RuangArtikel
Tips Menciptakan Rasa Nyaman dan Aman untuk Anak
PAUDPEDIA - Ayah Bunda dan Sobat PAUD, masalah kesehatan mental tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Anak bisa merasa tertekan, kesepian, dan terluka secara emosional. Sayangnya, banyak anak belum tahu cara menyampaikan perasaannya. Mereka sering memendam rasa takut dan sedih karena tidak punya tempat untuk bercerita. Kadang anak terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang mengalami luka batin. Anak sangat membutuhkan dukungan emosional dari orang-orang di sekitarnya, terutama di sekolah. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat anak merasa aman, nyaman, diterima, dan dihargai. Jika anak dibantu mengenali dan mengelola emosinya, mereka akan lebih kuat menghadapi masalah. Cara memberikan rasa nyaman dan aman untuk anak:
- Dengarkan anak tanpa menghakimi
Luangkan waktu untuk benar- benar mendengarkan cerita anak. Anak sering kali tidak langsung mengatakan bahwa ia sedih atau tertekan mereka menunjukkan perasaan melalui bercerita. Saat anak merasa didengar tanpa disela atau dihakimi, ia akan merasa lebih tenang dan dihargai.
- Perhatikan perubahan sikap anak
Setiap anak punya cara berbeda dalam menunjukkan perasaannya. Jika anak terlihat lebih pendiam, mudah menangis, atau murung, bisa jadi ia sedang membutuhkan perhatian dan dukungan lebih.
- Ajak anak berbicara setiap hari
Ajak anak berbicara ringan tentang harinya, seperti “hari ini senang nggak di sekolah?” obrolan kecil yang rutin bisa membuat anak merasa dekat, nyaman dan aman. Anak akan tahu bahwa rumah Adalah tempat yang aman untuk berbagi cerita dan perasaan.
- Hindari memberi tekanan berlebihan
Anak membutuhkan semangat dan dorongan positif. Hindari tuntutan berlebihan yang bisa membuat anak merasa takut gagal. Fokus pada proses belajar bukan hanya hasil. Berikan apresiasi pada usaha anak, baik sekecil apapun itu. Dengan, begitu anak akan tumbuh lebih percaya diri dan merasa nyaman dalam belajar.
- Ciptakan Lingkungan yang Ramah dan Penuh Kasih
Pastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang bebas dari perundungan, ejekan atau pengucilan. Anak perlu merasa diterima, disayangi, dan memiliki teman serta orang dewasa yang melindungi.
Ayah dan Bunda, anak-anak membutuhkan ruang aman dan nyaman untuk anak tumbuh, bercerita, dan merasa dihargai. Kesejahteraan emosional anak sangat dipengaruhi oleh dukungan Keluarga, sekolah, dan Masyarakat. Anak usia dini memerlukan ruang yang aman secara fisik maupun psikologis agar mampu tumbuh dengan rasa percaya diri dan stabil secara emosional.
Pola asuh yang positif, komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak serta lingkungan sekolah yang ramah anak merupakan faktor pertama dalam mencegah tekanan emosional yang dapat berdampak serius. Anak perlu merasa “aku didengar, aku dicintai, dan aku tidak sendirian.” Karena dengan satu ruang aman bisa menjadi alasan untuk anak tetap bertahan hidup.
Penulis : Della Okta Yussi
Editor : Ifina Trimulian
Kurator : Eko Widodo
Referensi
Alanis Tamara De La Cruz Pérez & Scott Graves. (04 Dec 2025).: Social Emotional Practices for Afrolatinx Youth: An Unexplored Area for School Psychology, School Psychology Review
Johan Berg. (2026). Countertransference struggles of mental health psychotherapists, Social Work in Mental Health
2026-02-10 | 08:10:00