengangkat kearifan lokal," pungkas Abdul Kahar yang diamini oleh harapan Melinda Aksa agar kegiatan ini melahirkan banyak pembelajaran untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, bahagia, dan berkarakter.
Peliput : Eko B Harsono
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnya