RuangArtikel
Pola Asuh Sehari-hari yang Diam-diam Dapat Merusak Mental Anak
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, tanpa disadari cara asuh yang dilakukan setiap hari dapat berdampak besar bagi kesehatan mental anak. Teguran yang berulang, kurangnya empati, atau tuntutan berlebihan sering dianggap hal biasa, padahal dapat mempengaruhi rasa aman dan kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk lebih peka terhadap pola asuh sehari-hari yang berisiko merusak mental anak.
Berikut beberapa cara asuh sehari-hari yang tanpa disadari dapat berdampak pada mental anak:
- Mudah Marah Saat Menghadapi Anak
Saat orang tua marah dan sulit menahan emosi, anak dapat merasa takut dan tidak nyaman. Anak menjadi ragu untuk berekspresi dan cenderung menyimpan perasaannya sendiri. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mempengaruhi kestabilan emosi anak.
- Terlalu Sering Menegur dengan Nada Keras
Menegur anak memang diperlukan, tetapi jika dilakukan terlalu sering dan dengan nada keras, anak dapat merasa tertekan. Anak akan lebih fokus menghindari kesalahan daripada belajar memahami mana perilaku yang baik.
- Kurang Mendengarkan Perasaan Anak
Sobat PAUD, perasaan anak perlu diperhatikan dan dihargai. Jika orang tua jarang mendengarkan atau menganggap perasaan anak tidak penting, ia bisa merasa tidak dipahami. Hal ini membuat anak sulit mengungkapkan emosi dan kebutuhannya.
- Stres Orang Tua yang Dilampiaskan ke Anak
Masalah dan kelelahan orang tua sering terbawa ke dalam pola asuh. Saat orang tua sedang stres, respon terhadap anak bisa menjadi kurang sabar. Kondisi ini dapat membuat anak ikut merasa tertekan dan tidak tenang.
- Kurangnya Kepekaan Orang Dewasa Terhadap Emosi Anak
Anak membutuhkan dukungan dan perhatian agar merasa dihargai. Jika anak lebih sering dituntut daripada diberi dukungan, anak bisa merasa tidak cukup baik. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri anak.
Pola asuh yang penuh perhatian, konsisten, dan memahami perasaan anak sangat penting untuk menjaga kesehatan mentalnya. Dengan membangun hubungan yang hangat dan aman, orang tua dan pendidik dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya diri dan emosi yang seimbang.
Penulis : Indie Syahra Aulia
Editor : Dr. Ifina Trimuliana, M.Pd
Kurator : Ekho Widodo, M.Ars.
Referensi
Iwanski, A., Vierhaus, M., Lichtenstein, L., Spangler, G., Paulus, J., Werner, C., & Zimmermann, P. (2025). Parental emotion regulation and children's mental health: Longitudinal mediation by parenting stress and sensitive challenging parenting. Personality and Individual Differences, 246, 113262.
McMahon, E. L., Ward, B. T., Aston, H., & Scholer, S. J. (2025). Parenting styles and interventions for the child health clinician. Current Problems in Pediatric and Adolescent Health Care, 55, 101864.
2026-02-06 | 16:00:00