RuangArtikel
Faktor yang Mempengaruhi Transisi PAUD - SD
PAUDPEDIA--Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, transisi atau peralihan anak dari masa PAUD ke Sekolah Dasar (SD) merupakan hal penting yang perlu menjadi perhatian baik oleh orang tua maupun guru. Pemahaman tentang transisi PAUD ke SD sangat dibutuhkan oleh guru terutama guru kelas Satu SD lho. Mengapa demikian? Karena anak kelas ini memerlukan dukungan untuk membantu mereka beradaptai di sekolah yang tentu saja berbeda dengan lingkungan PAUD yang mereka tempuh sebelumnya. Masa transisi ini berkaitan dengan kesiapan anak untuk bersekolah yang membutuhkan keterlibatan orang tua (keluarga), guru PAUD dan SD kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3) agar anak siap menerima perubahan suasana pembelajaran baru.
Peralihan PAUD ke SD bisa menjadi pengalaman positif atau negatif bagi anak. Pengalaman pertama sekolah dan sikap terhadap sekolah dapat sangat mempengaruhi hasil belajar selanjutnya, serta perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Proses transisi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan transisi yang positif, sehingga anak-anak perlu mendapat kenyamanan, dukungan, dan dihargai agar siap untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar yang baru.
Nah, Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, apa saja faktor yang perlu diperhatikan agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan SD di masa transisi? Yuk kita simak penjelasan berikut ini:
1. Pengetahuan dan Ekspektasi Guru
Harapan guru yang tinggi terhadap kemampuan anak adalah faktor yang menyebabkan kesulitan anak-anak dalam transisi. Guru harus memiliki harapan positif untuk semua siswa; membantu anak mengembangkan rasa memiliki; mengakui nilai-nilai anak dan minat setiap anak; melibatkan anak dalam pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan; memberi perhatian, dukungan, pujian, memberi respon positif kepada anak; serta membantu anak-anak membangun identitas positif sebagai siswa. Pengetahuan guru tentang perkembangan anak-anak penting karena membantu menyediakan kerangka kerja untuk memahami apa yang anak-anak mungkin mampu capai pada usia tertentu.
2. Komunitas Kemitraan Sekolah
Berbagai hasil kajian menunjukkan bahwa transisi yang sukses ditandai dengan upaya untuk menciptakan hubungan berkelanjutan antara semua pihak yang terlibat dalam lingkungan belajar anak yaitu orang tua, guru PAUD, guru SD kelas awal, serta lembaga masyarakat yang terkait. Kemitraan sekolah dan keluarga mendorong partisipasi, kolaborasi, dan komunikasi yang memfasilitasi proses transisi yang sukses.
3. Karakteristik Orang Tua dan Keluarga
Status sosial ekonomi, pekerjaan, dan pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak juga mempengaruhi masa transisi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sikap orang tua terhadap sekolah juga dapat mempengaruhi, jika orang tua mendukung dan berpikir positif maka anak cenderung lebih percaya diri masuk sekolah tersebut, sebaliknya jika orang tua cemas maka anak juga menjadi cemas dan muncul perasaan negative lainnya. Pendidikan ibu dan pengasuhan positif juga terbukti menunjukkkan keberhasilan anak di masa transisi. Masa transisi berhasil apabila orang tua dan guru dapat bekerja sama saling melengkapi untuk mengisi kekurangan yang diperoleh anak di sekolah maupun di rumah.
4. Faktor Budaya dan Lingkungan Masyarakat
Sekolah dapat menciptakan suasana yang menumbuhkan rasa memiliki dan menghargai setiap individu yang berada di dalamnya. Agar suasana tersebut tercapai dibutuhkan dukungan dari semua warga sekolah baik guru maupun siswa, serta masyarakat sekitar dengan menyediakan lingkungan yang dapat menjadi sumber belajar bagi anak serta memberikan suasana yang kondusif untuk anak belajar. Masyarakat sekitar juga dapat memberi bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan, serta menunjukkan budaya setempat yang bernilai positif kepada anak.
5. Faktor terkait Anak Sendiri
Perkembangan anak dan pola asuh yang diterima anak juga berpengaruh terhadap peralihan ke sekolah formal. Anak-anak yang memiliki perkembangan yang baik serta mendapat pola asuh positif dapat melewati masa transisi dengan baik. Kemampuan sosial yang baik juga mendukung keberhasilan anak melewati masa transisi dengan baik. Guru dan orang tua perlu memahami sejauh mana perkembangan yang sudah dicapai anak, mana yang perlu distimulasi lebih lanjut, dan metode mengajar apa yang cocok untuk anak-anak agar semuanya mampu melewati masa transisi.
6. Masalah Kesehatan Mental
Beberapa hasil kajian menemukan bahwa anak-anak juga bisa mengalami gangguan mental pada saat masa transisi ke sekolah formal, ada yang juga sering berpura-pura sakit, mengeluh tentang sekolah, tertekan, dan merasa enggan untuk datang ke sekolah. Guru perlu menjalin hubungan dengan orang tua atau pengasuh anak agar memperoleh dukungan maupun pengalaman belajar yang baik dan positif di sekolah maupun di rumah selama masa transisi ke sekolah formal.
7. Kesejahteraan sebagai Prinsip Dasar Transisi PAUD ke Sekolah
Penting untuk mempertimbangkan transisi ke sekolah sebagai isu kesejahteraan. Jika kesejahteraan anak-anak tidak terjamin, maka anak-anak akan merasa kewalahan dan stres dengan tugas-tugas sekolah dan dapat berkembang menjadi perilaku dan gejala putus sekolah. Oleh karena itu, kebutuhan anak-anak untuk bersekolah juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan pada masa transisi sekolah, seperti pakaian, makanan, minuman, buku, balpoin, buku pelajaran, serta media pembelajaran yang mendukung pembelajaran anak; mencegah anak dari bullying dan pelecehan; serta menghindari stress atau tekanan saat berada di sekolah.
Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, demikianlah beberapa factor yang mempengaruhi transisi PAUD-SD, mari bersama-sama menciptakan suasana sekolah yang ramah dan nyaman agar mereka dapat melewati masa transisi dengan baik. Yuk kunjungi https://ditpsd.kemdikbud.go.id/transisipaudsd/ untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
Penulis : Felisitas Ndeot
Editor : Ifina Trimuliana
Kurator : Ilman Saputra
Referensi:
Astbury, B. (2009). Evaluation of transition: A positive start to school pilots. Melbourne: University of Melbourne Centre for Program Evaluation.
Fridani, L. (2014). School readiness and transition to primary school: A study of teachers, parents and educational policy makers’ perspectives and practices in the capital city of Indonesia (Doctoral dissertation, Monash University).
2023-02-28 | 10:29:00
InfoTerkini
Kepala Sekolah Diminta Tancap Gas Jangan Tunggu Musim Hujan Datang, "Manfaatkan 'Sifat Cerewet' Demi Hasil Bangunan Revitalisasi Berkualitas dan Aman Audit”
Berita 2026-08-07 | 10:15:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55 di ...
selengkapnyaKelas PAUD yang Tenang, Belum Tentu Pertanda Anak Fokus Belajar
Ruang Artikel 2026-08-07 | 10:10:00
PAUDPEDIA–Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, kelas yang tenang sering dianggap sebagai tanda kualitas PAUDnya bagus karena pembelajaran be...
selengkapnyaKemendikdasmen Lantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Bangun Ekosistem Talenta Unggul dan Berkarakter
Berita 2026-08-07 | 10:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai langkah strategis dalam pembangunan ekosistem pengembangan talenta unggul di Indonesia melalui pelantika...
selengkapnyaFinalisasi Dokumen Perencanaan Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55, “Tiap Rupiah Keringat dan Pajak Rakyat. Amanah dan Integritas Kepala Sekolah PAUD Dipertaruhkan”
Berita 2026-08-07 | 10:00:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Kamis (6/8) sore, ruang pertemuan Hotel Claro di Kota Makassar terisi penuh oleh 268 kepala satuan pendidikan PAUD/TK yang datang dari lima provinsi: Sulawesi ...
selengkapnyaPerkuat Sinergi Pemerintah dan Keluarga, BBPMP Jabar Wujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak Dalam Peringatan Hari Anak Nasional ke-42
Berita 2026-08-06 | 10:15:00
PAUDPEDIA Bandung - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar serangkaian kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke...
selengkapnya