Berita
Dr Mariman Darto M.Si : “Revitalisasi PAUD Investasi Masa Depan, Negara Akan Maju Jika Fase Pondasi Jadi Prioritas”
Berita 2026-05-07 | 15:20:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Program Revitalisasi Satuan PAUD Angkatan ke-14 resmi ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan finalisasi dokumen perencanaan yang dilakukan 204 Kepala Sekolah Satuan PAUD penerima bantuan dengan Kepala Subbagian Sarana dan Prasarana Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini yang disaksikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si.
Kegiatan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa yang akan mempersiapkan anak Indonesia menjadi generasi emas 2045.
Dalam sambutannya, Mariman Darto menekankan pentingnya peran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mencetak generasi unggul. Menurutnya, negara-negara maju seperti di Eropa dan Amerika Serikat telah menerapkan wajib belajar sejak usia dini selama puluhan tahun. Hal ini terbukti mampu menciptakan inovator hebat yang karakternya telah dibentuk sejak masa kanak-kanak.
"Tidak ada satu pun negara maju di dunia yang berhasil tanpa dimulai dari pembangunan karakter anak-anak usia dini. Pembangunan karakter inilah yang nantinya akan memunculkan inovator-inovator hebat pada usia produktif," tegas Mariman di hadapan ratusan pengelola PAUD dan TK di Jakarta.
Tantangan Infrastruktur dan Akses
Program revitalisasi ini menjadi krusial mengingat kondisi infrastruktur pendidikan anak usia dini di Indonesia yang masih memerlukan perhatian serius. Mariman mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat sekitar 14.000 desa di Indonesia yang belum memiliki satuan PAUD. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di pelosok negeri.
Selain akses, kondisi fasilitas yang ada juga menjadi perhatian. Mariman menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke daerah-daerah, di mana ia menemukan alat peraga edukasi (APE) luar ruangan di banyak TK desa yang sudah rusak dan tidak layak pakai selama puluhan tahun.
"Sarana dan prasarana yang mendasar harus tersedia. Jika sarana prasarana ini dibiarkan rusak, hal itu bisa membahayakan anak-anak dan menjadi risiko bagi proses belajar-mengajar," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, tidak akan tercapai jika perbaikan sarpras ini tidak segera dilakukan.
Digitalisasi dan Kesejahteraan Guru
Salah satu terobosan dalam program revitalisasi ini adalah pengenalan digitalisasi pembelajaran melalui Panel Interaktif Digital (PID). Mariman berbagi cerita tentang antusiasme anak-anak di daerah terpencil seperti Cilacap saat pertama kali berinteraksi dengan teknologi ini. Melalui PID, anak-anak dapat belajar literasi, numerasi, dan berbagai permainan edukatif yang merangsang daya ingat dan rasa ingin tahu mereka.
Di sisi lain, pemerintah juga mulai memperhatikan kesejahteraan guru PAUD. Mariman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang tetap berjuang mendidik anak bangsa meskipun dengan pendapatan yang sangat minim. Sebagai bentuk perhatian, pemerintah telah memberikan insentif sebesar Rp300.000 pada tahun lalu, yang meningkat menjadi Rp400.000 pada tahun ini.
"Negara berterima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian. Dari sekitar 206.000 PAUD di Indonesia, hanya sekitar 4.000 yang berstatus negeri, sisanya dikelola oleh swasta dan masyarakat secara swadaya. Guru-guru inilah yang membangun karakter calon pemimpin masa depan Indonesia dengan penuh kesadaran," ungkapnya.
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Menutup rangkaian acara, Mariman mengingatkan pentingnya menanamkan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" sebagai bagian dari kurikulum karakter. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan beristirahat yang cukup.
Mariman berharap, dengan selesainya dokumen perencanaan dan penandatanganan kerja sama ini, revitalisasi fisik dan kurikulum di satuan PAUD dapat segera diimplementasikan secara efektif. Ia juga mengajak para pendidik untuk mendokumentasikan proses pembelajaran digital agar dapat menjadi bahan evaluasi dan apresiasi bagi kementerian.
Kegiatan penutupan ini diakhiri dengan harapan besar bahwa melalui penguatan PAUD, Indonesia dapat melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berintegritas.
Peliput : Eko B Harsono dan Herry Hartawan
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya