Berita
Ditjen PAUD Dikdasmen Berikan Santunan Korban Terdampak Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Bandung Barat
Berita 2026-01-27 | 08:40:00
PAUDPEDIA Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan duka cita mendalam atas bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sebagai respons cepat, Kemendikdasmen, turun ke lokasi bencana untuk membantu proses pencarian korban, menyalurkan bantuan, serta memastikan proses pembelajaran pascabencana dapat berjalan.
“Kemendikdasmen menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah setempat untuk mengidentifikasi serta menyiapkan bantuan yang akan diberikan,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, Senin (26/1).
Sampai dengan hari ini Kemendikdasmen telah memberikan santunan kepada dua peserta didik yang menjadi korban jiwa atas bencana tersebut. Bantuan lainnya juga diberikan dengan menurunkan pegawai BBPMP Prov. Jawa Barat untuk terlibat langsung dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban bersama Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Sekolah Dasar (SD) sekitar lokasi bencana juga telah difungsikan sebagai posko pengungsian, yaitu di SD Negeri Karya Bakti, SD Negeri 1 Pasirlangu, dan SD Negeri Cintabakti. Selanjutnya, Kemendikdasmen akan menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah (school kit) bagi peserta didik terdampak, menyiapkan layanan pendampingan psikologis, serta memastikan keberlanjutan pembelajaran pascabencana.
Terkait dampak terhadap satuan pendidikan, Kemendikdasmen juga terus melakukan observasi ke sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan dinas pendidikan setempat untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan penanganan yang akan dilakukan.
Kemendikdasmen mengajak kepada seluruh pihak untuk bergotong royong membantu proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Bandung Barat. "Semoga para korban terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, serta proses pemulihan pascabencana berlangsung dengan cepat dan lancar," tutupnya.
Memasuki hari ketiga pascabencana, upaya penanganan darurat tanah longsor yang melanda Kabupaten Bandung Barat terus diintensifkan di bawah pengawasan langsung pemerintah pusat. Hingga Senin pagi (26/1/2026), otoritas terkait mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan dan dievakuasi mencapai 17 orang.
Bencana yang melanda Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua ini telah memicu mobilisasi besar-besaran personel gabungan untuk mencari puluhan warga yang dilaporkan masih hilang.
Berdasarkan data terbaru dari posko darurat, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sejauh ini telah berhasil mengidentifikasi 11 jenazah. Sementara itu, 6 jenazah lainnya saat ini masih berada dalam proses identifikasi mendalam di RSUD setempat.
Wapres Kunjungi Lokasi Bencana
Pada Minggu (25/1/2026), Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung titik nol bencana. Kehadiran pimpinan nasional ini bertujuan untuk memastikan seluruh kekuatan negara hadir dalam menyelamatkan warga.
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi pemerintah saat ini. “Pemerintah menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya para korban di Cisarua akibat longsor dan curah hujan yang sangat tinggi. Yang kami utamakan adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan 24 jam non-stop karena masih sekitar 80 warga yang dalam pencarian,” ujar Pratikno usai berdialog dengan para pengungsi.
Pemerintah juga berkomitmen memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi para korban. “Penanganan korban ini kami lakukan seoptimal mungkin, sebaik mungkin, mulai dari proses identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga secara bermartabat,” tambahnya.
Penyunting: Eko B Harsono
Sumber Siaran Pers BKHM Kemendikdasmen dan BNPB