Berita
Deep Learning di Satuan PAUD Mengubah Cara Anak Belajar: Dari Sekadar Menghafal Menjadi Aktif Bereksplorasi, Berpikir Kritis, dan Berkolaborasi
Berita 2026-07-28 | 06:05:00
BANDUNG, PAUDPEDIA — Di salah satu sudut ruang kelas TK Bunda Ganesha, Bandung, Jawa Barat, sekelompok anak tampak sibuk mengamati miniatur reptil. Mata mereka berbinar menatapi tiruan fisik hewan melata tersebut, disusul riuh pertanyaan sederhana namun mendasar: di mana mereka tinggal, apa yang mereka makan, hingga bagaimana cara merawatnya agar tidak cepat punah.
Suasana riuh itu bukan sekadar aktivitas bermain bebas tanpa arah. Dari rasa penasaran yang meluap tersebut, anak-anak lantas diajak berdiskusi, membagi peran, dan menyusun diorama habitat reptil secara berkelompok.
Tanpa sadar, lewat proyek bertajuk "Dunia Reptil" itu, logika berpikir, kemampuan visual-spasial, kolaborasi, hingga empati terhadap sesama makhluk hidup sedang ditumbuhkan secara simultan.
Pemandangan serupa hadir di TK Gagas Ceria. Di sekolah ini, guru tidak lagi bertindak sebagai penyuap jawaban atas segala pertanyaan anak. Sebaliknya, pendidik memposisikan diri sebagai fasilitator yang memantik eksperimen dan eksplorasi.
Anak-anak diajak mengamati fenomena di sekitarnya, mengidentifikasi masalah, berdiskusi, hingga merefleksikan pengalaman belajarnya sendiri.
Inilah wajah nyata penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Berbeda dengan terminologi teknis di dunia kecerdasan buatan, deep learning dalam konteks pedagogi PAUD menempatkan peserta didik sebagai subjek utama.
Implementasi Disatuan PAUD
Pembelajaran mendalam (_deep learning_) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan anak usia dini melalui berbagai pengalaman belajar yang mendorong anak aktif mengamati, bertanya, bereksplorasi, dan berkolaborasi.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi pembelajaran yang bermakna sekaligus mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar.
"Dengan _deep learning_, kita ingin menciptakan lingkungan di mana siswa lebih aktif dalam membangun pemahamannya sendiri, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing mereka dalam menemukan jawaban," ujarnya.
Deep Learning yang dilaksanakan secara tepat di satuan pendidikan anak usia dini akan membuat proses pembelajaran tak lagi menekankan hafalan atau capaian hasil akhir semata, melainkan kedalaman proses bereksplorasi.
Proses Bermakna
Kepala TK Gagas Ceria, Catur Wulandari, menjelaskan bahwa urgensi pendekatan ini terletak pada upaya menjaga rasa ingin tahu alami anak agar tidak padam. Melalui kegiatan berbasis proyek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman belajar menjadi sangat personal dan berkesan.
"Guru lebih banyak mengajak anak mengamati, bertanya, mencoba berbagai kemungkinan, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman mereka daripada memberikan jawaban. Kami meyakini cara ini membuat kreativitas dan kemampuan berpikir berkembang secara alami," kata Catur.
Ia menekankan bahwa keberhasilan belajar tidak diukur dari lembar kerja yang selesai diisi, melainkan dari keberanian mencoba, kemandirian, kemampuan mengomunikasikan gagasan, serta kegembiraan anak saat menjalani prosesnya.
Hal senada disampaikan Kepala TK Bunda Ganesha, Susi Hindayani. Menurut Susi, lingkungan belajar yang dirancang menarik dan dilengkapi pertanyaan pemantik terbukti mendorong anak berpikir lebih mendalam. "Indikator keberhasilan kami mengacu pada perkembangan holistik melalui ketercapaian capaian pembelajaran dan delapan dimensi profil lulusan," tuturnya.
Gerakan Bersama
Semangat pembelajaran mendalam ini tidak berhenti di dinding sekolah masing-masing. Kedua satuan pendidikan di Bandung tersebut aktif mengimbaskan praktik baik kepada sekolah lain melalui kunjungan studi tiru, lokakarya, pelatihan, hingga forum komunitas belajar.
"Kami percaya peningkatan mutu pendidikan akan lebih cepat terwujud jika sekolah saling belajar dan saling memperkuat," tegas Catur.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperluas akses pembelajaran bermutu bagi seluruh anak Indonesia.
Dengan berbagi praktik baik, deep learning di tingkat PAUD diharapkan bukan sekadar menjadi etalase sekolah tertentu, melainkan fondasi kokoh bagi lahirnya generasi pembelajar sepanjang hayat.
Penulis: Eko B Harsono
Sumber Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya