RuangArtikel
Hadirkan Layanan PAUD Holistik Integratif di Taman Penitipan Anak (TPA)
PAUDPEDIA — Ayah, Bunda Sobat PAUD, dalam konteks layanan PAUD berkualitas termasuk Taman Penitipan Anak (TPA), salah satu yang menjadi perhatian pada upaya Pemerintah adalah menghadirkan layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di satuan PAUD dan dilanjutkan di rumah peserta didik. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan esensial, maka ada 8 (delapan) indikator yang dihadirkan sebagaimana berikut ini:
- Kelas orang tua, wahana untuk berbagi informasi mengenai kebutuhan esensial anak (intervensi gizi-sensitif).
- Pemantauan Pertumbuhan Anak (tinggi/ berat badan dan lingkar kepala)
- Pemantauan Perkembangan Anak (DDTK/KPSP/KMS/KIA/ KKA)
- Berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui pembiasaan.
- Memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan/atau makanan bergizi secara berkala (minimal 3 bulan sekali)
- Memantau kepemilikan identitas (NIK) peserta didik.
- Ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih (minimal, menggunakan material sederhana dan ada air mengalir)
Layanan TPA secara program menghadirkan pemenuhan kebutuhan esensial tersebut dengan durasi sejak pagi sampai sore hari. Hadirnya TPA menjadi salah satu solusi bagi orang tua pekerja.

“Sebagian orang tua pekerja menitipkan anaknya di TPA, karena bagi sebagian orang tua memahami bahwa TPA selain memberikan pengasuhan yang dibutuhkan oleh anak juga memberikan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak. Layanan yang holistik juga disiapkan dalam program TPA. Disarankan juga stimulasi yang diberikan di TPA, dilanjutkan juga ketika anak di rumah sehingga keberlanjutan stimulasi tumbuh kembang anak akan semakin optimal,” ungkap Komalasari (Plt. Direktur PAUD).
Lebih lanjut dikemukakan Komalasari, “Orang tua pekerja pasti menginginkan anaknya diasuh oleh pengasuh yang memahami kebutuhan dan perkembangan anaknya. TPA menekankan pada pengasuhan dan optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini secara holistik sehingga keberadaannya sangat bermanfaat bagi orang tua pekerja yang menitipkan anaknya ke TPA.”
Sejalan dengan hal tersebut, pada pertemuan pertama G-20 Education Working Group (EdWG) 2022 telah menyepakati komitmen untuk mendukung empat agenda prioritas bidang pendidikan yang diharapkan dapat menjadi solusi bersama untuk bangkit dari situasi pandemi. Adapun keempat agenda dimaksud sebagai berikut:
- Universal Quality Education,
- Solidarity and Partnership,
- Digital Technologies in Education, and
- Future of Work Post COVID-19
Pada Pendidikan Berkualitas untuk Semua, maka berbagai stakeholder mengaitkan hal tersebut dengan upaya penyediaan layanan PAUD,dengan keterlibatan orang tua sebagai salah satu mitra.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia turut menyoroti hal yang sama terkait dengan ibu pekerja. Pada Focus Group Discussion G20 Side Event on Care Economy dengan tema The Future of Care Economy for Women, Children, and Quality Jobs: Passing on The Baton and Translating the G20 Commitment into Concrete Actions disampaikan bahwa anak-anak perlu dipenuhi kebutuhannya sesuai dengan usia mereka. Heterogenitas tersebut dikaitkan antara perempuan pekerja dan anak-anak mereka dengan jenis layanan penitipan anak. Untuk berkembang sepenuhnya, anak-anak yang lebih muda (0-2 tahun) banyak bergantung pada pengasuh. Sementara itu, anak-anak berusia 3-5 tahun lebih diuntungkan dari stimulasi pendidikan, interaksi sosial. Kedua kelompok usia memerlukan kombinasi perawatan, pengasuhan dan pembelajaran anak usia dini.

Pada kesempatan tersebut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyampaikan dalam upaya memberikan pengasuhan anak yang berkualitas, maka peningkatan kualitas dan ketersediaan perawatan bagi anak usia 0-2 tahun dan 3-5 tahun dapat dihadirkan di setiap Satuan PAUD di Indonesia. Tujuannya adalah mendukung capaian target penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024, melalui hadirnya layanan PAUD Berkualitas.
Pada proses mengupayakan terwujudnya PAUD Berkualitas, maka dihadirkan:
- Kualitas proses pembelajaran
Hadirnya proses pembelajaran menyenangkan melalui bermain dapat menstimulasi seluruh aspek tumbuh kembang anak, pembelajaran dilakukan kontekstual sesuai kondisi sosial budaya anak sehingga bermakna bagi anak, dan terbangun interaksi positif antara anak dan pendidik
- Kemitraan dengan orang tua
Umumnya satuan PAUD menyelenggarakan layanan PAUD hanya beberapa jam. Pada dasarnya anak usia dini lebih banyak berada di rumah daripada di satuan PAUD. Kemitraan dengan orang tua menjadi hal yang mutlak mesti dilakukan, untuk mendorong terjadinya keberlanjutan optimalisasi tumbuh kembang anak di rumah peserta didik. Melalui kelas orang tua/parenting, maka sosialisasi terkait optimalisasi tumbuh kembang anak menjadi sangat penting dilakukan.
- Dukungan pemenuhan layanan esensial anak usia dini di luar Pendidikan (8 indikator PAUD HI).
- Kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya.
Keberpihakan Satuan PAUD kepada anak usia dini yang berkebutuhan khusus diwujudkan dengan penyediaan lingkungan yang inklusif. Iklim aman yang dihadirkan juga untuk memastikan tidak terjadi intolerasi, perundungan, dan kekerasan (fisik dan seksual) pada anak usia dini.
| Penulis | : Beryana Evridawati |
| Editor | : Ifina Trimuliana |
Daftar Pustaka:
https://dapo.kemdikbud.go.id/sp tanggal 24 Oktober 2022
(https://heckmanequation.org/).
Pedoman Peran Bunda PAUD. 2021. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta.
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak. 2015. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta
2022-11-10 | 10:30:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnyaRevitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ...
selengkapnya