Berita
Kado Hardiknas 2026, Peletakan Batu Pertama di TK Kristen Kupang Tandai Dimulainya Revitalisasi 576 Satuan Pendidikan di NTT
Berita 2026-05-07 | 15:15:00
KUPANG, PAUDPEDIA — Pemerintah secara resmi memulai pembangunan revitalisasi sarana pendidikan di wilayah timur Indonesia melalui peletakan batu pertama pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) Kristen Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (6/5/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat fondasi karakter dan literasi sejak usia dini sebagai kunci transformasi sumber daya manusia.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendasmen) Abdul Mu'ti, didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang Christian Widodo, serta Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektoral dalam membenahi ketimpangan infrastruktur pendidikan di daerah.
Pilar Karakter Bangsa
Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah fase paling krusial dalam siklus hidup manusia. Menurut dia, investasi pada ruang belajar yang layak di tingkat PAUD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menjamin kualitas intelektual generasi mendatang.
"Kemajuan pendidikan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2026, yakni 'Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua'. Revitalisasi ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat NTT," ujar Mu'ti di sela-sela peninjauan kegiatan belajar mengajar.
Selain meresmikan dimulainya pembangunan, rombongan kementerian juga menyerahkan bantuan berupa 31 set peralatan sekolah dan lebih dari 100 eksemplar buku bacaan. Bantuan ini ditujukan untuk memacu kemampuan literasi dan numerasi dasar siswa sejak dini, yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah kepulauan seperti NTT.
Peran Lembaga Keagamaan
Wakil Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Saneb Yohanis Ena Blegur, menyambut baik langkah pemerintah pusat. Menurutnya, revitalisasi ini memberikan energi baru bagi para pendidik di daerah yang selama ini beroperasi dengan sarana terbatas.
Saneb menjelaskan, GMIT saat ini mengelola lebih dari 600 satuan pendidikan dengan total sekitar 5.000 murid. Selama ini, operasional sekolah-sekolah tersebut sangat bergantung pada swadaya jemaat dan dedikasi ratusan guru yang bekerja dalam keterbatasan.
"Kedatangan Bapak Menteri bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan wujud perhatian nyata pemerintah bagi anak-anak di timur Indonesia. Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan dan dukungan lewat program revitalisasi ini," tutur Saneb dalam doa dan sambutannya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga agama merupakan kunci keberlanjutan pendidikan di pelosok negeri. Baginya, sekolah bukan hanya tempat belajar materi formal, melainkan ruang pembentukan moral yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai agar proses transformasi nilai berjalan optimal.
Harapan Setelah 68 Tahun
Bagi pihak sekolah, revitalisasi ini adalah jawaban atas penantian panjang selama lebih dari enam dekade. Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti, mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah berdiri selama 68 tahun. Selama itu pula, sekolah tersebut menjadi tumpuan bagi anak-anak jemaat dan warga sekitar lingkungan sekolah untuk mengenyam pendidikan pertama mereka.
"Kami bersukacita karena mimpi memiliki ruang belajar yang nyaman dan layak akan segera terwujud. Dukungan dari Ibu Anita Jacoba Gah di DPR RI sangat berarti dalam memperjuangkan sekolah kami agar masuk dalam daftar sasaran revitalisasi," kata Nortje.
Nortje berharap pembangunan ini berjalan lancar sehingga anak-anak di Kupang segera mendapatkan fasilitas yang setara dengan daerah lain di Indonesia. Ia meyakini lingkungan belajar yang sehat akan berdampak langsung pada kegembiraan siswa dalam belajar (joyful learning).
Transformasi Timur Indonesia
Revitalisasi TK Kristen Kota Kupang diharapkan menjadi preseden bagi pengembangan PAUD lainnya di Nusa Tenggara Timur. Data menunjukkan bahwa disparitas kualitas sarana pendidikan masih menjadi isu utama di wilayah luar Pulau Jawa.
Melalui pendekatan "Partisipasi Semesta", pemerintah berupaya menutup celah tersebut dengan melibatkan masyarakat dan organisasi keagamaan dalam pengawasan serta pemanfaatan gedung sekolah.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan, pemerintah provinsi berkomitmen mendukung penuh program pusat ini.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas guru di daerah agar hasil dari revitalisasi fisik ini memberikan dampak jangka panjang bagi indeks pembangunan manusia (IPM) di NTT.
Acara peletakan batu pertama ini diakhiri dengan doa bersama dari tokoh-tokoh agama setempat, menandai dimulainya babak baru pendidikan anak usia dini di Bumi Flobamora. Dengan dimulainya proyek ini, harapan besar digantungkan agar setiap anak di pelosok Kupang dapat meniti masa depan dari ruang kelas yang layak.
576 Sekolah Hasil Revitalisasi dan 9.019 IFP
Sebagai capaian tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil menuntaskan sebanyak 576 sekolah hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan dan menyalurkan 9.019 Interactive Plat Panel (IFP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Progarm revitalisasi tahun 2025 di NTT diselesaikan dengan total anggaran lebih dari Rp589 miliar, dengan mencakup 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 64 SMA, 44 SMK, 9 SLB, dan 8 PKBM.
“Selain membangun dan merenovasi gedung sekolah, kami juga mendistribusikan 9.019 IFP guna mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologidi NTT. Dengan mencakup 907 PAUD, 5.244 SD, 1.870 SMP, 609 SMA, 306 SMK, 49 SLB, 16 SKB, dan 18 PKBM,” ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, saat meresmikan revitalisasi di SMAN 9 Kupang, Selasa (5/5).
Capaian program tersebut, dijelaskan Menteri Mu’ti sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Lebih lanjut, mengutip arahan Presiden Prabowo di SMAN 1 Cilacap akhir April lalu bahwa di tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia ditargetkan sudah mendapatkan revitalisasi.
“Kami optimistis bahwa melalui peningkatan sarana prasarana, penguatan kualitas pembelajaran, serta pembangunan karakter, NTT dapat menjadi salah satu motor kebangkitan pendidikan nasional. Seperti hal nya matahari yang selalu terbit pagi dari timur, semoga kebangkitan pendidikan juga dapat dimulai dari NTT,” ujar Menteri Mu’ti.
Doa dan Harapan
Merespons doa dan harapan dari Mendikdasmen, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen terhadap program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di NTT. Menurutnya, capaian 576 satuan pendidikan dan 9.019 IFP tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat kualitas pendidikan di daerahnya.
Gubernur Melki menambahkan, untuk tahun 2026 Provinsi NTT telah mengusulkan tiga kali lipat dari capaian tahun 2025. Tingginya usulan tersebut menjadi cerminan antusiasme daerah yang ingin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
“Apa yang dilakukan oleh murid kita yaitu Verona Keren Balol sangat menyentuh sisi emosional dan memperkuat pesan pendidikan di NTT. Tentunya hal itu sejalan dengan arahan Mendikdasmen pada Hari Pendidikan Nasional (Hardinas) 2026 yang mendorong pemanfaatan seni dan budaya sebagai media pembelajaran,” ujar Gubernur Melki.
Pada kesempatan ini, Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mengembangkan pendidikan kepada berbasis tiga pilar utama, yaitu kualitas akademik, pembentukan karakter, dan penguatan kewirausahaan. “Saya berharap dengan kokohnya infrastruktur yang sudah ada, lulusan dan murid NTT tidak hanya pandai secara akademik, namun juga memiliki karakter dan kreatifitas guna membangun NTT menjadi lebih baik,” terangnya.
Sebanyak 98 satuan pendidikan penerima revitalisasi 2025 dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dihadirkan untuk menerima prasasti yang telah ditandatangi oleh Menteri Abdul Mu’ti. Selain itu, acara peresmian ini juga berlangsung secara daring dengan menghadirkan seluruh penerima revitalisasi 2025 seluruh NTT melalui media zoom dan siaran langsung Youtube Kemdikdasmen.
Sumber : Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen
Foto : Danny Hamidan
Penyunting : Eko B Harsono
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya