Berita
Gandeng Kampus dan UPT 34 Provinsi, Kemendikdasmen Kawal Mutu PHTC Revitalisasi Sekolah Hadirkan Satuan PAUD Aman Nyaman dan Menyenangkan
Berita 2026-07-06 | 10:00:00
TANGERANG, PAUDPEDIA – Pemerintah mulai menebarkan jala penguat fondasi pendidikan nasional sejak usia dini. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen), menggelontorkan anggaran triliunan rupiah yang dikucurkan untuk merenovasi wajah dan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh penjuru Indonesia sepanjang tahun 2026. Langkah ini menjadi lompatan besar untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh di lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Guna mengawal aliran investasi masa depan ini, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Formal menggelar Training of Trainer (ToT) Personil Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Perguruan Tinggi Pendamping Program Revitalisasi PAUD 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gading Serpong, Tangerang, Kamis (2/7/2026) hingga Sabtu (4/7/2026) ini, menjadi momentum penyamaan frekuensi bagi para "arsitek" lapangan yang akan mendampingi sekolah-sekolah di daerah.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan PNFI, Gogot Suharwoto, Ph.D, menegaskan bahwa PAUD adalah jangkar utama dalam menyongsong generasi emas. Revitalisasi bukan sekadar memoles dinding sekolah yang kusam, melainkan sebuah ikhtiar menyeluruh untuk menyuntikkan energi baru pada sistem pembelajaran, pemenuhan sarana-prasarana esensial, hingga penguatan karakter.
"Kolaborasi adalah kunci utamanya. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri untuk merajut tenun pendidikan yang kuat di seluruh negeri," ujar Gogot dalam sambutan pembukaannya.
Lima Pilar Transformasi
Tahun 2026 menjadi tahun yang padat bagi Direktorat PAUD. Pemerintah tengah menggeber lima program prioritas yang saling berkelindan. Pertama, pemenuhan dan perbaikan sarana fisik secara terukur untuk menjamin keamanan gerak anak. Kedua, akselerasi digitalisasi pembelajaran sebagai respons terhadap Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 demi mempercepat adaptasi teknologi digital sejak dini.
Pilar ketiga fokus pada penguatan karakter lewat gerakan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat". Anak-anak dibiasakan untuk bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur tepat waktu. Gerakan ini diperkuat dengan program "Pagi Ceria" dan dukungan kebijakan Makanan Bergizi Gratis.
Keempat, pemerintah memperluas jangkauan wajib belajar 13 tahun dengan menitikberatkan pada perluasan akses satu tahun pra-Sekolah Dasar (SD). Strateginya mencakup pembangunan PAUD-SD Satu Atap hingga program afirmasi di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) melalui skema guru kunjung dan pustaka mainan.
Kelima, penajaman kemampuan literasi, numerasi, serta pengenalan sains dan teknologi (STEM) sejak usia dini.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Di daerah 3T, pustaka mainan dan pojok baca akan menjadi jembatan yang mendekatkan mimpi anak-anak dengan realitas kemajuan," tutur Gogot
Mengawal Anggaran Negara
Untuk mewujudkan peta jalan tersebut, peran pendamping lapangan menjadi sangat krusial. Direktur PAUD, Kurniawan, dalam laporan pelaksanaannya memaparkan bahwa target sasaran revitalisasi reguler tahun ini menyasar 3,865 satuan PAUD yang bersumber dari data Dapodik usulan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Istimewanya, pada tahun yang sama, jenjang PAUD juga mendapatkan angin segar berupa tambahan sasaran dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebanyak 16.075 satuan PAUD.
"Ini adalah amanah besar. Oleh karena itu, personil UPT di 34 provinsi dan perguruan tinggi pendamping harus memiliki pemahaman yang utuh. Mereka adalah kompas yang akan mengarahkan agar pelaksanaan di lapangan taat asas dan tepat sasaran," kata Kurniawan.
ToT ini dihadiri oleh 102 perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP/BPMP) dari 34 provinsi serta 20 koordinator fasilitator perguruan tinggi. Selama tiga hari, para peserta digembleng dengan berbagai materi teknis, mulai dari regulasi pengadaan barang dan jasa melalui aplikasi SIPLah dan SILAB, pengelolaan keuangan dan pajak, hingga tata cara dokumentasi performa fisik bangunan.
Pertemuan ini juga mengesahkan komitmen bersama lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktorat PAUD dengan perguruan tinggi mitra sebagai pendamping program. Kehadiran akademisi ini diharapkan memberi asupan vitamin ilmiah bagi tata kelola program di daerah.
Melalui pembekalan yang matang, para peserta diproyeksikan pulang ke daerah masing-masing sebagai narasumber andal. Mereka akan memimpin bimbingan teknis tingkat daerah, memfinalisasi dokumen perencanaan, serta mengawal penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan satuan PAUD sasaran.
Bersama-sama, mereka bersiap menyalakan lilin-lilin kualitas pendidikan anak usia dini yang lebih terang, aman, dan memikat dari pinggiran hingga pusat kota.
Peliput : Azriel Aufa dan Kharisma
Penyunting: Eko B Harsono