Berita
Kemendikdasmen dan Kemendukbangga Tandatangan MoU Perkuat Pendidikan Keluarga, Fokus pada Generasi Z dan Alpha Bangun Ekosistem Pendidikan Holistik
Berita 2026-07-31 | 10:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjawab tantangan multidimensi yang dihadapi remaja Indonesia melalui penguatan kolaborasi antar-kementerian. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai tugas dan fungsi di bidang pembangunan keluarga serta pendidikan dasar dan menengah.
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Selasa (28/7/2026), ini menjadi landasan hukum bagi integrasi program pendidikan karakter dan kesehatan mental ke dalam unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kerentanan psikologis remaja di era digital, menjelang target pencapaian generasi emas 2045.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sinergi ini selaras dengan visi pemerintah untuk membentuk generasi yang tangguh. Ia menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap Generasi Z dan Generasi Alpha yang saat ini mendominasi bangku sekolah.
“Karena kita semuanya memiliki visi yang sama bahwa masa depan Indonesia ini tergantung dari generasi mudanya, terutama yang sekarang ini sebagai generasi Z dan generasi Alpha. Mereka yang masih belajar di bangku pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan resminya, Rabu (30/7/2026).
Abdul Mu’ti menambahkan, ekosistem pendidikan tidak boleh lagi hanya berfokus pada aspek kognitif atau akademik semata. Melalui kerja sama ini, diharapkan terjadi penguatan karakter dan intervensi dini terhadap kesehatan mental siswa di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, memaparkan data mengkhawatirkan terkait kondisi psikologis remaja saat ini. Berdasarkan pemantauan terkini, sebanyak 34,9 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Dari angka tersebut, 50,2 persen di antaranya telah mengarah pada gangguan kesehatan jiwa yang lebih serius.
Wihaji menekankan bahwa perbaikan struktur negara harus dimulai dari fondasi paling dasar, yaitu keluarga. “Unit terendah di sebuah negara namanya keluarga, jadi kalau mau memperbaiki negara, ayo perbaiki dari yang paling rendah namanya keluarga. Kalau keluarganya baik-baik saja, negara akan baik-baik saja apa pun problemnya,” tegas Wihaji.
Kolaborasi ini dirancang untuk menjawab empat tantangan utama remaja saat ini: kesehatan mental, paparan konten negatif di internet, ketidakpastian masa depan akibat disrupsi teknologi, serta melemahnya peran keluarga dalam pengasuhan.
Konteks Data Pendukung
Langkah pemerintah ini sejalan dengan temuan global dan nasional mengenai krisis kesehatan mental pasca-pandemi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan survei independen lainnya dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk usia 15 tahun ke atas menunjukkan tren peningkatan. Faktor dominan yang diperparah oleh penggunaan media sosial yang tidak terkendali dan kurangnya literasi digital serta emosional di tingkat rumah tangga.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa setengah dari semua masalah kesehatan mental dimulai pada usia 14 tahun, namun sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak diobati. Dengan adanya MoU ini, Kemendikdasmen dan Kemendukbangga berencana mengintegrasikan modul ketahanan keluarga ke dalam kurikulum pendidikan orang tua dan program bimbingan konseling di sekolah.
Implementasi teknis dari nota kesepahaman ini akan mencakup pelatihan bagi guru dan penyuluh keluarga, pengembangan materi edukasi berbasis bukti, serta pembentukan satuan tugas gabungan di tingkat daerah. Harapannya, intervensi ini dapat menekan angka gangguan jiwa pada remaja dan menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat bagi calon pemimpin masa depan Indonesia.
Penulis : Eko B Harsono
Sumber: Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen dan BKKBN
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya