Berita
Ikrar Pelajar Indonesia dan Gerakan ASRI Tandai Hari Pertama Upacara di Sekolah
Berita 2026-03-31 | 11:15:00
DEPOK PAUDPEDIA — Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai penguatan nilai karakter di lingkungan pendidikan. Ratusan siswa SMP Negeri 2 Kota Depok mengawali kegiatan belajar dengan mengumandangkan Ikrar Pelajar Indonesia dalam sebuah upacara bendera, Senin (30/3/2026).
“Kami Pelajar Indonesia berikrar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati dan mencintai orang tua dan guru, belajar dengan baik dan sungguh-sungguh, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air Indonesia.”
Suara para siswa yang bersahutan memecah suasana pagi, menegaskan komitmen mereka untuk beriman dan bertakwa, menghormati orang tua dan guru, belajar sungguh-sungguh, rukun dengan sesama, serta mencintai tanah air. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di satuan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, hadir langsung memimpin upacara tersebut. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa pendidikan tidak semata berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter melalui kebiasaan sehari-hari.
“Melalui nilai Aman, Sehat, Resik, dan Indah, kita ingin menanamkan kebiasaan baik yang akan membentuk karakter generasi masa depan Indonesia,” ujar Mu’ti di hadapan para siswa dan guru.
Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif yang didorong pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Program ini menekankan pentingnya keterpaduan antara kebersihan fisik lingkungan dan kesehatan mental serta spiritual peserta didik.
Menurut Mu’ti, sekolah harus menjadi ruang yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai mampu meningkatkan kualitas interaksi belajar sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Implementasi Surat Edaran Bersama
Implementasi gerakan ini sejalan dengan Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2026 tentang pelaksanaan upacara bendera di satuan pendidikan formal dan keagamaan. Salah satu poin penting dalam kebijakan tersebut adalah kewajiban pengucapan Ikrar Pelajar Indonesia sebagai upaya memperkuat nasionalisme dan disiplin.
“Budaya sehat harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bersih hati dan bersih lingkungan akan menciptakan kenyamanan secara sosial, intelektual, dan spiritual,” kata Mu’ti.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada sejumlah sekolah di Depok. Bantuan diberikan antara lain kepada SMP Negeri 2 Kota Depok, SDN Anyelir 1, SMAN 1 Kota Depok, SDN Depok Jaya 1, dan SDN 8 Depok Baru.
Penyerahan bantuan ini menjadi simbol bahwa sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, keterlibatan siswa dalam menjaga kebersihan dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.
Usai memimpin upacara, Mu’ti melanjutkan kunjungan ke SDN 8 Depok Baru. Di sekolah tersebut, ia menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan siswa dan guru di dalam kelas. Suasana berlangsung hangat ketika menteri mengajak para siswa bernyanyi bersama lagu “Rukun Sama Teman”.
Interaksi tersebut juga memperlihatkan praktik pendidikan inklusif. Sejumlah anak berkebutuhan khusus tampak mengikuti kegiatan belajar bersama siswa lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan upaya pemerintah dalam mendorong sekolah yang ramah bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi.
Mu’ti menegaskan pentingnya membangun kepercayaan diri dan semangat belajar sejak dini. Ia mengingatkan para siswa agar menghormati guru dan orang tua serta terus mengembangkan potensi diri.
“Kalian berpotensi menjadi hebat jika mengikuti arahan guru dan menghormati orang tua. Cintai tanah air dan berkontribusilah sesuai minat dan bakat,” ujarnya.
Kunjungan kerja pada hari pertama sekolah ini mendapat sambutan positif dari kalangan pendidik. Kepala SMP Negeri 2 Kota Depok, Sumarno, menilai kehadiran menteri menjadi dorongan moral bagi warga sekolah.
“Kunjungan ini memotivasi kami dan para siswa untuk terus berprestasi dan berkarya,” kata Sumarno.
Hal senada disampaikan Lulu, guru bahasa Inggris di sekolah tersebut. Ia menilai Gerakan Indonesia ASRI relevan untuk membangun kembali kebiasaan positif setelah masa libur panjang.
“Setelah libur, lingkungan sekolah biasanya kurang terawat. Melalui gerakan ini, siswa diajak bergotong royong membersihkan kelas. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari siswa. Fathiyah, siswa kelas VII, mengaku kegiatan ikrar membantu dirinya memahami peran sebagai pelajar dan warga negara. Ia merasa diingatkan kembali tentang pentingnya nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dimulainya Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Lingkungan pendidikan diharapkan berkembang menjadi “rumah kedua” yang aman, sehat, bersih, dan indah bagi tumbuh kembang generasi muda Indonesia.
Penyunting: Eko B Harsono
Sumber Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnya