RuangArtikel
Penerapan Model Pembelajaran High Scope di Satuan PAUD
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, saat anak-anak menjadi pembelajar aktif,gurupun seharusnya juga demikian, senantiasa berupaya meningkatkan berbagai keterampilanuntuk menjadi guru yang profesonal. Diantaranya yaitu dengan membuat evaluasi harian dan perencanaan menggunakan petunjuk perkembangan anak. Selain itu juga menilai pengalaman dan kegiatan kelas sehingga memperoleh pandangan baru dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan keunikan masing-masing anak.
Aspek penting dari model High/Scope adalah peranan guru dalam berinteraksi dengan anak.Meskipun pembelajaran tersebut berpusat pada anak bukan berarti selama proses pembelajaran guru kehilangan perannya.
Guru memang tidak mempunyai naskah baku saat bersama anak-anak, melainkan harusmenyimak dengan cermat apa yang direncanakan oleh anak itu sendiri dan ikut terlibat bermain bersama mereka untuk membantu mengembangkan kegiatan mereka ke tingkat yang lebih menantang.
Selain itu, anak juga diajak untuk terlibat untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan kegiatan apa yang akan dilakukan pada hari itu. Peran guru dalam pendekatan ini adalah meningkatkan motivasi anak belajar hal baru, mengamati ketertarikan anak dalam belajar, menyiapkan lingkungan belajar, membantu melakukan plan-do-review, dan berinteraksi dengan anak.
Selanjutnya, guru juga membuat catatan singkat selama beberapa bulan yang menjelaskan tentang perilaku anak-anak dalam enam bidang perkembangan: (1) inisiatif, (2) hubungan sosial, (3) gambaran kreatif, (4) musik dan gerakan, (5) bahasa dan kemampuan membaca menulis, dan (6) logika dan matematika. Guru kemudian menggunakan catatan ini untuk mengelompokkan perilaku anak berdasarkan tingkat capaian perkembangannya.
Kira-kira berdasarkan penjelasan di atas, dalam penerapan model pembelajaran high scope ini kira-kira apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu untuk memulai aktivitas pembelajaran? Yuk kita bahas contoh langkah yang dapat Sobat PAUD lakukan:
1. Waktu menyapa – memberikan transisi yang halus antara rumah dan Sekolah. Guru dapat menyambut anak dengan hangat sehigga ia nyaman berada di sekolah.
2. Waktu kelompok besar – anak-anak dan guru berkumpul untuk berbagi informasi tentang hari/sesi, bercerita, bermain game kelompok, menyanyikan lagu, menari maupun memainkan alat musik
3. Waktu kelompok kecil – anak-anak diberikan kesempatan memilih aktivitas bermain mereka.
4. Merencanakan waktu – anak-anak menunjukkan apa yang ingin mereka lakukan dalam bermain, apa yang dapat mereka gunakan dan dengan siapa mereka dapat bermain.
5. Melakukan –melaksanakan rencana yang mereka buat, kemudian guru berinteraksidengan anak-anak untuk memperluas permainan mereka, mendorong pemikiran mereka untuk lebih kreatif lagi, mengembangkan bahasa serta mendukung pemecahan masalah.
6. Waktu merapikan – anak-anak dan guru bekerja sama untuk merapikan alat dan bahan yang telah mereka gunakan, kemudian menunjukkan hasil karyanya.
7. snack time dan recall time – anak-anak ditawari minuman dan snack sehat sambilmelakukan percakapan tentang aktivitas yang telah dilakukan.
8. Waktu kelompok besar – menyanyikan beberapa lagu penutup dan kemudian bersiap pulang.
Itulah contoh langkah pembelajaran yang dapat Ayah, Bunda dan Sobat PAUD lakukan bersama anak-anak di satuan PAUD. Jangan lupa ya dalam model high scope anak adalah pembelajar aktif yang berhak mendapatkan waktu eksplorasi untuk mencapai perkembangan yang maksimal.
Yuk peduli dengan tumbuh kembang anak kita dengan TIDAK mendikte mereka selama aktivitas pembelajaran!!
Penulis: Ifina Trimuliana
Kurator: Retno Wulandari
Referensi:
Holt, N. (2010). Bringing the High Scope Approach to your Early Years Practice. In Bringing the High Scope Approach to your Early Years Practice. https://doi.org/10.4324/9780203851791
2022-07-13 | 22:12:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnyaRevitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ...
selengkapnya