RuangArtikel
Sukseskan Imunisasi Campak, Diferi dan Rubella Di Satuan PAUD
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, sebagaimana yang pernah kita bahas sebelumnya bahwa imunisasi sangat penting untuk menjaga daya tubuh anak, agar terhindar dari berbagai penyakit menular. Diantara imunisasi yang wajib diberikan ialah imunisasi Campak, Difteri dan Rubella. Sebelum lanjut, mari kita kenali dulu ketiga penyakit ini.
Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella. Begitupun penyakit Difteri yang biasa menginfeksi tenggorokan (Difteri pernapasan) atau kulit (Difteri kulit). Untuk mencegah ketiga penyakit ini maka segeralah imunisasi buah hati Ayah Bunda. Lalu, apakah imunisasi ini hanya diberikan untuk bayi dan balita saja?
Bagaimana bagi anak didik kita di jenjang PAUD dan SD yang belum mendapatkan ketiga imunisasi ini? Sobat PAUD tidak perlu khawatir karena ketiga imunisasi tersebut masih bisa diberikan di sekolah masing-masing.
Namun, pelaksanaan imunisasi di jenjang PAUD dan SD sangat membutuhkan peran sekolah/guru dalam mengkampanyekan atau mensukseskannya. Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan:
1. Memberikan informasi pada orangtua atau wali murid tentang imunisasi Campak, Diteri dan Rubella melalui surat atau pada saat pertemuan orang tua murid
2. Memberikan informasi pada murid, orang tua dan wali murid tentang pentingnya imunisasi.
3. Mendistribusikan brosur imunisasi Campak, Difteri dan Rubella kepada murid dan memasang poster atau materi lainnya di lingkungan sekolah .
4. Menyiapkan ruangan untuk penyuntikan dan ruang tunggu setelah penyuntikan
5. Membantu mengatur alur pelayanan imunisasi di sekolah
6. Membantu pencatatan hasil imunisasi dan memberi tanda pada ujung bawah jari kelingking kiri dengan pen marker
7. Melaporkan pada petugas kesehatan bila ditemukan kasus diduga KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)
8. Mendata murid yang belum mendapatkan imunisasi karena sakit, tidak masuk sekolah atau alasan lainnya dan memastikan murid tersebut mendapatkan Imunisasi di sekolah atau fasilitas kesehatan lain selama kampanye berlangsung.
Ayah, Bunda Sobat PAUD saat ini keraguan imunisasi lebih tepat dianggap sebagai keadaan psikologis yang menggambarkan orang-orang yang menunjukkan keraguan dengan rasa ketidakpastian seputar keamanan pasca imunisasi. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan adapenolakan anaknya untuk diimunisasi. Oleh karena itu diperlukan dukungan untuk membangun kepercayaan pada sistem perawatan kesehatan, memberikan informasi yang jelas dan tentunya memberikan pelayanan terbaik untuk para orang tua yang membawa anaknya untuk melakukan imunisasi.
Lebih lanjut, guru juga perlu menyampaikan beberapa informasi penting lainnya, diantaranya yaitu:
- Datang ke pos imunisasi pada waktu yang telah ditentukan
- Pastikan anak sudah makan sebelum diimunisasi
- Sampaikan kondisi kesehatan anak kepada petugas (riwayat penyakit, pengobatan yang sedang dijalani, adanya cacat bawaan, riwayat kelahiran prematur, riwayat alergi atau riwayat reaksi berat setelah imunisasi sebelumnya). Tunggu selama 30 menit di tempat pelaksanaan imunisasi untuk memantau kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Demam ringan, ruam merah dan bengkak ringan di tempat suntikan adalah reaksi normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan
- Segera bawa anak ke fasilitas layanan kesehatan apabila ada kejadian ikutan pasca imunisasi seperti: demam tinggi, kejang dan pembengkakan di tempat suntikan
Yuk tanpa keraguan, sukseskan Program Imunisasi Campak, Difteri dan Rubella di satuan PAUD dan Sekolah Dasar!
Penulis: Ifina Trimuliana
Kurator: Retno Wulandari
Foto: palangkaraya.go.id
Referensi:
Pedoman Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella untuk Guru dan Kader. Kementerian Kesehatan Republin Indonesia
Motaze, N. V., Mthombothi, Z. E., Adetokunboh, O., Hazelbag, C. M., Saldarriaga, E. M., Mbuagbaw, L., & Shey Wiysonge, C. (2021). The impact of rubella vaccine introduction on rubella infection and congenital rubella syndrome: A systematic review of mathematical modelling studies. Vaccines, 9(2), 1–15. https://doi.org/10.3390/vaccines9020084
Toll, M., & Li, A. (2021). Vaccine sentiments and under-vaccination: Attitudes and behaviour around Measles, Mumps, and Rubella vaccine (MMR) in an Australian cohort. Vaccine, 39(4), 751–759. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2020.11.021
2022-08-04 | 13:06:00
InfoTerkini
Kepala Sekolah Diminta Tancap Gas Jangan Tunggu Musim Hujan Datang, "Manfaatkan 'Sifat Cerewet' Demi Hasil Bangunan Revitalisasi Berkualitas dan Aman Audit”
Berita 2026-08-07 | 10:15:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55 di ...
selengkapnyaKelas PAUD yang Tenang, Belum Tentu Pertanda Anak Fokus Belajar
Ruang Artikel 2026-08-07 | 10:10:00
PAUDPEDIA–Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, kelas yang tenang sering dianggap sebagai tanda kualitas PAUDnya bagus karena pembelajaran be...
selengkapnyaKemendikdasmen Lantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Bangun Ekosistem Talenta Unggul dan Berkarakter
Berita 2026-08-07 | 10:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai langkah strategis dalam pembangunan ekosistem pengembangan talenta unggul di Indonesia melalui pelantika...
selengkapnyaFinalisasi Dokumen Perencanaan Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55, “Tiap Rupiah Keringat dan Pajak Rakyat. Amanah dan Integritas Kepala Sekolah PAUD Dipertaruhkan”
Berita 2026-08-07 | 10:00:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Kamis (6/8) sore, ruang pertemuan Hotel Claro di Kota Makassar terisi penuh oleh 268 kepala satuan pendidikan PAUD/TK yang datang dari lima provinsi: Sulawesi ...
selengkapnyaPerkuat Sinergi Pemerintah dan Keluarga, BBPMP Jabar Wujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak Dalam Peringatan Hari Anak Nasional ke-42
Berita 2026-08-06 | 10:15:00
PAUDPEDIA Bandung - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar serangkaian kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke...
selengkapnya