RuangArtikel
Model Pembelajaran High Scope dalam Pendidikan Anak Usia Dini
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, model pembelajaran high scope mungkin tidak asing lagi dalam dunia pendidikan anak usia dini, model ini merujuk pada teori Piaget yang percaya bahwa anak sebagai pembelajar aktif, belajar dengan cara terbaik melalui kegiatan yang mereka rencanakan, laksanakan, dan refleksikan sendiri.
Istilah high scope sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu high berarti tinggi, diartikan sebagai “tingkat pencapaian individu” yang diharapkan dicapai oleh anak. Scope berarti lingkup, diartikan sebagai rentang (lingkup) pengalaman yang dapat kita tawarkan kepada anak-anak untukmendukung mereka mencapai tingkat pencapaian tersebut. Lalu apa yang dapat dilakukan orang dewasa pada model ini? berikut adalah yang dapat Ayah Bunda lakukan:
- Mengamati, membantu, dan memperluas hasil karya anak-anak jika memang diperlukan.
- Membantu anak untuk memilih apa yang akan mereka lakukan setiap hari, melaksanakan rencana mereka dan mengulang kembali yang telah mereka pelajari.
- Menyediakan konteks bagi pengalaman, membantu anak-anak memikirkannya dengan logis, dan melalui pengamatan, memahami kemajuan anak dan menopang pembelajaran lebih lanjut berdasarkan pada tingkat dan minat perkembangan sang anak
- Orang dewasa juga dapat mendorong anak-anak mengambil keputusan, memecahkan masalah, atau terlibat dalam kegiatan mereka mengenai suatu topik dan memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki yang meliputi semua bidang intelektual, sosial, dan perkembangan fisik.
Orang dewasa yang menggunakan model High/Scope harus benar-benar berkomitmen dalam menyediakan situasi di mana anak-anak bisa belajar dengan aktif dan membangun pengetahuan mereka sendiri. Banyak pengetahuan yang dimiliki anak-anak berasal dari interaksi pribadi dengan ide-ide, pengalaman dengan objek dan kegiatan fisik, dan penerapan pemikiran logis terhadap semua pengalaman. Dalam kegiatan pembelajaran juga harus menggunakan media yang menarik perhatian anak, sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak usia dini.
Di daerah atau tempat terpencil dengan sumber daya yang terbatas dapat memanfaatkan materi dari alam, barang-barang bekas rumah tangga, dan materi lain yang ada, dapat digunakan.
Lalu bagaimana penataan lingkungan belajar pada model high scope ini? Ayah, Bunda…ruangan akan diatur sebagai area untuk mendukung pilihan dan minat anak. Kita dapatmenyediakan akses yang mudah ke berbagai bahan, baik buatan manusia maupun bahan alami untuk mendukung mereka belajar mandiri. Anak-anak perlu tahu di mana mereka dapat mengambil alat dan bahan bermain yang akan mereka gunakan, kemudian mengembalikannya setelah digunakan. Pastinya orang dewasa juga sudah memastikan keamanan dari bahan-bahan tersebut. Tentu hal ini berguna untuk memupuk rasa percaya diri dengan kemampuan yangmereka gunakan. Berikut adalah contoh alat dan bahan yang dapat digunakan:
• Benda sehari-hari, seperti panci, wajan, palu, paku, seprai, kotak, kertas
• Bahan alami, misalnya batu, kerang, daun, ranting, kerikil, dll.
• Alat sederhana seperti kuas, pel, gunting, stapler, klip kertas, selang, kaleng penyiram
• Barang besar dan berat, contoh balok besar, papan kayu, kotak, peti, sepeda
• Benda yang lebih kecil, misalnya lego, kancing, mobil mainan, pasta, manik-manik dsb.
Penulis: Ifina Trimulana
Kurator: Retno Wulandari
Referensi:
Holt, N. (2010). Bringing the High Scope Approach to your Early Years Practice. In Bringing the High Scope Approach to your Early Years Practice. https://doi.org/10.4324/9780203851791
2022-07-13 | 22:10:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnyaRevitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ...
selengkapnya