Berita
Gebrakan Digital PAUD: IFP Jadi Kunci Pembelajaran Interaktif, Pendidik Diharapkan Kuasai Instalasi dan Mampu Bereksplorasi
Berita 2025-10-21 | 06:48:00
PAUDPEDIA Jakarta – Upaya untuk mendigitalisasi dan menciptakan proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memasuki babak baru dengan pengenalan dan pemanfaatan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP).
Perangkat ini memungkinkan interaksi langsung melalui sentuhan untuk menampilkan, menulis, dan mengelola berbagai materi secara dinamis.
Namun, langkah strategis ini menghadapi tantangan serius. Masih banyak pendidik yang belum memiliki pemahaman mendalam tentang cara mengoperasikan, mengkonfigurasi, dan mengeksplorasi potensi IFP secara optimal. Keterbatasan kemampuan teknis, minimnya pelatihan yang terarah, serta kurangnya panduan praktis sering menjadi kendala utama di lapangan.
IFP Ubah Paradigma Belajar Anak Usia Dini
Menurut pemerhati pendidikan, IFP berpotensi besar untuk memicu eksplorasi dan kolaborasi pada anak.
"Pemanfaatan IFP di PAUD bukan hanya soal teknologi, tapi juga mengubah paradigma belajar. Anak-anak usia dini merespons dengan sangat baik pada pembelajaran yang visual, dinamis, dan memungkinkan sentuhan langsung," ujar Ganjar Nugraha, seorang akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
"IFP memicu kolaborasi dan eksplorasi yang esensial bagi tumbuh kembang mereka, dengan fitur-fitur seperti Multi-Touch yang mendukung sentuhan bersamaan."
Kesiapan Teknis dan Fungsi Krusial IFP
Secara teknis, IFP hadir sebagai perangkat All-In-One yang dilengkapi sistem operasi Android, layar resolusi tinggi (hingga 4K UHD), serta speaker dan mikrofon terintegrasi. Fungsi utamanya meliputi Digital Whiteboarding (Papan Tulis Digital), Screen Sharing untuk berbagi layar dari perangkat lain, hingga integrasi multimedia.
Meskipun demikian, transfer pengetahuan teknis kepada para pendidik perlu diintensifkan. "Tantangan terbesar memang terletak pada aspek teknis," kata Dinda Robyanti dari Unisba Bandung, seorang pakar di bidang teknologi pendidikan.
"Banyak guru masih merasa ragu untuk mengoperasikan fitur canggih IFP seperti wireless screen sharing atau menggunakan fitur Smart Shape dan Smart Annotation di papan tulis digital. Oleh karena itu, pelatihan yang fokus pada instalasi dan konfigurasi dasar menjadi krusial agar alat ini benar-benar optimal dan bukan sekadar layar besar."
Beberapa fitur kunci IFP yang perlu dikuasai pendidik antara lain:
- Digital Whiteboarding: Fitur ini memungkinkan pengguna menulis, menggambar, dan mencatat materi, yang hasilnya dapat disimpan dan diunduh dalam bentuk PDF atau dibagikan via QR Code.
- Konektivitas Fleksibel: Perangkat mendukung koneksi internet melalui Wi-Fi dan LAN, bahkan bisa berfungsi sebagai Wi-Fi hotspot.
- Setup Awal: Penguasaan proses booting, pengaturan bahasa, koneksi internet, hingga Sign in Google sangat direkomendasikan untuk mengunduh berbagai aplikasi edukasi dari Play Store.
Webinar PAUD Siap Atasi Kesenjangan Kompetensi
IFP bukan sekadar proyektor canggih. Ia adalah perangkat all-in-one yang menggabungkan layar sentuh, komputer berbasis Android, speaker, dan mikrofon.
Fungsinya mencakup Digital Whiteboarding (papan tulis digital) yang bisa menyimpan catatan, Screen Sharing nirkabel dari perangkat lain, dan akses langsung ke toko aplikasi untuk mengunduh konten edukasi.
Masalahnya, kerumitan itu yang justru menakutkan bagi guru-guru PAUD yang latar belakangnya mungkin tidak semua familier dengan teknologi terbaru.
"Keterbatasan kemampuan teknis adalah isu utama," ujar Dinda Robyanti, pakar Teknologi Pendidikan dari Unisba Bandung. Robyanti menyoroti bahwa banyak pendidik masih belum percaya diri untuk melampaui penggunaan IFP hanya sebagai display biasa.
"Mereka belum mengeksplorasi fitur-fitur yang menjadi jantung dari IFP itu sendiri, seperti Whiteboard & Anotasi yang bisa mengatur mind map otomatis, atau fitur Pengaturan Jaringan untuk mengelola koneksi Wi-Fi atau IP statis."
Robyanti menambahkan, rasa takut untuk salah menekan tombol, mengutak-atik setting yang berujung pada error, atau tidak tahu cara melakukan reset pabrik jika terjadi masalah, membuat IFP justru hanya difungsikan secara minimalis. Padahal, materi teknis yang disediakan mencakup detail penting seperti Initial Setup (pengaturan bahasa, zona waktu, sign-in Google) hingga Troubleshooting dasar.
Menyadari kesenjangan antara perangkat keras canggih dan keterampilan lunak pendidik, Direktorat PAUD mengambil langkah taktis. Mereka berfokus pada pelatihan yang sangat terstruktur, mulai dari pengenalan perangkat hingga konfigurasi mendalam.
"Pelatihan harus spesifik. Tidak cukup hanya demonstrasi, harus ada panduan praktis tentang bagaimana menginstal dan bagaimana mengkonfigurasi agar IFP bisa optimal," kata Robyanti.
Ia menekankan bahwa IFP, yang mampu menampilkan hingga 20 titik sentuhan simultan (Multi-Touch), sangat ideal untuk PAUD karena memungkinkan banyak anak berinteraksi bersamaan.
"Bayangkan anak-anak bisa mewarnai di satu layar besar secara bersamaan, atau memindahkan objek-objek virtual. Itu adalah pembelajaran kolaboratif yang didukung teknologi," sambung Ganjar Nugraha.
"Pendidik perlu diajari untuk mengeksplorasi IFP, bukan hanya mengoperasikannya. Itu termasuk memaksimalkan fitur perekaman layar untuk dokumentasi pembelajaran atau fitur spotlight untuk memfokuskan perhatian anak."
Untuk menjawab kebutuhan mendesak ini, Direktorat PAUD menyelenggarakan Webinar Seri Program Digitalisasi Pembelajaran "Pengenalan, Instalasi, Konfigurasi, dan Eksplorasi IFP" pada Senin, 20 Oktober 2025, disiarkan langsung melalui kanal YouTube PAUDPEDIA.
Merujuk perihal di atas, Direktorat PAUD bergerak cepat untuk menjembatani kesenjangan kemampuan teknis ini dengan menyelenggarakan Webinar Seri Program Digitalisasi Pembelajaran bertajuk "Pengenalan, Instalasi, Konfigurasi, dan Eksplorasi IFP".
Direktorat PAUD mengajak seluruh pendidik untuk "mengoptimalkan pemanfaatan Papan Interaktif Digital untuk pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan!".
Kegiatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan peralatan digitalisasi pembelajaran di Satuan Pendidikan Usia Dini Tahun 2025 dapat dimanfaatkan dengan maksimal demi terwujudnya PAUD Berkualitas untuk semua.
Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyunting Eko Harsono
#PAUDBermutu dan #PendidikanBermutuuntukSemua.
#paudpedia
#DigitalisasiPembelajar