Berita
145 Ribu Guru PAUD Belum S1 dan Bergaji Hanya Rp 300.000, Kondisi Ini Berdampak Buruk Bagi Masa Depan Anak Indonesia
Berita 2025-09-25 | 08:55:00
PAUDPEDIA - Fakta mengejutkan terkait potret guru Pendidikan Anak Usia Dini diungkap Sekretaeis Jenderal Kemendikdasmen, Suharti yang mengatakan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terbaru tercatat sebanyak 233.818 guru, mulai dari jenjang PAUD hingga menengah, ternyata belum memiliki ijazah S1 atau Diploma 4.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti secara spesifik menyebut jumlah guru PAUD yang belum S1 Mencapai sekitar 145.000 orang berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kalau kita melihat Dapodik, masih ada sekitar 145.000 guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-4. Mayoritas adalah guru-guru PAUD dan SD,” ujarnya dalam acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen dengan Media Massa.
Menurut Suharti, kondisi ini tidak lepas dari ketentuan lama dalam UU Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989 yang hanya mensyaratkan pendidikan minimal diploma dua (D-2) untuk menjadi guru SD. Akibatnya, banyak guru pada masa itu hanya menempuh pendidikan hingga program D-2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Instruksi presiden pada masa Presiden Soeharto yang mewajibkan keberadaan SD di setiap desa juga membuat banyak guru direkrut dari lulusan D-2 untuk mengisi kebutuhan tenaga pengajar.
“Wajar kalau banyak guru SD yang belum S-1/D-4 karena dulu memang syaratnya D-2. Terlebih, banyak guru SD di daerah tertinggal yang sulit menjangkau pendidikan tinggi,” jelas Suharti.
Paradok Generasi Emas 2045
Sementar itu, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Suparto, menilai kondisi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan tantangan serius yang mengancam mutu pendidikan nasional. Bagaimana mungkin kita mengharapkan generasi emas jika para pendidik utamanya belum memiliki kualifikasi yang memadai?
Di balik angka statistik itu, ada potret nyata para guru PAUD yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Dengan gaji yang seringkali hanya berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, mereka tetap berjuang mengabdikan diri. Gaji tersebut bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, apalagi jika harus melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana..
Suka duka menjadi guru PAUD begitu terasa. Selain mengajarkan anak-anak bernyanyi, berhitung, dan membaca, mereka juga menjadi sosok pengganti orang tua. Dari mengantar anak ke toilet, membersihkan kotoran, hingga menenangkan anak yang rewel, semua dilakukan dengan penuh kasih sayang.
"Kita ini kerjanya pakai hati, bukan cuma hitung-hitungan jam kerja," ungkap seorang guru PAUD di pelosok Jawa Tengah. "Kadang sedih kalau lihat gaji, tapi begitu lihat anak-anak senyum dan semangat belajar, rasanya semua terbayar."
Upaya dan Perhatian terhadap Guru PAUD
Meski tantangan begitu besar, perhatian terhadap nasib guru PAUD mulai tumbuh. Pemerintah, melalui Kemendikdasmen, telah meluncurkan program pemenuhan kualifikasi S1 dan D4 bagi para guru. Program ini diharapkan dapat menjadi jalan bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pengakuan yang layak. Selain pemerintah, beberapa pihak juga menunjukkan kepedulian.
Sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) dan yayasan swasta kerap memberikan pelatihan dan bantuan finansial. Mereka menyadari bahwa investasi terbaik dalam pendidikan adalah investasi pada para pendidiknya.
Namun, upaya ini belum cukup. Dibutuhkan langkah yang lebih masif dan terstruktur, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat. Mari kita bersama-sama memberi apresiasi lebih kepada para guru, terutama guru PAUD, yang telah menjadi fondasi awal bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Penulis Eko Harsono
Sumber BKHM Kemendikdasmen
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya