Berita
Direktorat PAUD Dorong Transformasi Pendidikan di Timur Indonesia Melalui Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Regional Manado
Berita 2025-10-11 | 14:53:00
PAUDPEDIA Manado – Upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui pemanfaatan teknologi digital memasuki babak baru. Direktur PAUD, Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd., dalam sambutan pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Regional Manado yang digelar di Hotel Grand Whiz Manado yang dibacakan Kepala BPMP Sulawesi Utara.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 8–10 Oktober 2025, ini menjadi momen penting bagi 128 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah PAUD penerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari lima provinsi di wilayah Sulawesi: Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Febriendra Desmondi, S.T., M.IT., yang mewakili Direktur PAUD, dalam sambutannya menegaskan bahwa program digitalisasi ini berdiri di atas tiga pilar utama: Penyediaan perangkat digital (IFP), Penyediaan konten pembelajaran interaktif, dan Pelaksanaan Bimtek untuk memastikan pemanfaatan teknologi yang optimal.
"Bimtek ini diharapkan mampu membekali para pendidik dengan keterampilan praktis untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan bermakna," ujar Febriendra.
Sementara itu, sesi awal kegiatan yang disajikan oleh perwakilan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikdasmen menekankan aspek pendampingan dan pengawasan program.
Narasumber Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen secara rinci menjelaskan dasar hukum pelaksanaan program ini, yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), termasuk: Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang percepatan pelaksanaan pembangunan dan revitalisasi pendidikan dasar dan menengah; Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2025; Permendikbudristek Nomor 70 Tahun 2024; serta Peraturan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Nomor 4970/C/HK.03.03/2025 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah untuk Program Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2025.
Perangkat digital yang disalurkan pada tahun 2025 mencapai total 300.000 unit secara nasional, di mana 64.191 unit dialokasikan untuk jenjang PAUD.
Narasumber Itjen menyampaikan penekanan pada kewajiban penerima bantuan, termasuk melakukan pemeriksaan menyeluruh saat barang diterima, mencocokkan nomor seri, serta menyimpan perangkat di tempat yang aman. Peserta juga diimbau untuk segera melapor ke service center resmi jika terjadi kerusakan, mengingat masa garansi berlaku selama tiga tahun.
Teknologi sebagai Alat, Bukan Tujuan
Dalam sesi materi, Widyaprada Ahli Utamq Djayeng Baskoro selaku narasumber kebijakan, menyampaikan visi peningkatan mutu pendidikan PAUD yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan skill dan karakter anak.
Merujuk pada hasil penelitian World Economic Forum, beliau menekankan bahwa kemampuan masa depan seperti analitis, motivasi diri, dan kepemimpinan memiliki bobot yang lebih besar."Teknologi hanyalah alat bantu, bukan tujuan utama," tegas Pak Djayeng.
"Pemanfaatannya harus diarahkan untuk memperkuat seluruh kompetensi peserta didik. Guru harus mampu menciptakan konten pembelajaran yang kreatif dan positif."
Beliau juga menyoroti pentingnya keseimbangan teori dan praktik serta pengenalan konsep Computational Thinking untuk membangun dasar kemampuan berpikir kritis sejak dini.
IFP dan Keamanan Digital
Sesuai dengan agenda yang tercantum dalam KAK dan surat undangan, selama Bimtek peserta akan menghadapi jadwal yang padat dengan materi yang memuat:
- Peran Teknologi Interaktif dalam Pembelajaran PAUD.
- Etika, Keamanan Digital, dan Pendampingan Anak – Isu krusial dalam pemanfaatan teknologi.
- Teknis Penerimaan BAPP dan Pertanggungjawaban Barang.
Panitia, diwakili oleh Eko Tri , mengingatkan bahwa sesi teknis akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan langsung penggunaan perangkat IFP. Hal ini krusial mengingat setiap peserta diharapkan dapat menularkan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada rekan sejawat di satuan kerja masing-masing.
Kegiatan ditutup pada hari Jumat dengan sesi Rencana Tindak Lanjut (RTL), di mana peserta wajib menyusun rencana penyebarluasan materi.
"Mulai besok pagi, peserta akan dibagi menjadi dua kelas," jelas Mba Eko dalam penjelasan teknis kegiatan. "Gunakan kesempatan ini untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber terkait kendala di lapangan."
Siap Mengintegrasikan Pembelajaran
Salah satu tantangan di lapangan adalah memastikan kesiapan lembaga penerima. Kepala BPMP Sulut, Bapak Febriendra, menyebut bahwa lembaga yang belum melakukan konfirmasi BAPP menunjukkan belum siap menerima bantuan, baik dari sisi administrasi maupun daya dukung seperti listrik dan jaringan.
Menjawab pertanyaan dari peserta terkait kriteria dan kendala teknis, perwakilan Itjen menegaskan bahwa kriteria penerima IFP ditentukan berdasarkan verifikasi kesiapan sarana-prasarana Dapodik.
Bagi yang terkendala daya listrik (kebutuhan IFP berkisar 350–500 watt) atau jaringan, diimbau untuk berkoordinasi dengan dinas setempat.
Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Regional Manado ditutup dengan harapan agar para pendidik PAUD dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Peliput Herry Hartawan
Penyunting Eko Harsono