RuangArtikel
Safer Internet Day 2023, Lindungi Anak dan Perempuan Diranah Daring Dari Perundungan dan Kekerasan Seksual
PAUDPEDIA — Safer Internet Day merupakan sebuah inisiatif yang diperingati lebih dari 200 negara setiap 8 Februari. Inisiatif ini pertama kali dicetuskan dari EU Safe Borders Project pada tahun 2004 dan diambil alih oleh Insafe/INHOPE Network pada tahun 2005. Perayaan Safer Internet Day setiap tahunnya diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan berbagai masalah di dunia online yang perlu diperhatikan.
Salah satu masalah yang terus meningkat di dunia maya adalah kekerasan dan eksploitasi seksual anak online. Di era pandemi Covid-19 ini, intensitas anak-anak dalam penggunaan teknologi dan internet terus meningkat, yang mengakibatkan anak begitu rentan menjadi target predator seksual dan obyek dari kejahatan pornografi anak.
Melansir situs resminya, sejarah Hari Internet Aman Sedunia bermula dari inisiasi proyek Safe Borders UE pada tahun 2004 dan diambil oleh jaringan Insafe sebagai salah satu tindakan paling awal pada tahun 2005. Safer Internet Day atau Hari Internet Aman Sedunia telah berkembang dan kini dirayakan di ratusan negara dan wilayah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Tujuan diperingatinya Safer Internet Day atau Hari Internet Aman Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu online yang muncul dan menjadi kekhawatiran masyarakat saat ini. Seperti mulai dari cyberbullying hingga jejaring sosial juga identitas digital.
Hari Internet Aman Sedunia tahun 2023 diperingati pada tanggal 7 Februari 2023, yang jatih di hari Selasa.
Melansir situs resminya, Safer Internet Center mengusung Tema Hari Internet Aman Sedunia 2023 adalah 'Want to talk about it? Making space for conversations about life online' artinya 'Mau ngobrol? Memberi ruang untuk percakapan tentang kehidupan online'.
Bersama tema tersebut, kamu juga bisa menggunakan slogan 'Together for a better internet' artinya 'Bersama untuk internet yang lebih baik' dan membagikannya di media sosial masing-masing. Meriahkan pula dengan pilihan tagar berikut:
#SafeInternetDay2023#HariInternetAmanSedunia2023#SID2023
ECPAT Indonesia bersama Meta berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengambil momentum perayaan Safer Internet Day untuk mengangkat permasalahan kekerasan dan eksploitasi seksual anak online. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai agenda yang sangat menarik untuk diikuti oleh masyarakat umum khususnya oleh anak-anak dan orang muda dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran anak dan orang muda dalam membangun kebiasaan online yang aman agar terhindar dari kekerasan dan eksploitasi seksual anak online.
Survei Pengalaman Hidup
Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional Tahun 2021 yang dilakukan KemenPPPA dan BPS, sebanyak 8,7% perempuan berumur 15-64 tahun pernah mengalami pelecehan seksual secara online sejak berumur 15 tahun dan 3,3% perempuan mengalaminya dalam setahun terakhir.
Gambaran serupa dicatatkan Komnas Perempuan di Data Catatan Tahunan 2022 yang menunjukkan Laporan kasus KBGO menempati posisi tertinggi dalam pengaduan ke Komnas Perempuan di ranah publik, yakni mencakup 69% dari total kasus.
KemenPPPA mempergunakan peringatan Safer Internet Day sebagai momentum untuk memperkuat sinergitas dan memperluas cakupan kampanye “Dare to Speak Up” dan perlindungan anak di ranah daring dengan berbagai kementerian/Lembaga dan mitra pembangunan guna memastikan terciptanya lingkungan yang ramah dan aman bagi perempuan dan anak termasuk di ranah daring
Seperti diketahui internet menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua khususnya perempuan dan anak adalah harapan besar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Harapan ini muncul di tengah ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) pada perempuan dan anak yang terus meningkat di dunia maya.
“Di balik terdapat banyaknya manfaat positif dari internet, Kekerasan Berbasis Gender Online menjadi suatu ancaman bagi sumber daya manusia kita khususnya bagi anak-anak kita untuk merasa aman dalam memanfaatkan internet,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam peringatan Safer Internet Day di Pos Bloc, Jakarta.
KemenPPPA mempergunakan peringatan Safer Internet Day sebagai momentum untuk memperkuat sinergitas dan memperluas cakupan kampanye “Dare to Speak Up” dan perlindungan anak di ranah daring dengan berbagai kementerian/Lembaga dan mitra pembangunan guna memastikan terciptanya lingkungan yang ramah dan aman bagi perempuan dan anak termasuk di ranah daring
Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait berbagai masalah di dunia maya khususnya kepada perempuan dan anak dan mengajak masyarakat untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi di ruang-ruang virtual.
“Peringatan Safer Internet Day ini menjadi momentum yang sangat baik bagi kita bersama, untuk mempromosikan penggunaan internet yang aman, bertanggungjawab, dan positif untuk melindungi perempuan dan anak,” jelas Menteri PPPA.
Dalam peringatan Safer Internet Day juga dilakukan deklarasi bersama diantara Kemen
PPPA, Kominfo, UNICEF, ITU, British Embassy, PKPA, IPSPI, Huawei, Siber Kreasi, ID-COP, Yayasan Sejiwa, IWCS, ECPAT Indonesia dan SAFEnet untuk berkomitmen mengakhiri kekerasan berbasis gender online dan mewujudkan perlindungan perempuan dan anak dari ranah daring.
“Kemen PPPA juga sudah melakukan kampanye Dare to Speak up sejak tahun 2021, untuk mendorong perempuan dan anak-anak Indonesia, agar berani bersuara, melawan kekerasan dan berbagai perlakuan salah yang tidak semestinya mereka terima serta berani melapor agar bisa memberikan efek jera bagi pelaku melalui Call Center SAPA 129,” tutur Menteri PPPA.
Setidaknya beberapa bentuk kekerasan berbasis gender online yang seperti pendekatan untuk memperdaya (cyber grooming), pelecehan online (cyber harrasment), peretasan (hacking), konten ilegal (illegal content), pelanggaran privasi (infringement of privacy), ancaman distribusi foto/video pribadi (malicious distribution), pencemaran nama baik online (online defamation), dan rekrutmen online (online recrutment).
Melihat berbagai fakta ini, Menteri PPPA mengajak seluruh pihak bersama-sama terlibat dan mengambil peran dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan, serta mendukung terciptanya kesetaraan dan keadilan gender di ranah digital, sehingga perempuan dan anak mampu berperan dan menikmati setiap proses dari pembanguna
Penyunting Eko
Sumber KemenPPPA dan ECAP
2023-02-09 | 13:40:00
InfoTerkini
Kepala Sekolah Diminta Tancap Gas Jangan Tunggu Musim Hujan Datang, "Manfaatkan 'Sifat Cerewet' Demi Hasil Bangunan Revitalisasi Berkualitas dan Aman Audit”
Berita 2026-08-07 | 10:15:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55 di ...
selengkapnyaKelas PAUD yang Tenang, Belum Tentu Pertanda Anak Fokus Belajar
Ruang Artikel 2026-08-07 | 10:10:00
PAUDPEDIA–Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, kelas yang tenang sering dianggap sebagai tanda kualitas PAUDnya bagus karena pembelajaran be...
selengkapnyaKemendikdasmen Lantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Bangun Ekosistem Talenta Unggul dan Berkarakter
Berita 2026-08-07 | 10:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai langkah strategis dalam pembangunan ekosistem pengembangan talenta unggul di Indonesia melalui pelantika...
selengkapnyaFinalisasi Dokumen Perencanaan Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55, “Tiap Rupiah Keringat dan Pajak Rakyat. Amanah dan Integritas Kepala Sekolah PAUD Dipertaruhkan”
Berita 2026-08-07 | 10:00:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Kamis (6/8) sore, ruang pertemuan Hotel Claro di Kota Makassar terisi penuh oleh 268 kepala satuan pendidikan PAUD/TK yang datang dari lima provinsi: Sulawesi ...
selengkapnyaPerkuat Sinergi Pemerintah dan Keluarga, BBPMP Jabar Wujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak Dalam Peringatan Hari Anak Nasional ke-42
Berita 2026-08-06 | 10:15:00
PAUDPEDIA Bandung - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar serangkaian kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke...
selengkapnya