Berita
Forum Dialog Media, Kemendikdasmen Siapkan Desain Besar Wajib Belajar 13 Dengan 1 Tahun Prasekolah
Berita 2025-09-23 | 14:25:00
PAUDPEDIA Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang merumuskan Desain Besar (Grand Desain) Wajib Belajar 13 Tahun yang akan mengintegrasikan satu tahun prasekolah. Kebijakan ini menjadi salah satu prioritas utama untuk memperkuat fondasi pendidikan di Indonesia. Grand Design Wajib Belajar 13 Tahun ini mencakup 9 tahun pendidikan dasar, 3 tahun menengah, dan 1 tahun prasekolah.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd., menjelaskan bahwa periode usia 5–6 tahun adalah masa emas bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, prasekolah menjadi bagian penting dalam grand design tersebut.
"Kami menegaskan bahwa masa usia 5–6 tahun adalah periode emas perkembangan anak sehingga prasekolah menjadi prioritas," ujar Nia dalam forum dialog bersama media.
Kebijakan ini juga diiringi dengan berbagai upaya untuk memperluas akses layanan pendidikan, di antaranya:
- Perluasan layanan PAUD formal dan nonformal
- Pembangunan unit sekolah baru dan penegerian PAUD
- Revitalisasi satuan PAUD
- Pengembangan model PAUD-SD satu atap di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)
Selain itu, Kemendikdasmen memperkuat program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, memastikan kurikulum dan buku diselaraskan agar anak tidak merasa ada "jarak" antara kedua jenjang pendidikan tersebut.
Forum dialog bersama media dihadiri pejabat Kemendikdasmen, perwakilan BKHM, dan 36 jurnalis nasional, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menekankan peran penting media massa sebagai mitra strategis.
“Pendidikan usia dini adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemenuhan kualifikasi guru PAUD dan SD serta wajib belajar prasekolah menjadi prioritas agar layanan pendidikan semakin merata dan bermutu,” ujar Suharti.
Data terkini mencatat masih ada sekitar 233 ribu guru yang belum berkualifikasi S-1/D-4, mayoritas berasal dari jenjang PAUD Formal dan SD. Bahkan, dari 637.445 guru PAUD formal dan nonformal di seluruh Indonesia, hampir setengahnya belum bergelar sarjana.
Padahal, kualitas guru terbukti menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak sejak dini. Untuk itu, Kemendikdasmen meluncurkan program afirmasi kualifikasi akademik dengan menyasar guru yang belum memiliki ijazah Sarjana atau Diploma IV, berusia maksimal 55 tahun, dan terdaftar di Dapodik.
Seleksi tidak hanya berbasis dokumen formal, tetapi juga mempertimbangkan portofolio pengalaman mengajar, partisipasi seminar, hingga keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran
Peningkatan Kualifikasi Guru
Dalam kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga meluncurkan program afirmasi kualifikasi akademik S-1/D-4 bagi guru TK dan SD yang belum bergelar sarjana. Data mencatat ada sekitar 233.000 guru yang masih perlu meningkatkan kualifikasi, mayoritas berasal dari jenjang PAUD dan SD.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menegaskan bahwa kualitas guru adalah kunci keberhasilan pendidikan. “Pendidikan usia dini adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Guru PAUD dan PNF, Suparto, menambahkan bahwa otak anak berkembang hingga 80 persen sebelum usia enam tahun, sehingga guru PAUD memegang peran vital dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan keterampilan sosial anak.
Ia juga menyoroti skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan guru berpengalaman menuntaskan studi lebih cepat.
Untuk mendukung program ini, pemerintah menargetkan 12.500 guru pada tahun 2025 dengan bantuan maksimal Rp3 juta per semester. Namun, program ini menghadapi beberapa tantangan, seperti motivasi rendah dari guru senior, kendala kesehatan, dan jarak ke lokasi kampus. Untuk mengatasinya, pembelajaran daring dan hybrid dimaksimalkan agar akses tetap merata.
Kebijakan wajib belajar 13 tahun dan peningkatan kualifikasi guru ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dan bagian dari "Kado HUT ke-80 RI untuk Guru". Nia Nurhasanah menutup dialog dengan seruan kolaborasi.
"Kami butuh dukungan semua pihak untuk menyampaikan betapa pentingnya PAUD bagi masa depan anak-anak Indonesia. Pendidikan bermutu hanya bisa terwujud bila guru berkualitas, akses setara, dan partisipasi publik berjalan beriringan," pungkasnya.
Penyunting Eko Harsono
Sumber Siaran Pers BKHM