Berita
34 UPT Ditjen PAUD Dikdasmen Siap Laksanakan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, 1.517 Satuan PAUD Terima Bantuan Revitalisasi Tahun 2025
Berita 2025-10-11 | 09:22:00
PAUDPEDIA Jakarta — Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memperkuat langkah transformasi layanan PAUD melalui dua program strategis nasional: Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran dan Revitalisasi Satuan PAUD Tahun 2025.
Sebanyak 34 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran bagi 3.000 satuan PAUD penerima bantuan yang tersebar di 38 provinsi. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini.
“Transformasi digital di PAUD bukan sekadar penggunaan perangkat, tetapi perubahan paradigma pembelajaran. Anak-anak perlu dikenalkan pada dunia digital secara sehat, kreatif, dan sesuai tahap perkembangannya,” ujar Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd.
Setiap UPT akan menyelenggarakan bimtek secara penuh selama tiga hari dengan sistem full board. Kegiatan mencakup pendampingan tatap muka (luring) yang difokuskan pada peningkatan kemampuan guru dalam digitalisasi proses pembelajaran, manajemen satuan, dan tata kelola lembaga. Kepala UPT menjadi penanggung jawab kegiatan, sementara Dit. PAUD menugaskan narasumber nasional dan menyediakan panduan teknis pelaksanaan.
Bimtek dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2025, dengan tema pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY Yogyakarta misalnya, akan fokus pada pembelajaran dan penilaian, sementara provinsi Kalimantan dan Papua diarahkan pada penguatan wajib belajar 13 tahun serta manajemen peserta didik.
Revitalisasi dan Unit Sekolah Baru (USB)
Selain bimtek, Dit. PAUD juga menargetkan 1.517 satuan PAUD penerima bantuan revitalisasi fisik tahun 2025. Dari total 1.544 satuan sasaran, 1.513 telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara 4 satuan mengundurkan diri dan 27 belum menandatangani PKS.
Program revitalisasi mencakup pembangunan dan perbaikan sarana prasarana PAUD, sementara program Unit Sekolah Baru (USB) mencakup 37 satuan baru di 18 provinsi, termasuk di Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Penyelesaian pembangunan fisik dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai Oktober hingga Desember 2025, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 529,5 miliar.
“Arah kebijakan Dit. PAUD tahun 2025 berfokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan. Kami ingin memastikan seluruh anak Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, mendapatkan lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung tumbuh kembang optimal,” tambah Dr. Nia Nurhasanah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam mengakselerasi transformasi pendidikan anak usia dini. Melalui digitalisasi pembelajaran dan penguatan infrastruktur, diharapkan PAUD mampu menjadi fondasi kuat menuju wajib belajar 13 tahun serta mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.
“PAUD adalah tahap paling menentukan dalam membentuk karakter dan kesiapan belajar anak. Karena itu, setiap intervensi kebijakan harus berbasis pada kualitas pengalaman belajar anak dan penguatan peran guru serta lembaga,” tutup Dr. Nia Nurhasanah.
Peliput Eko B Harsono