Berita
Bimtek Digitalisasi Pembelajaran di Semarang : “Teknologi Papan Interaktif Digital Hadir untuk Lindungi dan Merdekakan Anak PAUD Berekspresi dan Bereksplorasi”
Berita 2025-11-24 | 21:04:00
PAUDPEDIA Semarang – Program digitalisasi pembelajaran di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus diperkuat. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., menegaskan bahwa kehadiran teknologi, seperti perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital, bukan sekadar mempercepat proses belajar, melainkan untuk memastikan anak tetap merdeka untuk bereksplorasi sekaligus terlindungi dari risiko digital.
Penegasan ini disampaikan Wamen Fajar Riza saat memberikan arahan kunci pada penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran di Hotel Gets Premiers, Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (21/11).
Merdeka dan Terlindungi
Fajar Riza Ul Haq menyoroti bahwa program digitalisasi merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin setiap anak Indonesia, termasuk di jenjang PAUD, memiliki kesempatan belajar yang setara.
"Pesan utama yang menjadi pegangan kita adalah anak tetap merdeka untuk bereksplorasi dalam proses belajar," ujar Wamen Fajar Riza.
Dikatakan inilah yang membedakan digitalisasi pendidikan Indonesia: teknologi dihadirkan bukan untuk sekadar mempercepat, tetapi untuk melindungi dan memerdekakan anak.
Ia menjelaskan bahwa usia dini (0–6 tahun) adalah fase kritis di mana anak belajar melalui pengalaman multisensori. Oleh karena itu, penggunaan teknologi yang tepat guna sangat penting untuk memperkaya aktivitas belajar melalui bermain secara lebih visual, interaktif, dan menarik.
Menurut data yang disampaikan Wamen, melalui Program Digitalisasi Pembelajaran, lebih dari 173 ribu sekolah telah menerima dan memanfaatkan IFP. Program ini sendiri menyasar total 288.865 sekolah di seluruh Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahkan menyoroti bahwa program ini membawa manfaat besar yang dirasakan langsung oleh murid dan guru.
IFP Bukan Pengganti Guru
Direktur PAUD, Dr. Nia Nurhasanah M.Pd., dalam laporannya menyebutkan bahwa Direktorat PAUD berkomitmen mengirimkan 64.191 unit IFP kepada satuan PAUD penerima, yang saat ini sedang dalam proses distribusi bertahap.
Nia Nurhasanah menekankan bahwa perangkat digital seperti IFP bukanlah pengganti guru. "Guru tetap menjadi aktor utama yang menuntun, mengarahkan, dan memastikan anak terlibat aktif dalam proses belajar," kata Nia Nurhasanah.
IFP dipandang sebagai pemantik, alat bantu yang memperkaya interaksi, membangkitkan rasa ingin tahu, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Ia melaporkan, Bimtek yang dilaksanakan selama beberapa hari tersebut bertujuan membekali satuan PAUD dengan keterampilan praktis, mulai dari:
- Memahami kebijakan digitalisasi PAUD,
- Menguasai etika dan keamanan digital,
- Memanfaatkan IFP secara praktis, hingga
- Melaksanakan microteaching sebagai praktik nyata.
"Struktur pelatihan yang berfokus pada praktik menunjukkan orientasi kita: bukan hanya mengenalkan teknologi, tetapi memastikan guru mampu menggunakannya secara efektif di dalam kelas," imbuh Wamen Fajar Riza.
Membangun Ekosistem Pembelajaran Utuh
Wamen Fajar Riza menyoroti bahwa IFP menjadi instrumen strategis karena mendukung pembelajaran multisensori, meningkatkan keterlibatan, dan mempermudah guru merancang aktivitas interaktif yang memperkuat Pembelajaran Mendalam.
Selain perangkat, penguatan penting lainnya adalah integrasi IFP dengan Platform Rumah Pendidikan, khususnya Ruang Murid. Integrasi ini memungkinkan guru memiliki akses ke konten digital yang aman, terkurasi, dan relevan dengan perkembangan anak.
"Esensinya program digitalisasi pembelajaran bukan hanya pada hadirnya perangkat digital semata, melainkan bagaimana membangun sebuah ekosistem pembelajaran berbasis digital yang utuh dan berkesinambungan," tegas Nia Nurhasanah.
Ekosistem tersebut mencakup tiga komponen kunci: ketersediaan perangkat, peningkatan kompetensi pedagogis guru dalam pemanfaatan teknologi, dan ketersediaan konten digital interaktif.
Mengakhiri arahannya, Wamen Fajar Riza menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk terus memperkuat digitalisasi PAUD melalui peningkatan kapasitas pendidik secara berkelanjutan, pemerataan distribusi perangkat, dan pemantauan pemanfaatan perangkat agar benar-benar digunakan sebagai alat pembelajaran, bukan sekadar inventaris.
"Kesadaran akan keamanan digital memastikan bahwa guru tidak hanya mahir menggunakan perangkat, tetapi juga memahami batasan, risiko, dan cara melindungi anak dari paparan yang tidak sesuai," pungkas Wamen Fajar Riza.
Peliput : Aprilia dan Firmansyah
Penyunting : Eko B Harsono