Berita
Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025, Sinergi Direktorat PAUD dan Bunda PAUD Seluruh Indonesia Wujudkan Generasi Emas 2045 Dalam Bingkai Walking Gallery
Berita 2025-11-12 | 16:35:00
PAUDPEDIA Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan apresisiasi setingginya atas peran serta Bunda PAUD di seluruh Indonesia dalam ikut serta mewujudkan hadirnya Pendidikan Bermutu untuk Semua dan ikut mengawal program prioritas pemerintah.
Bunda PAUD merupakan sebutan untuk istri kepala daerah (gubernur, bupati, walikota, camat, lurah) atau kepala daerah perempuan yang berperan sebagai penggerak utama dan mitra utama dalam pembinaan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkualitas di wilayahnya. Peran ini mencakup advokasi, motivasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara holistik.
Peran dan tanggung jawab Bunda PAUD
- Penggerak utama: Sebagai figur sentral yang memotivasi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menyediakan layanan PAUD Bermutu Untuk Semua.
- Mitra strategis: Berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk mengoptimalkan layanan PAUD.
- Advokasi: Memperjuangkan sumber daya dan kebijakan yang mendukung pengembangan PAUD, termasuk advokasi untuk layanan yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
- Monitoring dan pembinaan: Melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan langsung ke PAUD di wilayahnya untuk mengetahui kondisi lapangan dan memastikan kualitas layanan.
- Meningkatkan mutu layanan: Mengupayakan peningkatan kecerdasan, pengetahuan, dan pendidikan anak usia dini secara menyeluruh melalui layanan holistik integratif (HI).
Gelaran Apresiasi Bunda PAUD 2025
Melalui gelaran Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, 12-14 November ratusan Bunda PAUD bersukacita membersemai Ibu Wakil Presiden RI, Silvia Gibran beserta anggota istri Kabinet Merah Putih.
Apresiasi yang diberikan negara merupakan bentuk ucapan syukur atas dukungan nyata 25 Bunda PAUD Provinsi, 189 Bunda PAUD Kabupaten/Kota, serta 178 Bunda PAUD Kecamatan dan Desa yang menjadi penggerak utama pendidikan anak usia dini (PAUD) bermutu untuk semua yang mengikuti Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025.
Komitmen Indonesia untuk mengukir janji masa depan yang kokoh dimulai dari hulu pendidikan yang paling vital: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kisah sukses ini bukan hanya tentang capaian program, melainkan tentang sebuah kolaborasi epik yang melibatkan Direktorat PAUD dan para Bunda PAUD yang tersebar di seluruh penjuru negeri—mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa.
Sinergi masif inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam mengawal dan menyukseskan empat program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menuju Generasi Emas 2045. Direktorat PAUD telah menunjukkan langkah progresif, mengubah peta jalan PAUD dari sekadar wacana menjadi sebuah ekosistem pendidikan yang berkualitas, holistik, dan terintegrasi.
Keberhasilan ini terangkum dalam langkah nyata yang direkam dalam jejak langkah Walking Galeri Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025.
- Perluasan Akses dan Komitmen Pendidikan Prasekolah: Langkah Nyata Wajib Belajar 1 Tahun
Keberhasilan program perluasan akses adalah cerminan dedikasi kolektif. Dengan Bunda PAUD sebagai ujung tombak advokasi di daerah, penguatan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah menunjukkan hasil yang menjanjikan.Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 5-6 tahun telah mencapai 74,15% (BPS, 2024), sebuah lompatan signifikan yang mendekatkan kita pada cita-cita pendidikan merata.Capaian partisipasi anak usia 5-6 tahun di PAUD juga tercatat sebesar 51,12% (Dapodik, Semester 2/2024).
Kolaborasi lintas sektor dan koordinasi intensif yang didukung penuh oleh advokasi dan pendampingan Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD di daerah menjadi kunci untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak fundamental atas pendidikan prasekolah.
- Inovasi Pembelajaran dan Digitalisasi Mutu: Mencetak Anak Berpikir Kritis
Direktorat PAUD dan Bunda PAUD bergandengan tangan mendorong transformasi mutu pembelajaran untuk menjawab tantangan abad ke-21.
Pembelajaran Mendalam (PM): Sebanyak 14 bahan ajar terkait pendekatan PM, termasuk integrasi muatan STEAM, Literasi, dan Numerasi, telah disediakan. Bunda PAUD berperan penting dalam memotivasi satuan PAUD menerapkan model ini agar anak memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Digitalisasi Pembelajaran: Sebanyak 2.160 satuan PAUD telah mengikuti bimbingan teknis luring optimalisasi perangkat Interaktif Flat Panel (IFP), didukung oleh ketersediaan 157 konten digital interaktif di Ruang Murid Rumah Pendidikan. Inisiatif ini memastikan satuan PAUD di seluruh wilayah siap menyongsong era digital.
Sulingjar PAUD: Partisipasi tinggi sebesar 91,72% Satuan PAUD dalam pengisian Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2025 menunjukkan komitmen daerah, yang tak lepas dari dorongan aktif Bunda PAUD, untuk melakukan evaluasi internal dan Perencanaan Berbasis Data (PBD).
- Infrastruktur Pendidikan dan Revitalisasi Fisik: Menciptakan Lingkungan Belajar Ideal
Komitmen perbaikan sarana dan prasarana diwujudkan melalui program strategis yang memberikan kenyamanan dan keamanan bagi anak Indonesia.
Revitalisasi Satuan PAUD: Program revitalisasi pada tahun 2025 telah menyasar 1.516 satuan PAUD di seluruh Indonesia. Mulai dari rehabilitasi kelas, toilet, ruang administrasi, hingga pembangunan ruang UKS dan area bermain, semua bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang optimal.
Dukungan Digital: Rencana penyaluran bantuan Digitalisasi Pembelajaran berupa Interaktif Flat Panel (IFP) untuk 46.191 satuan PAUD menegaskan keseriusan dalam menyiapkan fasilitas terbaik bagi anak-anak usia dini.
- Pembentukan Karakter Holistik dan Sehat: Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul
Program-program yang berfokus pada peserta didik adalah fondasi pembentukan karakter unggul. Peran Bunda PAUD di tingkat desa dan kecamatan menjadi sangat krusial dalam menggerakkan program ini di tingkat akar rumput.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH): Gerakan nasional ini telah diimplementasikan oleh 96% satuan PAUD. Puncak capaian luar biasa adalah perolehan Rekor MURI untuk Senam Anak Indonesia Hebat Serentak terbanyak di 38 Provinsi, melibatkan 7.434.388 murid—sebuah demonstrasi kekuatan kolaborasi yang tak tertandingi.
PAUD Holistik Integratif (PAUD HI): Direktorat PAUD telah melaksanakan Pendampingan Program PAUD HI pada 450 Satuan PAUD, serta peningkatan kapasitas fasilitator di 50 Kabupaten/Kota. Upaya ini memastikan pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak dilakukan secara terpadu.
Edukasi Gizi dan Sekolah Sehat: Kesiapan pelaksanaan Program Edukasi Gizi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah teridentifikasi di 13.124 satuan pendidikan penerima manfaat. Sementara itu, penguatan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) / Sekolah Sehat didukung oleh terlaksananya Pendampingan Implementasi Program UKS di 300 Satuan PAUD.
Capaian-capaian monumental ini menegaskan bahwa Direktorat PAUD tidak berjalan sendirian. Dukungan, inisiasi, dan semangat tanpa batas dari Bunda PAUD di setiap tingkatan pemerintahan adalah energi pendorong yang memastikan program prioritas ini menyentuh hingga ke pelosok desa.
Melalui sinergi yang kuat ini, Indonesia tengah meletakkan fondasi yang kokoh bagi lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, cerdas, sehat, dan berkarakter, seiring langkah pasti menuju Indonesia Emas 2045.
Peliput: Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyunting Eko B Harsono