RuangArtikel
Hati-Hati! Gawai Bisa Sebabkan Kerusakan Otak/Brainrot pada Anak
PAUDPEDIA— Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, anak-anak masa kini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi, di mana gawai seperti ponsel atau tablet semakin mudah diakses dan digunakan. Istilah ‘brainrot’ merujuk pada penurunan kemampuan mental atau intelektual, yang sering dianggap sebagai akibat dari konsumsi konten digital berlebihan, terutama konten online.
Penggunaan gawai secara berlebihan dapat mengganggu koneksi antar bagian otak anak. Saat anak terlalu lama menatap layar, otaknya tidak aktif sebagaimana saat bereksplorasi dengan lingkungan sekitar. Akibatnya, waktu layar yang berlebihan justru bisa menghambat perkembangan otak anak. Apa saja bahayanya? Yuk langsung saja kita simak penjelasan berikut ini:
- Penggunaan gawai yang berlebihan berisiko mengganggu perkembangan otak, khususnya otak kecil (cerebellum). Bagian otak ini sangat penting karena berperan dalam fungsi eksekutif yang mengatur koordinasi gerakan, kemampuan berbicara, serta berbagai proses berpikir lainnya. Kerusakan otak akibat kecanduan gawai juga dapat mengganggu kemampuan otak untuk mengingat, merencanakan sesuatu, dan membuat keputusan.
- Anak menjadi kurang peka secara emosional, mengalami kelelahan berpikir, dan memiliki pandangan negatif tentang diri sendiri, pada akhirnya dapat memicu stres, cemas, dan depresi.
- Gawai dirancang untuk terus memberikan rangsangan yang memicu produksi dopamine zat kimia di otak yang menimbulkan rasa senang. Akibatnya, anak cenderung sulit berhenti menggunakan gawai karena otaknya terus mencari rasa senang itu.
- Gangguan konsentrasi dan perhatian, anak yang terlalu sering terpapar gawai, terutama dengan konten yang cepat berubah dan sangat merangsang (seperti video pendek atau animasi dengan potongan cepat), cenderung mengalami kesulitan untuk fokus dalam waktu lama, karena ia cepat bosan, gelisah, atau mudah teralihkan. Hal ini berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk menyerap informasi secara mendalam.
- Penurunan kemampuan bahasa dan sosial. Anak usia dini perlu sering berinteraksi langsung dengan orang lain untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Tapi jika anak lebih sering bermain gawai daripada berbicara dengan orang tua, guru, atau teman, maka kemampuan bicara dan kosa kata mereka bisa terhambat. Konten di layar biasanya bersifat pasif, sehingga anak tidak terbiasa interaksi dua arah, seperti menjawab, atau menyampaikan pikirannya sendiri, padahal hal tersebut penting untuk perkembangan bahasa dan sosial anak.
Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, melihat beberapa ancaman/bahaya brainrot akibat paparan gawai di atas, sudah semestinya kita mengambil langkah bijak melindungi anak-anak kita dengan cara: mengatur waktu penggunaan gawai, memilih konten digital yang sesuai, dan melibatkan anak dalam aktivitas non-digital seperti mengajak anak mengeksplorasi berbagai hal yang ada di sekitar lingkungan.
Yuk, lindungi masa depan anak dari risiko brainrot dengan membiasakan aktivitas non-digital setiap hari!!!
Penulis : Ifina Trimuliana
Kurator : Retno Wulandari
Referensi
Ayşe Müge Yazgan. (2025). The Problem of the Century : Brain Rot. Journal of Society Research, March.
Gross, Tobey; Guglielmucci, Fanny; Narvaez, Cesar; Zerrouki, Y. (2025). BRAINROT. Gesis.
Yousef, A. M. F., Alshamy, A., Tlili, A., & Metwally, A. H. S. (2025). Demystifying the New Dilemma of Brain Rot in the Digital Era: A Review. Brain Sciences, 15(3). https://doi.org/10.3390/brainsci15030283
2025-07-03 | 14:29:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnyaRevitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ...
selengkapnya