Berita
Dedikasi Bunda PAUD Dari Sabang Hingga Merauke Raih Apresiasi Negara, Ibu Wakil Presiden, Mendikdasmen dan Seruni KMP Sukacita Membersemai 388 Bunda PAUD
Berita 2025-11-11 | 06:48:00
PAUDPEDIA Jakarta - Dedikasi para Bunda PAUD dari Sabang hingga Merauke mendapatkan apresiasi tinggi dari negara. Melalui gelaran Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, 12-14 November ratusan Bunda PAUD bersukacita membersemai Ibu Wakil Presiden RI, Silvia Gibran beserta anggota istri Kabinet Merah Putih.
Apresiasi yang diberikan negara merupakan bentuk ucapan syukur atas dukungan nyata 27 Bunda PAUD Provinsi, 185 Bunda PAUD Kabupaten/Kota, serta 178 Bunda PAUD Kecamatan dan Desa yang menjadi penggerak utama pendidikan anak usia dini (PAUD) bermutu untuk semua yang mengikuti Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan krusial dalam meletakkan fondasi bagi perkembangan anak secara holistik. Usia 0-6 tahun merupakan periode emas (golden age) di mana terjadi perkembangan otak yang sangat pesat. Investasi pada PAUD berkualitas memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi individu anak, tetapi juga bagi kemajuan bangsa.
“Terimakasih atas dedikasi Bunda PAUD dari Sabang hingga Merauke dalam mendorong Asih, Asah dan Asuh generasi emas Indonesia,” ujar Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto Ph.D dalam Panduan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025.
Data dari Bank Dunia (2013) menunjukkan bahwa anak yang mengikuti PAUD memiliki kompetensi literasi dan numerasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikuti PAUD. Selain itu, keterampilan meregulasi diri yang ditanamkan sejak dini berperan penting dalam menentukan keberhasilan seseorang di masa depan (Mischel, 1970).
Indonesia diprediksi akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030-2040. Oleh karena itu, investasi pada pendidikan usia dini adalah langkah strategis untuk memastikan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah: Langkah Strategis Pemerintah
Sementara itu Direktur PAUD Dr Nia Nurhasanah M.Pd mengatakan sebagai wujud komitmen terhadap pentingnya PAUD, pemerintah telah mencanangkan kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap anak berusia 5-6 tahun mendapatkan akses dan berpartisipasi dalam satuan PAUD berkualitas sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD).
Kebijakan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dikeluarkan oleh BAPPENAS, yang secara tegas menyebutkan pentingnya menjadikan PAUD sebagai fokus utama pembangunan negara.
Strategi Percepatan dan Perluasan Akses PAUD
Untuk mendukung implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Kemendikdasmen telah menetapkan beberapa strategi utama, antara lain:
- PAUD-SD Satu Atap: Menyelenggarakan PAUD dalam satu lokasi dengan SD dan dikelola secara terpadu.
- Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB): Mengatasi ketimpangan dalam pemerataan lembaga PAUD di Indonesia.
- Perluasan Kewenangan Layanan PAUD: Memungkinkan seluruh PAUD memberikan layanan untuk anak usia 4-6 tahun.
- Penegerian PAUD: Mengubah status PAUD swasta menjadi PAUD negeri untuk memperkuat peran pemerintah.
- Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB): Mengatasi kekurangan ruang kelas di satuan PAUD.
- Skema Guru Kontinum (0-8 Tahun): Memberikan perluasan kewenangan guru SD untuk mengajar di PAUD, dan sebaliknya.
- Guru PAUD Kunjung: Guru PAUD secara aktif mendatangi anak-anak di lingkungan tempat tinggal mereka.
- APE dan Perpustakaan Keliling: Menyediakan layanan bergerak ke komunitas-komunitas yang belum memiliki APE dan perpustakaan tetap.
- Program Indonesia Pintar (PIP): Pemberian bantuan finansial untuk anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
- Program Kelas Rangkap (Multi-Grade Class): Memungkinkan satu pendidik menangani anak usia PAUD dan siswa SD kelas awal secara bersamaan.
Peningkatan Mutu dan Tata Kelola PAUD
Selain perluasan akses, Kemendikdasmen juga fokus pada peningkatan mutu dan tata kelola PAUD melalui berbagai upaya, seperti:
- Akreditasi Satuan PAUD: Penguatan kapasitas satuan PAUD, pemenuhan Standar Nasional PAUD, dan reformasi tata kelola akreditasi.
- Kualitas Pembelajaran: Peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pembelajaran yang mendukung, dan kemitraan dengan orang tua.
- Tenaga Pendidik: Peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi berkelanjutan.
- Penyediaan Layanan PAUD HI (Holistik Integratif): Memenuhi hak dasar anak usia dini secara menyeluruh.
- Pengayaan Konten Pedagogi: Pendidikan agama dan karakter, deep learning, STEAM, bahasa ibu, nilai-nilai multikulturalisme dan inklusivitas, serta penguasaan teknologi.
- Penguatan Kebijakan dan Regulasi: Sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah.
- Penguatan Kelembagaan dan Koordinasi Lintas Sektor: Kerjasama dengan berbagai kementerian/lembaga, organisasi mitra, dan Bunda PAUD.
- Penguatan Kapasitas dan Dukungan Anggaran: Pengembangan skema pendanaan alternatif melalui kemitraan lintas sektor.
Peran Strategis Bunda PAUD
Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak sosial dan advokat kebijakan di tingkat lokal. Mereka adalah tokoh kunci dalam mendorong efisiensi implementasi kebijakan dan program Kemendikdasmen di daerah.
Bunda PAUD diharapkan dapat mengembangkan inovasi yang berfokus pada upaya perluasan akses, peningkatan mutu, dan penguatan tata kelola PAUD.
Apresiasi Bunda PAUD 2025: Bentuk Penghargaan dan Motivasi
Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 merupakan bentuk penghargaan tertinggi dari Kemendikdasmen kepada para Bunda PAUD yang telah menjalankan peran dan tugasnya secara optimal.
Acara ini dihadiri oleh:
- Bunda PAUD dari 38 Provinsi
- Bunda PAUD dari 514 Kabupaten/Kota
- Bunda PAUD dari 12 Kecamatan
- Bunda PAUD dari 12 Kelurahan/Desa
- Kepala dan PIC BPMP/BPMP (68 orang)
- Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota (20 orang)
- Mitra PAUD (72 orang)
- Media (10 orang)
- Perwakilan Kementerian/Lembaga (14 orang)
- Perwakilan Kemendikdasmen
Para penerima Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 terbagi dalam beberapa kategori penghargaan, meliputi:
- Provinsi: Wiyata Dharma Utama, Wiyata Dharma Madya, Wiyata Dharma Muda, dan Wiyata Dharma Pratama.
- Kabupaten Daerah Khusus: Wiyata Dharma Utama, Wiyata Dharma Madya, Wiyata Dharma Muda, dan Wiyata Dharma Pratama.
- Kabupaten/Kota Non Daerah Khusus: Wiyata Dharma Utama, Wiyata Dharma Madya, Wiyata Dharma Muda, dan Wiyata Dharma Pratama.
- Kecamatan Daerah Khusus: Dedikatif 1, Dedikatif 2, dan Dedikatif 3.
- Kecamatan Non Daerah Khusus: Inovatif 1, Inovatif 2, dan Inovatif 3.
- Desa Daerah Khusus: Dedikatif 1, Dedikatif 2, dan Dedikatif 3.
- Kelurahan/Desa Non Daerah Khusus: Inovatif 1, Inovatif 2, dan Inovatif 3.
Rangkaian Acara Apresiasi Bunda PAUD 2025
Acara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, antara lain:
- Gala Dinner: Makan malam bersama Bunda PAUD dengan tamu undangan (pimpinan Kemendikdasmen).
- Talkshow: Membahas peran Bunda PAUD dalam percepatan implementasi Kebijakan Kemendikdasmen.
- Drama Musikal: Penampilan drama musikal oleh sanggar bumi hariring dengan konsep "Senangnya ke PAUD".
- Pengumuman Pemenang: Pengumuman pemenang Apresiasi Bunda PAUD Tahun 2025 dan kampanye Pentingnya PAUD.
- Walking Gallery: Mendikdasmen bersama RI 4 dan Tamu VIP lainnya melihat galeri berisi praktik baik Bunda PAUD dan kebijakan prioritas Kemendikdasmen.
Melalui kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025, diharapkan peran serta dan partisipasi Bunda PAUD di seluruh Indonesia semakin meningkat dalam mendorong terwujudnya Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan PAUD berkualitas untuk semua anak Indonesia.
Peliput ; Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penulis ; Eko B Harsono