RuangArtikel
Zona Proximodistal Development (ZPD) pada Teory Vygotsky
PAUDPEDIA — Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, sebelumnya kita sudah membahas scaffolding pada teori Vygotsky, baca di https://paudpedia.kemdikbud.go.id/berita/teknik-dasar-pijakanscaffolding-menurut-teori-vygotsky?do=MTE0Ni1jNWI3MGFhYTAwNTI=&ix=NDctNGJkMWM0YjRhZDEw, Sekarang mari kita bahas apa itu Zona Perkembangan Proksimal? "Zona Perkembangan Proksimal (ZPD)” juga merupakan salah satu istilah yang paling umum digunakan dalam pendidikan selain scaffolding. ZPD adalah kunci keberhasilan pembelajaran dalam teori Lev Vygotsky.
Vygotsky mendefinisikan ZPD sebagai: "Jarak antara tingkat perkembangan aktual peserta didik dengan tingkat perkembangan potensial sebagaimana mereka dalam menyelesaikan masalah sesuai kemampuannya maupun dengan bantuan orang dewasa dan teman-teman sebayanya.
Dua elemen penting dalam definisi Vygotsky tentang ZPD adalah gagasan tentang pengembangan potensi dan peran bermain/interaksi dengan lingkungan sosial dalam proses pembelajaran.
Pengembangan potensi mengacu pada ruang di luar kemampuan yang belum dicapai anak. Hal ini berarti berkaitan dengan apa yang sebenarnya anak mampu, tetapi mereka belum mencapainya sehingga perlu untuk dikembangkan. Tanggung jawab guru/maupun orang dewasa adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang tepat dan memberikan dukungan/scaffolding kepada anak untuk membantu mereka mengembangkan potensinya. Bagaimana konsep ZPD lebih lanjut? Mari kita bahas di bawah ini:
- Pada ZPD belajar dipandang sebagai proses sosial kolaborasi/kerja sama: Vygotsky memandang bahwa belajar sebagai proses sosial yang berarti membutuhkan orang lain. Ia menyadari bahwa manusia perlu belajar melalui berinteraksi dengan sesama.
Guru harus dengan sengaja menciptakan pembelajaran yang mendukung anak untuk bisa saling bekerja sama. Saat proses itulah memungkinkan anak mencapai kemampuan lain yang perlu untuk dicapai.
Contoh: saat bermain bersama anak akan belajar mengembangkan kemampuan bahasa melalui interaksi dengan teman-temannya. Selain itu, saat bersamaan ia juga belajar bagaimana cara bersosialisasi, bekerja sama bahkan juga tidak menutup kemungkinan mereka mendapatkan pengetahuan yang baru dari temannya saat bermain tersebut.
- ZPD juga tentang mengidentifikasi fungsi psikologis anak yang sedang dalam proses pendewasaan menuju kematangan. Oleh karena itu ZPD mencerminkan apa yang dapat dicapai individu secara mandiri tanpa mediasi/dibantu oleh guru atau dalam kerjasama dengan teman-teman yang lebih mampu. Inti dari ZPD oleh Vygotsky ini adalah pengakuan bahwa orang dewasa dan teman sebaya berperan penting membantu anak mengembangkan potensinya.
- ZPD juga berbicara tentang proses peralihan/transisi dari apa yang belum dicapai anak menjadi sesuatu yang mampu ia capai atau kemampuan sebelum diberikan scaffolding dengan kemampuan setelah diberikan scaffolding.
Contoh: saat bermain sebelum diberikan scaffolding anak belum mampu Menyusun puzzle dengan mandiri, namun setelah diberikan scaffolding ia mampu menyusunnya sesuai kemampuannya. Misalnya dengan menjelaskan kepada anak dengan bahasa yang mudah dipahami tentang cara menyusunnya dan juga berikan contoh/langkah melakukannya.
Mengacu pada penjelasan tiga point di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan mengetahui ZPD ini guru dapat mengetahui ruang dimana pembelajaran terjadi dan pembelajaran perlu ditempatkan. Artinya adalah guru dalam menciptakan pembelajaran perlu menemu kenali tentang kemampuan setiap anak sehingga pembelajaran yang diberikan tepat sasaran.
Selain itu, Ayah, Bunda dan Sobat PAUD juga perlu mengetahui bahwa ada kemampuan yang sebenarnya mampu dicapai oleh anak dengan mandiri, ada pula kemampuan yang bisa dicapai dengan bantuan orang lain, namun ada pula kemampuan yang tidak bisa dicapai walaupun sudah dibantu orang lain. Nah hal ini biasanya sesuatu yang tidak sesuai dengan kapasitas maupun tahapan perkembangan anak. Oleh karena itu ciptakanlah pembelajaran yang sesuai dengan ciri dan tahapan perkembangan setiap anak.
| Penulis | : Ifina Trimuliana |
| Kurator | : Dona Paramita |
Referensi
Billings, E. (1978). The Zone Proximal Development: An Affirmative Perspective in Teaching ELLs/MLLsA Student ’ s Potential Development. 1–4.
Nicholas, M., Veresov, N., & Cripps, J. (2021). Learning , Culture and Social Interaction Guided reading – Working within a child ’ s zone of proximal development. Learning, Culture and Social Interaction, 30(PA), 100530. https://doi.org/10.1016/j.lcsi.2021.100530
2022-10-17 | 18:43:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnya