Berita
Guru Hebat, Indonesia Kuat: Komitmen Negara pada Pilar Utama Bangsa, Presiden Prabowo Beri Penghargaan dan Janji Peningkatan Kesejahteraan di Puncak Hari Guru Nasional 2025
Berita 2025-11-29 | 07:29:00
PAUDPEDIA Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan kembali posisinya dalam menempatkan guru sebagai prioritas utama pembangunan bangsa. Hal ini terlihat jelas dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 yang digelar meriah namun khidmat di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11). Dihadiri sekitar sembilan ribu guru dari seluruh penjuru Nusantara, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung menyampaikan apresiasi dan janji komitmen pemerintah.
Acara yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” ini tak sekadar seremoni. Sejak dimulainya dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, suasana khidmat menyelimuti arena. Ini adalah momen pengakuan kolektif atas peran sentral para pendidik dalam menentukan kualitas masa depan negara.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan adalah kunci utama kebangkitan suatu bangsa. Ia menggarisbawahi keputusan politik Indonesia yang telah menempatkan alokasi anggaran pendidikan sebagai yang terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bahkan melampaui batas minimal 20 persen sesuai amanat undang-undang.
“Memang pembangunan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikan yang ada di bangsa itu. Karena itu setiap negara yang berhasil harus investasi besar-besaran dalam bidang pendidikan,” tegas Presiden.
Meskipun demikian, Presiden Prabowo secara jujur mengakui bahwa besarnya anggaran ini harus dipastikan tepat sasaran, mencapai hingga ke ujung tombak pendidikan: para guru, siswa, dan sarana prasarana sekolah.
“Anggaran yang demikian besar, kita harus pastikan, harus yakinkan, sampai benar-benar ke ujung sasaran kita yaitu para guru, para siswa, dan sekolah-sekolah, sarana gedung-gedung, buku-buku. Semua yang dibutuhkan untuk kualitas pendidikan yang terbaik,” ujarnya.
Presiden juga menyampaikan permintaan maafnya karena baru mampu mengalokasikan perbaikan untuk 16 ribu sekolah tahun ini, menandakan skala masalah infrastruktur pendidikan yang masih harus diatasi.
Anugerah dan Apresiasi Langsung
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam laporannya menyampaikan bahwa guru dan tenaga kependidikan adalah ujung tombak dalam membangun generasi penerus bangsa. Ia juga memastikan program peningkatan kesejahteraan guru yang telah dicanangkan Presiden pada 2024 telah diterjemahkan dan dilaksanakan.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan persembahan kesenian lagu dan tari Bali oleh guru dan murid, serta penayangan video yang menampilkan pesan-pesan dan harapan tulus para guru.
Puncak apresiasi negara diwujudkan melalui penyerahan Anugerah Guru Indonesia 2025 kepada sejumlah guru berprestasi dari berbagai provinsi. Penganugerahan ini adalah simbol penghargaan atas dedikasi, inovasi, dan keteladanan yang telah mereka berikan.
Peran strategis guru ini selaras dengan salah satu Asta Cita Kabinet Merah Putih, yaitu penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, mulai dari sains, teknologi, pendidikan, hingga kesetaraan gender.
Azzam, Simbol Perhatian Inklusif Presiden
Momen paling menyentuh hati hadir seusai persembahan lagu “Terima Kasih Guruku” yang dibawakan oleh Azzam Nur Mu’jizat dan Queenara Khairunnisa Sudirman.
Azzam, siswa Kelas I SMPLB PKK Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur, tampil bersama Queenara, menghadirkan harmoni yang menyentuh ribuan hadirin. Usai persembahan, Azzam membuat suasana auditorium terdiam sejenak, sebelum riuh tepuk tangan apresiasi membanjiri arena.
Presiden Prabowo Subianto, yang tampak mengikuti penampilan tersebut dengan penuh perhatian, langsung menghampiri Azzam usai rangkaian acara. Kehangatan interaksi itu terlihat jelas. Kepala Negara memeluk, menyapa, dan menanyakan kondisi siswa tersebut.
Momen kebersamaan itu menjadi lebih dari sekadar sapaan formal. Ini adalah gestur empati yang kuat, yang menunjukkan bahwa potensi luar biasa dari setiap anak Indonesia, termasuk mereka yang tumbuh dengan berbagai keterbatasan, berhak mendapatkan dukungan penuh dari negara.
Bagi para hadirin, interaksi itu adalah gambaran nyata bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang memberikan ruang dan penghargaan yang inklusif bagi setiap anak untuk bersinar.
Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, dengan segala aspeknya, menjadi penegasan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar merdeka dan maju, dan bahwa guru adalah pilar tak tergantikan dalam perjalanan menuju cita-cita bangsa.
Peliput : Eko B Harsono
Sumber : Biro Pers dan Media Setneg
InfoTerkini
Hutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnyaPemerintah Revitalisasi 603 PAUD Terdampak Gempa dan Rusak di NTT pada 2026 Dengan Alokasi Anggaran Rp 232 Miliar
Berita 2026-09-10 | 08:30:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meletakkan penguatan fondasi pendidikan usia dini sebagai prioritas mendesak dalam pemulihan serta penataan infrastruk...
selengkapnyaPISA 2025: Akses dan Kesetaraan Pendidikan Indonesia Melonjak, Capaian Tingkat Atas Masih PR
Berita 2026-09-09 | 07:15:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan dinamika menarik sekaligus tantangan berumpak dalam lanskap pendidikan nasional. D...
selengkapnyaEnam Dekade Hari Aksara Internasional: Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi Hadapi Era Kecerdasan Artifisial, Dari Baca-Tulis ke Berpikir Kritis
Berita 2026-09-09 | 07:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Enam dekade setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memproklamasikan Hari Aks...
selengkapnya