Berita
Dr Muchlas Rowi MM : “Berpikir Secara Komputasional Bukan Sesuatu Yang Baru Bagi Anak PAUD, Sudah Melekat dalam Aktivitas Bermain Anak Sehari-hari”
Berita 2025-11-28 | 18:02:00
PAUDPEDIA JAKARTA, – Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., menegaskan bahwa konsep Berpikir Komputasional (PBK) bukanlah sesuatu yang asing atau baru bagi anak-anak usia dini yang berada di jenjang Satuan Pendidikan Anak Usia Dini.
Menurutnya, kemampuan esensial abad ke-21 tersebut secara alami sudah muncul dalam hampir semua aktivitas bermain anak-anak Indonesia, meskipun seringkali tidak disadari oleh para pendidik dan orangtua siswa ketika berinteraksi dengan anak PAUD.
Dr. Muchlas Rowi meyakini bahwa kemampuan PBK, seperti kemampuan memecah masalah secara sistematis (Dekomposisi), secara alami sudah muncul dalam hampir semua aktivitas bermain anak.
"Saya ingin mengajak kita melihat satu kemampuan penting yang sebenarnya sudah muncul dalam hampir semua aktivitas bermain anak-anak Indonesia, meskipun sering tidak kita sadari," kata Dr. Muchlas Rowi.
Menurutnya, tugas utama pendidik saat ini adalah mengidentifikasi, memberi nama (memformalkan), dan memperkuat pola pikir komputasional ini. Kemampuan alami anak, seperti saat menyusun balok, merapikan mainan, atau bermain peran, merupakan media unplugged (tanpa teknologi) paling efektif untuk menanamkan konsep PBK.
Pernyataan ini disampaikan Dr. Muchlas Rowi sebagai Keynote Speaker dalam Webinar Pengenalan Pengembangan Berpikir Komputasional (PBK) dalam Pembelajaran Anak Usia Dini, yang diselenggarakan oleh Direktorat PAUD di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Ubah Perspektif PBK, Tidak Selalu Digitalisasi
Dalam paparannya, Dr. Muchlas Rowi mendorong hadirin, terutama para pendidik dan pengelola PAUD, untuk mengubah perspektif mengenai PBK. Ia menekankan bahwa PBK tidak selalu terikat pada komputer atau perangkat digital.
Sebaliknya, PBK adalah pola pikir dan kemampuan memecahkan masalah secara sistematis yang telah menjadi bagian inheren dari kegiatan eksplorasi dan permainan anak.
"Bapak-Ibu hadirin sekalian, hari ini saya ingin mengajak kita melihat satu kemampuan penting yang sebenarnya sudah muncul dalam hampir semua aktivitas bermain anak-anak Indonesia, meskipun sering tidak kita sadari," ujar Dr. Muchlas Rowi.
Pandangan ini sejalan dengan upaya Kementeriandikdasmen untuk mengintegrasikan PBK di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi keterampilan logis dan pemecahan masalah.
Dr. Muchlas Rowi menjelaskan bahwa tugas utama pendidik saat ini adalah mengidentifikasi, memberikan nama, dan memperkuat pola pikir komputasional ini. Dengan demikian, kemampuan yang sudah dimiliki anak melalui insting bermain dapat dipertajam dan dialihfungsikan menjadi keterampilan yang terstruktur untuk bekal di masa depan.
"Tantangannya bukan memperkenalkan hal baru, melainkan bagaimana kita sebagai pendidik menyadari dan memformalkan kemampuan alami tersebut, seperti saat anak menyusun balok, merapikan mainan, atau bermain peran," tambahnya.
Penguatan PBK di PAUD dinilai strategis mengingat peran Dr. Muchlas Rowi sebagai Stafsus Menteri yang bertanggung jawab atas Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial.
PBK Langkah Awal Hadapi Era Revolusi Digital
Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang krusial untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan siap menghadapi era revolusi digital.
Webinar ini dihadiri oleh Direktur PAUD Dr. Nia Nurhasanah dan narasumber Dr. Rudiyanto dari UPI. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pondasi pendidikan usia dini sudah selaras dengan tuntutan kompetensi abad ke-21.
Sejumlah tantangan menjadi dasar Kementerian meluncurkan program penguatan PBK. Di antara tantangan krusial yang dihadapi adalah rendahnya literasi teknologi pendidik PAUD terkait PBK, terbatasnya tenaga pelatih yang kompeten, ketiadaan model pelatihan standar yang sesuai dengan usia dini, dan minimnya bahan ajar yang terintegrasi.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, webinar ini menjadi strategi penguatan awal. Satuan pendidikan yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat mengimplementasikan pembelajaran PBK yang sesuai dengan karakteristik AUD dan berbasis regulasi seperti UU Sisdiknas dan Permendikbud Ristek terkait Standar Nasional Pendidikan.
Narasumber dalam sesi utama, Dr. Rudiyanto dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), bertugas memberikan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip PBK, perencanaan pembelajaran berbasis kompetensi, dan cara melakukan asesmen autentik.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret Kementeriandikdasmen dalam menyiapkan pondasi pendidikan yang sejalan dengan tuntutan Society 5.0,” ujar Muchlas.
Pelput Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyinting Eko B Harsono
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya