RuangArtikel
Struktur Kurikulum Merdeka di Jenjang PAUD
PAUDPEDIA— Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, semenjak Covid19 tahun 2020 lalu berbagai krisis di dunia Pendidikan terus terjadi. Tidak hanya itu, berbagai problematika terkait kebijakan pembelajaran juga turut menjadi kendala yang dirasakan oleh peserta didik dan guru-guru kita selama ini. Oleh sebab itu pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi terus berupaya untuk pemulihan krisis tersebut dengan mengeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka. Dengan adanya kebijakan baru ini, tentu ada sedikit penyesuaian dari kurikulum sebelumnya (K13) yang harus Ayah Bunda dan Sobat ketahui. Penyesuaian tersebut diantaranya yaitu pada struktur kurikulum. Struktur pada Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran intrakurikuler, mengacu pada capaian pembelajaran yang terdiri dari tiga elemen yaitu: Nilai agama dan budi pekerti, jati diri, dasar-dasar literasi, sains, teknologi,rekayasa, seni dan matematika. Dengan demikian, maka acuan pembelajaran dan asesmen harus mengacu pada capaian tiga capaian tersebut.
Selanjutnya, pada kurikulum merdeka ini STPPA merupakan acuan penyelenggaraan layanan PAUD sehingga capaian pembelajaran sudah mencerminkan STPPA.
Kemudian, pada pembelajaran intrakurikuler pada intinya adalah bagaimana seorang guru dapat menciptakan bermain bermakna bagi anak sebagai perwujudan “merdeka belajar, merdeka bermain” sehingga kegiatan yang dipilih juga harus memberikan pengalaman yang menyenangkan. Nah kira-kira bagaimana caranya agar aktivitas bermain dapat bermakna bagi anak-anak? Nah berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus Sobat PAUD lakukan:
1) Pembelajaran bersifat “children center”, artinya pembelajaran berfokus pada pengembangan kompetensi dengan memperhatikan karakteristik anak, baik minat maupun gaya belajarnya. Dengan kata lain guru tidak lagi memaksakan konten/materi dan kegiatan sesuai keinginannya melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan anak itu sendiri.
2) Guru bertindak sebagai fasilitator BUKAN penentu, fasilitator berarti bertanggung jawab untuk memfasiltasi atau mewadahi segala bentuk aktivitas anak. Memberikan kebebasan/kesempatan untuk memilih sendiri aktivitas bermainnya “bermain dengan siapa, menggunakan apa dan bagaimana caranya” menjadi kewenangan anak itu sendiri saat bermain. Dalam hal ini bukan berarti guru lepas tangan dan tidak memperhatikan anak ya Ayah Bunda dan Sobat PAUD, tetapi saat itu guru bertanggung jawab mengawasi, mengamati, mencatat dan mendokumentasikan kegiatan anak tersebut sebagai bentuk penilaian otentik.
3) Memberikan pengalaman langsung, pengalaman langsung ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan sumber belajar yang dekat dengan lingkungan anak, kurikulum merdeka juga mendukung pembelajaran berbasis kearifan lokal atau memanfaatkan potensi alam yang ada di lingkungan sekitar. Dengan hal ini anak akan semakin akrab dengan lingkungannya dan juga pembelajaran akan semakin menarik karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan sumber belajarnya.
Selanjutnya Ayah, Bunda dan Sobat PAUD juga perlu tahu bahwa “tidak ada tema yang ditetapkan untuk pembelajaran intrakurikuler”. Satuan PAUD merdeka dalam merancang kegiatan pembelajaran, termasuk menentukan penggunaan tema, serta pemilihan topik tema (apabila satuan pendidikan memilih untuk menggunakan tema) sesuai dengan minat dan kedekatan anak.
2. Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), merupakan kegiatan khusus di luar kegiatan intrakuriler yang ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila sendiri artinya adalah perwujudan pelajar Indonesia yang merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Profil pelajar Pancasila sebagaimana yang tertuang Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 memiliki ciri yaitu: (1) berkebhinekaan global, (2) bergotong royong, (3) kreatif, (4) bernalar kritis, (5) mandiri, dan (6) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.
Dua struktur kurikulum yang dijelaskan di atas dapat diterapkan dengan menggunakan metode Project-Based Learning (PBL) dan pendekatan lainnya, artinya metode PBL ini dapat diterapkan baik di kegiatan intrakurikuler, maupun dalam kegiatan P5. Satuan PAUD merdeka dalam menerapkan pendekatan dan metode pembelajaran yang dirasa paling sesuai untuk dapat mencapai Capaian Pembelajaran ataupun profil pelajar Pancasila. Bagaimana cara implementasi Project Base Learning ini Ayah Bunda dapat baca di https://paudpedia.kemdikbud.go.id/komunitas-pembelajar/orang-tua-berbagi/Pendekatan-Proyek-Cara-Agar-Anak-Semangat-Belajar?ref=20201001161547&ix=3.
Penulis: Ifina Trimuliana
Kuator: Dona Paramita
Referensi
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2020-2024
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/Kr/2022 Tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka
2022-08-01 | 10:43:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnyaRevitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ...
selengkapnya