Berita
Direktorat PAUD Tingkatkan Kapasitas UPT Lakukan Advokasi dan Pendampingan Program Wajib Belajar 13 Tahun Melalui 1 Tahun Prasekolah
Berita 2026-02-23 | 14:00:00
PAUDPEDIA Banten – Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam rangka Advokasi dan Pendampingan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Tahun 2026” di Banten. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya satu tahun pendidikan prasekolah, dengan fokus memperkuat peran UPT dalam advokasi, pendampingan, tata kelola, dan mutu layanan PAUD di daerah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Kerja PAUD dan Penanggung Jawab (PIC) Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dari berbagai UPT. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kapasitas dalam mendorong akses, mutu, dan tata kelola PAUD, tetapi juga mempercepat pembaruan data Dapodik untuk Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) serta penguatan implementasi kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP).
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, S.Psi., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan dasar dan menengah adalah fondasi kehidupan seseorang hingga masa produktif. Menurutnya, Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun prasekolah menjadi agenda strategis dan bahkan game changer pembangunan jangka panjang.
“Jika kita berbicara kemenangan besar dalam pendidikan, maka titik mulainya adalah prasekolah. Satu tahun prasekolah bukan sekadar tambahan, tetapi pintu masuk kesiapan belajar, sosial-emosional, bahasa, serta fondasi literasi, numerasi, dan karakter,” ujarnya.
Aria juga menekankan bahwa usia dini merupakan masa emas perkembangan otak dan pembentukan karakter. Karena itu, kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dipandang sebagai investasi peradaban untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh titik awal pendidikan yang adil, bermutu, dan inklusif.
Sementara itu, Direktur PAUD, Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas capaian peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD yang naik dari 74,15 persen pada 2024 menjadi 88,38 persen pada 2025. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas UPT menjadi kunci keberlanjutan capaian tersebut.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberi penguatan kapasitas bagi UPT untuk melakukan advokasi dan pendampingan ke daerah secara masif, strategis, dan efektif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UPT didorong untuk melakukan empat hal utama: mengadvokasikan kebijakan dan strategi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah kepada dinas pendidikan daerah, memanfaatkan data secara adaptif dalam penyusunan rencana kerja dan pendampingan, berkolaborasi dengan Bunda PAUD dan pemangku kepentingan daerah, serta melakukan monitoring dan evaluasi berbasis data untuk perbaikan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya layanan PAUD berkualitas sebagai fondasi perkembangan anak. Berbagai studi internasional seperti laporan UNICEF dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa partisipasi anak dalam PAUD berkorelasi positif dengan capaian akademik, literasi, numerasi, serta perkembangan sosial-emosional di jenjang pendidikan berikutnya. Namun, manfaat tersebut hanya optimal apabila layanan yang diberikan berkualitas dan holistik.
Selain perluasan akses, kualitas layanan menjadi fokus utama, termasuk budaya sekolah yang aman dan menyenangkan, pendidik kompeten, tata kelola efektif, serta kebijakan berbasis data. UPT diposisikan bukan sekadar pelaksana kebijakan pusat, melainkan penguat ekosistem pendidikan di daerah melalui integrasi data, perluasan akses inklusif, penguatan mutu layanan, implementasi PAUD Holistik Integratif, serta dukungan penganggaran dan kebijakan daerah.
Melalui momentum ini, Direktorat PAUD berharap para Ketua Tim Kerja dan PIC Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, percepatan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah diharapkan mampu mewujudkan layanan PAUD bermutu untuk semua demi mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia.
Peliput : Herry Hartawan dan Aldo
Penyunting: Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya