Berita
Dampak Ganda Revitalisasi PAUD, Dari Pekerja Bangunan Warga Seputar Sekolah hingga Toko Material dan Warung Makan Bergeliat
Berita 2026-06-03 | 08:00:00
TANGERANG, PAUDPEDIA - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak sekadar menyasar perbaikan mutu fasilitas sekolah. Melalui mekanisme swakelola, program berbasis Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 ini mulai memicu dampak ganda (multiplier effect) yang secara nyata menghidupkan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar desa.
Penerapan sistem swakelola menuntut pelibatan aktif warga setempat melalui pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Dengan skema ini, dana bantuan dari pemerintah pusat mengalir langsung ke tingkat tapak dan berputar di ekosistem desa, alih-alih diserap oleh kontraktor atau pihak ketiga dari luar daerah.
Kepala Sekolah Kelompok Bermain (KB) Saadatul Ummahat, Rohimah, menyatakan bahwa mekanisme swakelola ini menjadi peluang besar untuk mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal. Sebagai warga asli Tangerang, ia menilai pola pembangunan seperti ini sangat efektif untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi fondasi sosial masyarakat desa.
"Sebagai orang asli setempat, saya melihat sistem swakelola ini tidak menjadi tantangan, melainkan sebuah peluang besar. Sejak awal pembentukan tim P2SP, kami sudah merangkul dan memasukkan masyarakat di lingkungan sekitar untuk bergabung secara teknis," ujar Rohimah saat ditemui di Tangerang, beberapa waktu lalu.
Perputaran Ekonomi Lokal
Dampak berantai dari kebijakan swakelola ini langsung menyentuh sektor-sektor usaha mikro di pedesaan. Rohimah menjelaskan, seluruh kebutuhan proyek, mulai dari material bangunan hingga konsumsi harian, sedapat mungkin bersumber dari potensi lokal. Hal ini membuat toko kelontong dan penyedia bahan bangunan di sekitar sekolah mengalami peningkatan omzet.
Tidak hanya sektor perdagangan, penyerapan tenaga kerja juga menjadi indikator utama dari dampak ganda program ini. Proyek perbaikan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tersebut membuka lapangan kerja musiman bagi para buruh harian lepas dan pemuda setempat yang membutuhkan penghasilan tambahan.
“Untuk pelaksanaan fisik bangunan nanti, para pekerjanya, baik tukang bangunan maupun pengaduk semen, insyaallah akan memanfaatkan tenaga warga sekitar sekolah. Harapannya, program kementerian ini bisa menciptakan swasembada ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat sekitar,” kata perempuan yang akrab disapa Ibu Imah tersebut.
Langkah Kemendikdasmen ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan fondasi menuju Generasi Emas 2045. Selain pembenahan infrastruktur fisik demi kenyamanan belajar anak-anak, penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi pilar penting agar pembangunan berjalan berkesinambungan.
Manajemen Transparan dan Akuntabel
Di balik misi penguatan ekonomi warga, kementerian juga menerapkan pengawasan dan manajemen pengelolaan anggaran yang ketat. Para penerima bantuan dibekali dengan pelatihan teknis serta tata kelola administrasi agar pelaksanaan di lapangan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.
Bagi para pengelola PAUD, bekal materi dari tim teknis kementerian memberikan jaminan transparansi. Hal ini sekaligus membangun kepercayaan diri para guru dan komite sekolah dalam memimpin kepanitiaan P2SP secara akuntabel.
“Dari ilmu-ilmu yang disampaikan, tidak hanya terkait revitalisasi saja, tetapi juga bagi yang belum direvitalisasi pun insyaallah akan sangat bermanfaat. Karena ini berkaitan dengan tanggung jawab yang kita emban," ucap Rohimah.
Proses penandatanganan Kontrak Kerja Sama (PKS) Angkatan 18 pun telah rampung dilaksanakan. Momentum ini ditutup dengan optimisme tinggi dari para pejuang pendidikan anak usia dini. Skema swakelola terbukti menjadi resolusi efektif yang menyelaraskan antara pembangunan fasilitas pendidikan dan peningkatan kesejahteraan sosial di tingkat desa.
Penulis : Dian Nuswantari
Penyunting : Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya