RuangArtikel
Yuk Memanfaatkan Lingkungan Sekitar Sekolah sebagai Sumber Belajar
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, lingkungan sekitar sekolah adalah ruang belajar nyata bagi anak usia dini. Anak tidak hanya belajar dari alat permainan di dalam kelas, tetapi juga dari apa yang ada di sekitar mereka.
Pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pembelajaran membantu anak mengaitkan pengalaman belajarnya dengan kehidupan nyata, sehingga konsep yang dipelajari lebih mudah dipahami.
Melalui pemanfaatan lingkungan sekitar, pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan guru untuk memperkaya pengalaman tersebut:
-
Menentukan Tujuan Pembelajaran
Sebelum kegiatan dimulai, guru perlu menentukan apa yang ingin distimulasi atau tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Contoh: anak diharapkan mampu mengenal lingkungan. Dengan demikian, tujuan tersebut dapat memudahkan guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang kontekstual, menentukan strategi dan media yang sesuai, serta melakukan penilaian perkembangan anak secara lebih terarah dan bermakna.
- Mengidentifikasi Lingkungan Sekitar Sekolah
Amati apa yang ada di sekitar lingkungan sekolah yang aman dan memungkinkan untuk dijadikan pembelajaran bagi anak. Lingkungan ini bukan berarti harus luas dan lengkap, tetapi memilah mana yang cocok untuk digunakan.
Contoh: Satuan PAUD yang berada di wilayah pantai dengan aktivitas pengolahan ikan oleh nelayan dapat memanfaatkan kondisi tersebut sebagai sumber belajar. Dalam konteks ini, guru dapat mengajak anak berkunjung ke tempat pengolahan ikan untuk mengamati prosesnya secara langsung dari awal hingga akhir.
-
Merancang Kegiatan Main Berbasis Lingkungan
Disesuaikan dengan materi pemanfaatan lingkungan pantai dan pengolahan ikan sebagai sumber belajar, guru dapat merancang kegiatan main sederhana yang kontekstual, antara lain:
Contoh kegiatan:
- Mengamati ikan segar dan ikan olahan untuk mengenal bentuk, warna, dan teksturnya.
- Mengamati secara sederhana tahapan pengolahan ikan dari awal hingga siap digunakan.
- Mengelompokkan jenis ikan atau hasil olahan ikan berdasarkan ukuran atau bentuk.
- Mendengarkan cerita nelayan atau pengolah ikan tentang pekerjaannya.
- Menggambar ikan atau kegiatan pengolahan ikan yang telah diamati.
Kegiatan ini membantu anak memahami lingkungan sekitar, mengenal profesi nelayan, serta belajar melalui pengalaman langsung yang bermakna dan menyenangkan.
-
Mendampingi Anak dengan Pertanyaan Sederhana
Dampingi anak dengan pertanyaan yang dapat menstimulasi rasa ingin tahu serta membantu anak memahami apa yang mereka lihat, serta melatih kemampuan berpikir dan berbahasa.
Contoh:
Ini ikan apa?”, “Mengapa ikan harus dibersihkan?”, atau “Apa yang terjadi setelah ikan dijemur?”. Pertanyaan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, tanpa menuntut jawaban benar atau salah. Melalui pendampingan ini, anak merasa dihargai, berani mengungkapkan pendapat, dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna sesuai dengan tahap perkembangannya.
-
Menjaga Keamanan dan Kenyamanan Anak
Keamanan dan kenyamanan anak harus menjadi prioritas utama, guru perlu memastikan lingkungan yang dikunjungi aman bagi anak, serta menyesuaikan aktivitas dengan usia dan kemampuan mereka. Sebelum kegiatan dimulai, guru memberikan arahan sederhana mengenai aturan keselamatan, seperti berjalan bersama, tidak menyentuh alat tajam, dan selalu berada dalam pengawasan orang dewasa.
Jadi, mari bersama-sama membuka ruang belajar yang lebih luas bagi anak, agar mereka tumbuh melalui pengalaman langsung yang aman, bermakna, dan sesuai dengan usia mereka.
Penulis : Dr. Ifina Trimuliana, M. Pd
Kurator : Ekho Widodo
Referensi
Chen, J. J., Li, H., & Wang, J. ying. (2017). Implementing the Project Approach: A Case Study of Hybrid Pedagogy in a Hong Kong Kindergarten. Journal of Research in Childhood Education, 31(3), 324–341. https://doi.org/10.1080/02568543.2017.1309479
Chipman, D. D. (1977). Young Kilpatrick and the Progressive Idea. History of Education Quarterly, 17(4), 407. https://doi.org/10.2307/367867
Dewey, J., Bacon, F., Comte, A., Whitehead, A. N., & Dewey, J. (1938). experience and education. Kappa Delta Pi All.
2026-01-27 | 10:38:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnya