Berita
Bunda PAUD Kota Bogor “Jangan Ragu, Yuk Sekolah ke PAUD,Tempat Bermain dan Belajar yang Menyenangkan!”
Berita 2026-06-11 | 13:00:00
BOGOR, PAUDPEDIA — Suara gelak tawa anak-anak riuh rendah terdengar dari sebuah bangunan ber-cat warna-warni di sudut Bogor Timur, Rabu (10/6/2026) pagi. Di sana, sekelompok balita sedang asyik menyusun balok kayu, sementara yang lain sibuk mencelupkan jemari mereka ke dalam cat air. Tidak ada buku bergaris, tidak ada ketegangan mengeja huruf. Di ruang ini, bermain adalah panglima.
Pemandangan tersebut menjadi potret ideal yang tengah diperjuangkan Pemerintah Kota Bogor. Melalui gerakan Roadshow Bunda PAUD dalam kampanye "Ayo Sekolah ke PAUD", Kota Bogor sedang berkejaran dengan waktu untuk mengoptimalkan stimulasi anak-anak pada masa usia emas (golden age). Targetnya jelas: mendongkrak Angka Partisipasi Sekolah (APS) sekaligus meluruskan kembali hakikat pendidikan anak usia dini.
Selama ini, ruang-ruang kelas prasekolah kerap dihantui oleh kecemasan orang tua yang keliru. Ada semacam tuntutan tidak tertulis bahwa keluar dari PAUD, seorang anak harus sudah mahir membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Persepsi inilah yang justru sering kali membuat anak-anak jenuh sebelum waktunya, dan membuat sebagian orang tua enggan menyekolahkan anaknya karena menganggap beban akademik terlalu berat.
Mengembalikan Hak Bermain
Menanggapi fenomena tersebut, Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, mengambil langkah tegas. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus di tingkat wilayah untuk secara masif mengedukasi masyarakat mengenai penundaan aktivitas akademik berat pada anak usia dini.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan. "Saya mengajak seluruh Bunda PAUD untuk bersama-sama melakukan edukasi mengenai penundaan pemberian aktivitas akademik bagi anak-anak PAUD yang meliputi baca, tulis, dan hitung," tegas Yantie.
Fokus pembelajaran kini dikembalikan pada khitahnya: pemenuhan ruang bermain, penguatan karakter dasar, serta pengasahan keterampilan hidup.
Dengan menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari tekanan calistung, minat orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke satuan PAUD diharapkan dapat meningkat tajam pada tahun 2026 ini.
PAUD sebagai Jembatan Keadilan Sosial
Peningkatan APS di Kota Bogor bukan sekadar urusan mengejar target angka di atas kertas statistik. Lebih dari itu, akses terhadap PAUD yang berkualitas diposisikan sebagai instrumen efektif untuk mewujudkan keadilan sosial dan memutus rantai ketimpangan sejak dini.
Layanan prasekolah bermutu kini diarahkan untuk menjangkau kelompok masyarakat dari keluarga kurang mampu. Melalui stimulus yang tepat di masa *golden age*, anak-anak dari seluruh latar belakang ekonomi diharapkan memiliki kesiapan mental, emosional, dan motorik yang setara saat menginjak bangku Sekolah Dasar (SD).
Selain itu, satuan PAUD kini difungsikan sebagai garda depan dalam memantau tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Gangguan perkembangan maupun indikasi stunting dapat dideteksi lebih awal, sehingga intervensi medis atau psikologis bisa segera dilakukan sebelum terlambat.
Fokus Utama Transformasi PAUD Kota Bogor 2026:
- Bebas Tekanan Calistung (Fokus pada karakter & motorik)
- Pemerataan Akses (Menjangkau keluarga kurang mampu)
- Deteksi Dini Tumbuh Kembang (Pemantauan kesehatan menyeluruh)
Gerakan ini tentu tidak bisa berjalan sendiri di atas pundak satu instansi. Sinergi ketat kini digalang mulai dari dinas pendidikan, pemerintah wilayah, hingga perangkat Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan. Langkah konkret yang sedang berjalan adalah pemetaan berkala berbasis data spasial untuk melihat daya tampung satuan PAUD, baik negeri maupun swasta.
Kajian data inilah yang nantinya menjadi kompas bagi kebijakan lokal; menentukan ke mana intervensi bantuan harus disalurkan dan di mana lembaga PAUD baru harus didirikan. Target akhirnya, tidak boleh ada lagi anak di Kota Bogor yang kehilangan haknya untuk tumbuh bahagia di masa emas mereka.
Penulis : Dian Nuswantari
Penyunting: Eko B Harsono
Sumber : Dinas Pendidikan Kota Bogor
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya