Berita
Kampanye Anak Indonesia Hebat di Bandar Lampung, Sinergi Kemendikdasmen dan Bank BTN Dorong Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Karakter Anak Sejak Usia Dini
Berita 2025-11-19 | 12:00:00
Bandar Lampung, 19 November 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan “Kampanye Anak Indonesia Hebat” yang ke empat di Bandar Lampung, Rabu (19/11). Kegiatan dilakukan sebagai bentuk komitmen dan penegasan strategis pemerintah dalam memperkuat fase fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai prasyarat pencapaian Visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan rencana implementasi program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun.
Staf Ahli Mendikdasmen, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., saat membuka kampanye tersebut, menempatkan pendidikan bermutu sebagai amanat konstitusi dan cita-cita kolektif bangsa. Ia secara eksplisit menyinggung Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) era Presiden Prabowo Subianto, yang mengamanatkan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama nasional.
"Kemendikdasmen memiliki peran strategis untuk mewujudkan prioritas nasional tersebut. Melalui Pendidikan Bermutu untuk Semua, kami berupaya menyediakan sarana dan prasarana memadai, meningkatkan kompetensi pendidik, serta menguatkan ekosistem pendidikan demi menciptakan lingkungan sosial dan budaya yang mendukung," ujar Prof. Biyanto di hadapan Bunda PAUD Provinsi Lampung, Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, serta jajaran pemangku kepentingan daerah dan perbankan.
Wajib Belajar 13 Tahun dan Fase Emas
Isu sentral yang diangkat dalam pidato Prof. Biyanto adalah penguatan PAUD sebagai bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun, yang meliputi satu tahun prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan menengah. Prof. Biyanto menggarisbawahi pentingnya fase usia 0-6 tahun yang dikenal sebagai golden age atau periode emas.
"Hasil riset telah menunjukkan bahwa fase usia 0-6 tahun merupakan fase pertumbuhan otak yang sangat pesat. Fase periode emas ini menentukan perkembangan kognitif, sosial, emosional, serta keterampilan hidup di masa depan. Mengingat pentingnya fase ini, kita perlu menguatkan fondasi pendidikan, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini," tegasnya.
Stimulasi yang tepat pada fase ini, yang mencakup aspek perkembangan anak usia dini, dinilai sangat krusial untuk menghasilkan tumbuh kembang yang optimal.
Kemendikdasmen memandang PAUD bukan sekadar pengenalan huruf dan angka, melainkan sistem pendidikan yang mencakup upaya pengembangan anak secara holistik—fisik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa—untuk mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
Program Prioritas dan Transformasi Digital
Untuk mendukung Wajib Belajar 13 Tahun, Kemendikdasmen menetapkan beberapa program prioritas yang bersifat komprehensif.
Selain program utama Wajib Belajar 13 tahun dan pemerataan kesempatan, kementerian juga berfokus pada:
- Pemenuhan dan Pemerataan Sarana dan Prasarana Pendidikan: memastikan akses fisik yang memadai.
- Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru: sebagai pilar utama kualitas pembelajaran.
- Penguatan Karakter: melalui internalisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur cepat), yang diwujudkan melalui program Pagi Ceria.
- Transformasi Pembelajaran: mencakup Pembelajaran Mendalam, serta adaptasi terhadap teknologi melalui Papan Interaktif Digital.
Kehadiran Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan AI, Bapak Muchlas Rowi, dalam acara tersebut mengindikasikan kuatnya orientasi Kemendikdasmen untuk mengintegrasikan teknologi dan kesiapan digital sejak jenjang pendidikan paling dini.
Sinergi Catur Pusat Pendidikan
Prof. Biyanto turut merevitalisasi konsep pendidikan dengan memperkenalkan istilah Catur Pusat Pendidikan, yang meluaskan konsep klasik Tri Pusat Pendidikan.
"Kalau dulu kita kenal istilah tripusat pendidikan. Saat ini ada 4 pusat pendidikan yang kita sebut sebagai Catur Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah/satuan pendidikan, masyarakat, dan media," jelasnya.
Menurutnya, keempat pusat pendidikan ini memiliki peran integral untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, yang memungkinkan anak bertumbuh dan berkembang menjadi generasi emas. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, sambungnya, sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan optimal anak.
Laporan Direktur PAUD
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd., melaporkan bahwa Kampanye Anak Indonesia Hebat di Bandar Lampung merupakan implementasi konkret strategi partisipasi semesta. Kampanye ini bertujuan menguatkan sosialisasi kebijakan, khususnya terkait penguatan pendidikan karakter dan wajib belajar satu tahun prasekolah.
"Sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menumbuhkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia untuk mempersiapkan generasi emas 2045," tutur Dr. Nia Nurhasanah.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi multipihak yang signifikan, melibatkan Kemendikdasmen, Bank Tabungan Nasional (BTN), Pemerintah Provinsi dan Kota Bandar Lampung, serta Komunitas Orang Tua Hebat Indonesia (KPOTI). Sebanyak 15 satuan PAUD diundang, dengan total 15 peserta didik dan 15 orang tua, serta guru pendamping dari masing-masing satuan.
Fokus kegiatan tidak hanya pada anak, tetapi juga pada penguatan peran orang tua dan guru. Untuk anak, diadakan Senam Anak Indonesia Hebat dan permainan tradisional yang bertujuan membentuk karakter melalui penanaman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Sementara itu, untuk orang tua dan guru, diselenggarakan workshop dengan tiga materi utama: (1) peran orang tua dan guru dalam pengasuhan, (2) penguatan peran UKS di satuan PAUD, serta (3) edukasi literasi finansial yang didukung oleh BTN.
Keterlibatan sektor perbankan ini menunjukkan bahwa pendidikan dan karakter anak dipandang memiliki korelasi langsung dengan kesiapan sosial-ekonomi di masa depan.
Dr. Nia Nurhasanah berharap pelaksanaan kampanye di Bandar Lampung ini dapat menjadi best practice dan inspirasi bagi daerah lain dalam menyelenggarakan kegiatan serupa, demi mewujudkan layanan PAUD bermutu untuk semua.
Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, kegiatan Kampanye Anak Indonesia Hebat resmi dibuka oleh Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., menandai babak baru penekanan pemerintah terhadap fondasi karakter dan kualitas pendidikan sejak usia dini. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia memiliki modal SDM yang unggul dan berkarakter di tahun 2045.
Kegiatan dihadiri Bunda PAUD Provinsi Lampung, Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua DWP Provinsi Lampung, Ibu Agnesia Bulan Marindo, Bunda PAUD Kota Bandarlampung, Ibu Ida Lumongga Lubis, Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Bapak Biyanto, Staf Ahli Bidang Teknologi Pendidikan, Bapak Abduh. Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Artificial Intelligence, Bapak Muchlas Rowi.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Lampung, Bapak Khairullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang PAUD PNF, Ibu Lisa Kurniawati.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Ibu Hanita Varial, Deputi Kantor Cabang Bandar Lampung, PT Bank Tabungan Nasional, Ibu Natalia Hutajulu,
Peliput : Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya