Berita
Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Angkatan 3, Menembus Batas Ruang Kelas dengan Teknologi Interaktif Menjadikan Satuan PAUD Agen Perubahan
Berita 2026-04-15 | 19:15:00
Lombok, PAUDPEDIA — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mulai mempercepat transformasi digital di jenjang pendidikan anak usia dini. Pemanfaatan teknologi digital kini tidak lagi sekadar pendukung, melainkan instrumen strategis untuk memperkaya metode pengajaran yang interaktif dan inovatif demi mengejar kualitas pendidikan nasional yang inklusif.
Upaya tersebut dikonkritkan melalui agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Angkatan 3 Tahun 2026 yang berlangsung di Lombok, Senin (13/4/2026). Kegiatan yang dijadwalkan hingga Rabu mendatang ini menyasar satuan PAUD dari tujuh provinsi, mulai dari Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang merupakan penerima bantuan pemerintah pada periode 2025-2026.
Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian Direktorat PAUD, Mareta Wahyuni, saat membuka kegiatan menekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi informasi merupakan keniscayaan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa digitalisasi di jenjang PAUD memiliki karakteristik khusus yang tetap harus mengedepankan sisi kemanusiaan dan kebahagiaan anak dalam belajar.
"Teknologi digital di PAUD bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk memperkuat kapasitas mereka. Kita ingin anak-anak memahami materi melalui media yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan konteks perkembangan usia dini mereka," ujar Mareta.
Mengatasi Kesenjangan Keterampilan
Meskipun teknologi menawarkan peluang besar, tantangan di lapangan masih nyata. Kurangnya keterampilan digital di kalangan pendidik dan keterbatasan sumber daya menjadi hambatan utama dalam implementasi di satuan pendidikan.
Widyaprada Ahli Madya Direktorat PAUD, Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd., yang menjadi salah satu narasumber kunci, menjelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran di PAUD sering kali disalahartikan hanya sebagai penggunaan gawai di dalam kelas. Padahal, esensi utamanya adalah pengembangan pembelajaran yang mampu memicu daya kritis anak melalui konten interaktif.
"Target kita adalah memastikan para pendidik mampu mengoperasikan Perangkat Inovasi Digital (PID) dan memilih aplikasi yang relevan. Lebih dari itu, mereka harus bisa merancang desain pembelajaran kreatif berbasis PID agar anak tidak menjadi pasif di depan layar," jelas Nia dalam sesi paparan awal.
Nia menambahkan, salah satu materi krusial dalam bimtek kali ini adalah pemanfaatan Platform Rumah Pendidikan (Ruang Murid). Melalui platform yang dikelola Pusdatin ini, guru diharapkan mampu memetakan sumber belajar yang sudah tersedia untuk kemudian diintegrasikan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) masing-masing satuan.
Praktik Simulasi
Berbeda dengan pelatihan teoretis pada umumnya, Bimtek Angkatan 3 ini mengedepankan pendekatan praktik langsung. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari TK Negeri 3 Gerung hingga TK Bali Kiddy, diajak melakukan simulasi mengajar (microteaching) menggunakan perangkat digital.
Para akademisi dan praktisi dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Panca Sakti Bekasi, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta turut mendampingi peserta dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) digital.
Fokusnya adalah bagaimana konten digital interaktif tetap selaras dengan Standar Isi yang tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022.
"Kuncinya ada pada relevansi. Guru harus tahu kapan teknologi digunakan untuk stimulasi motorik dan kapan digunakan untuk pengenalan literasi dini secara visual. Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah kegiatan ini menjadi sangat penting agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang hotel, tetapi sampai ke ruang kelas di daerah," kata Nia.
Jaminan Kualitas
Secara legal, penguatan digitalisasi ini berpijak kuat pada mandat Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Organisasi Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang baru.
Mareta Wahyuni menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi ini akan diukur melalui peningkatan kompetensi satuan dalam mengevaluasi pembelajaran digital yang mereka laksanakan.
"Kami tidak ingin bantuan perangkat digital hanya menjadi aset yang mangkrak. Bimtek ini adalah jaminan kualitas agar investasi yang dibiayai negara melalui DIPA Direktorat PAUD benar-benar memberikan dampak nyata bagi perkembangan anak-anak kita," tegas Mareta.
Hingga hari ketigai, para peserta terus digembleng untuk menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Harapannya, pertukaran praktik baik antar-satuan PAUD dari Sumatera hingga Bali ini dapat menciptakan ekosistem pendidikan digital yang merata dan bermutu tinggi sejak usia emas.
Peliput : Firmansyah dan Aldo Nurhuda
Penyunting: Eko B Harsono