RuangArtikel
Teknik Dasar Pijakan/Scaffolding Menurut Teori Vygotsky
PAUDPEDIA — Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, selama ini pernahkah mendengar nama Vygotsky? Vygotsky merupakan seorang psikolog asal Rusia yang dikenal atas kontribusinya dalam teori perkembangan anak. Salah satu teori yang digagas olehnya ialah teori pembelajaran sosial, diantaranya yaitu konsep scaffolding. Scaffolding ini biasa dikenal dengan istilah pijakan, yang terdiri dari pijakan sebelum bermain, saat bermain dan sesudah bermain. Nah sebelum kita membahas lebih jauh tiga pijakan tersebut, terlebih dahulu kita harus memahami apa yang dimaksud dengan scaffolding oleh Vygotsky ini?
Vygotsky memang percaya bahwa lingkungan sosial, baik guru, orang tua maupun teman sebaya berperan penting dalam membangun/meningkatkan pengetahuan serta membantu pemecahan masalah pada anak. Namun dalam teori asli Vygotsky tidak menyebutkan bahwa orang dewasa harus selalu membantu anak di setiap tantangan yang mereka hadapi, melainkan hadir untuk memberikan dukungan, motivasi dan membuat perencanaan yang matang agar anak mencapai kemampuan maksimal yang bisa dicapai olehnya. Nah proses/upaya inilah yang disebut dengan scaffolding/pijakan dalam teori Vygotsky.
Artinya apa? Ayah, Bunda dan Sobat PAUD perlu teliti dalam menerapkan konsep ini, karena sering kali scaffolding justru banyak salah kaprah dalam praktiknya sehingga seolah anak dipandang sebagai individu yang lemah yang hanya menunggu bantuan orang dewasa dalam bertindak/menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain itu juga memicu adanya kecenderungan memaksa untuk mencapai ekspektasi atau harapan tertentu. Untuk mencegah hal itu, mari kita bahas teknik dasar scaffolding berikut ini:
1. Fokus pada upaya memfasilitasi anak-anak mencari solusi/problem solving. Hal ini dapat Sobat PAUD lakukan dengan mendorong anak untuk berpikir kritis dan kreatif bukan dengan menuntun secara berlebihan untuk bertindak sesuai harapan keluarga atau guru. Hindari juga ekspektasi yang tidak sesuai dengan prinsip tumbuh kembang anak, misalnya mengharapkan anak cepat mahir calistung sebelum pada waktunya.
2. Memperhatikan keunikan setiap anak. Pembelajaran paling efektif itu adalah ketika guru mengetahui potensi, minat bakat dan tingkatan pengetahuan masing-masing anak, kemudian pembelajaran disesuaikan dengan keunikan tersebut.
3. Pembelajaran yang diciptakan mampu membangun hubungan emosional antara anak dengan materi dan metode yang digunakan. Tujuannya adalah untuk membantu mempertahankan minat dalam kegiatan belajar melalui pengelolaan hubungan emosional mereka dengan materi dan metode yang digunakan. Jadi, ada keterikatan anak dengan materi dan metode yang digunakan.
4. Menciptakan iklim emosional yang positif di dalam kelas. Guru perlu menciptakan iklim emosional melalui berbagai pendekatan dalam pembelajaran, desain pembelajaran, dan interaksi dengan anak. Karena, perasaan aman yang mendasar akan membantu mereka dalam bereksplorasi bahkan juga memudahkan proses adaptasi di lingkungan yang baru saat memasuki jenjang Pendidikan selanjutnya (sekolah dasar).
Itulah beberapa teknik dasar scaffolding/pijakan pembelajaran yang kita bahas kali ini, prinsip manakah yang sering Sobat PAUD terapkan?
Sobat PAUD konsep scaffolding ini sangat sejalan dengan prinsip kurikulum merdeka yang saat ini sedang digencarkan. Artinya apa? Pembelajaran itu tidak boleh rumit dengan memaksakan ambisi orang tua/guru, melainkan harus sederhana namun menantang minat dan segala potensi melalui aktivitas bermain bermakna.
Yuk terus update diri untuk menjadi orang tua dan guru hebat bagi anak-anak kita!!
Penulis: Ifina Trimuliana
Kurator: Dona Paramita
| Penulis | : Ifina Trimuliana |
| Kurator | : Dona Paramita |
Referensi
Christopher P. Brown, Mary Benson McMullen. (2006). The Wiley Handbook of Early Childhood Care and Education. In Wiley Handbooks in Education The (Vol. 1999, Issue December).
Jhang, J. C. (2018). Scaffolding in Family Relationships: A Grounded Theory of Coming Out to Family. Family Relations, 67(1), 161–175. https://doi.org/10.1111/fare.12302
Massing, C. (2018). Scaffolding immigrant early childhood teacher education students toward the appropriation of pedagogical tools. Journal of Early Childhood Teacher Education, 39(2), 73–89. https://doi.org/10.1080/10901027.2017.1408720
Park, M. H., Tiwari, A., & Neumann, J. W. (2020). Emotional scaffolding in early childhood education. Educational Studies, 46(5), 570–589. https://doi.org/10.1080/03055698.2019.1620692
2022-09-13 | 15:32:00
InfoTerkini
Kepala Sekolah Diminta Tancap Gas Jangan Tunggu Musim Hujan Datang, "Manfaatkan 'Sifat Cerewet' Demi Hasil Bangunan Revitalisasi Berkualitas dan Aman Audit”
Berita 2026-08-07 | 10:15:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55 di ...
selengkapnyaKelas PAUD yang Tenang, Belum Tentu Pertanda Anak Fokus Belajar
Ruang Artikel 2026-08-07 | 10:10:00
PAUDPEDIA–Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, kelas yang tenang sering dianggap sebagai tanda kualitas PAUDnya bagus karena pembelajaran be...
selengkapnyaKemendikdasmen Lantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Bangun Ekosistem Talenta Unggul dan Berkarakter
Berita 2026-08-07 | 10:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai langkah strategis dalam pembangunan ekosistem pengembangan talenta unggul di Indonesia melalui pelantika...
selengkapnyaFinalisasi Dokumen Perencanaan Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55, “Tiap Rupiah Keringat dan Pajak Rakyat. Amanah dan Integritas Kepala Sekolah PAUD Dipertaruhkan”
Berita 2026-08-07 | 10:00:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Kamis (6/8) sore, ruang pertemuan Hotel Claro di Kota Makassar terisi penuh oleh 268 kepala satuan pendidikan PAUD/TK yang datang dari lima provinsi: Sulawesi ...
selengkapnyaPerkuat Sinergi Pemerintah dan Keluarga, BBPMP Jabar Wujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak Dalam Peringatan Hari Anak Nasional ke-42
Berita 2026-08-06 | 10:15:00
PAUDPEDIA Bandung - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar serangkaian kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke...
selengkapnya