Berita
Gelar Workshop Media Pembelajaran Interaktif 2026, Direktorat PAUD Dorong Peserta Hasilkan Prototipe Bahan Ajar yang Siap Uji Coba
Berita 2026-06-27 | 09:15:00
TANGERANG, PAUDPEDIA — Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong para kreator media pembelajaran untuk mengutamakan kualitas substansi produk ketimbang pemenuhan formalitas administratif. Langkah ini diambil guna memastikan konten digital edukatif yang dihasilkan benar-benar adaptif dan berdampak positif bagi tumbuh kembang anak usia dini.
Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) PAUD Tahun 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (25/6/2026). Acara yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari rangkaian Lomba Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD Tahun 2026.
Sebanyak 106 peserta yang hadir merupakan kreator terpilih yang menyisihkan 555 proposal dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka berasal dari 21 provinsi dan memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari guru satuan pendidikan hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan anak.
Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Harris Iskandar, menegaskan bahwa perubahan orientasi dari sekadar pemenuhan target administratif menuju target kualitas mutlak diperlukan di era digital ini. Ruang pelatihan ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk melahirkan inovasi media ajar digital yang bermutu tinggi.
"Jika dulu kita mengejar target administratif, sekarang kita mengejar target kualitas (quality). Jadi, mohon betul selama tiga hari ini Bapak dan Ibu memanfaatkan workshop ini untuk menghasilkan prototipe yang siap uji coba," ujar Harris saat memberikan arahan kepada peserta.
Keterlibatan masyarakat umum dalam kegiatan kali ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkaya perspektif pemenuhan konten digital edukatif secara nasional. Kolaborasi antara praktisi pendidikan di lapangan dan kreator dari kalangan umum diharapkan mampu menjawab tantangan minimnya bahan ajar digital yang ramah anak sekaligus mendidik.
Melalui giat ini, para peserta ditargetkan tidak hanya membawa pulang pemahaman teoretis, melainkan produk nyata berupa prototipe bahan ajar digital interaktif yang siap diuji coba di lapangan. Pemerintah berharap produk-produk yang lolos seleksi ketat ini nantinya dapat menjadi acuan nasional dalam pemanfaatan teknologi yang sehat bagi pendidikan anak usia dini.
Harris menjelaskan bahwa pembuatan media pembelajaran interaktif yang berkualitas sangat krusial untuk mendorong pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas PAUD. Pendekatan berbasis digital ini diharapkan dapat mengubah cara mengajar guru agar pengalaman belajar anak usia dini menjadi lebih bermakna dan berkualitas.
Membangun Ekosistem Digitalisasi Pembelajaran
Langkah digitalisasi ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang mendorong peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Kebijakan tersebut berfokus pada percepatan program pembangunan, revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan SMA Unggul Garuda, hingga digitalisasi pembelajaran.
Dalam implementasinya, Direktorat PAUD, Ditjen PAUD Dikdas PNFI, melaksanakan program digitalisasi kepada 64.191 satuan PAUD terpilih yang telah memenuhi kriteria.
Hal ini juga merujuk pada Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, yang menegaskan bahwa tujuan Proyek Strategis Nasional Digitalisasi Pembelajaran adalah membangun ekosistem digital di sekolah melalui penyediaan perangkat serta infrastruktur pendukung.
Kolaborasi Memperkaya Ruang Murid
Tujuan utama dari pelaksanaan workshop intensif ini adalah memfasilitasi para peserta baik dari kalangan pendidik maupun masyarakat umum, agar mampu menghasilkan media pembelajaran interaktif yang canggih, menarik, namun tetap ramah terhadap fase fondasi tumbuh kembang anak.
Karya-karya prototipe terbaik yang dihasilkan dari workshop ini nantinya akan langsung diintegrasikan untuk memperkaya konten digital pada Sumber Belajar-Ruang Murid di platform Rumah Pendidikan milik Kemendikdasmen. Langkah kolaboratif tersebut menjadi sangat penting mengingat saat ini baru tersedia 446 media pembelajaran interaktif untuk jenjang PAUD di platform terakait.
Selama tiga hari jalannya workshop, ke-106 peserta akan didampingi dan diberikan pelatihan intensif langsung oleh tim ahli serta fasilitator dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Pusdatin Edu, dan praktisi pendidikan. Mereka dibekali dengan tiga materi pokok:
- Pembelajaran Mendalam melalui Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD.
- Spesifikasi Teknis Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD di Sumber Belajar Ruang Murid.
- Pengenalan Aplikasi Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif.
Peliput: Dian Nuswantari
Penyunting: Eko B Harsono