RuangArtikel
Calistung Bukan Segalanya: Risiko Terlalu Memaksakan pada Anak Usia Dini
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, banyak orang tua merasa bangga ketika anaknya lebih cepat bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung) begitu juga sebaliknya orang tua begitu stress saat anak belum mahir calistung. Akhirnya anak terus dipacu untuk segera menguasai calistung seolah ini tanda mutlak kepintaran dan keberhasilan belajar. Berdalih “demi kebaikan anak” padahal dibaliknya ada pemaksaan yang tidak seharusnya dilakoni oleh anak untuk memenuhi ego sebagai orang tua.
Pada usia ini harusnya mereka punya hak untuk bermain dan melakukan berbagai eksplorasi yang justru penting untuk tumbuh kembang mereka. Ambisi dan ekspektasi orang tua memaksa mereka untuk fokus pada tuntutan akademik yang belum semestinya mereka lakukan. Seolah menutup mata bahwa bermain merupakan cara belajar anak yang sesungguhnya.
Melihat maraknya tuntutan calistung ini, membuat kita perlu menyadari bahwa tuntutan ini dapat membawa banyak kerugian untuk perkembangan anak. Bukan hanya memicu stress tetapi dapat menghambat berbagai potensi yang dimiliki. Kenapa bisa seperti itu? yuk kita simak penjelasan berikut ini:
- Calistung hanya bagian kecil dari kemampuan yang perlu dimiliki anak, tapi masih banyak aspek lain yang perlu distimulasi dengan baik, yaitu aspek sosial emosional seperti: melatih kemampuan sosialiasi, adaptasi dan interaksi anak, memahami aturan, bertanggung jawab, mandiri dan lain sebagainya. Aspek bahasa seperti: melatih kemampuan anak untuk mengemukakan pendapat, menyimak, memahami perintah. Begitu juga dengan aspek kognitif, nilai agama dan moral. Jadi, kalau Ayah Bunda hanya fokus pada kemampuan calistung saja berarti akan ada aspek lainnya yang TIDAK distimulasi. Tentunya hal ini akan berdampak buruk perkembangan anak di masa yang akan datang.
- Berawal dari ekspektasi dan ambisi orang tua anak kehilangan kesempatan mengasah kreativitas lainnya. Ekspektasi dan ambisi terkadang sering kali membuat anak kehilangan kesempatan berharga untuk mengasah kreativitasnya. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bermain dan berimajinasi justru habis untuk mengejar calistung. Padahal jika anak terlalu cepat dibebani tuntutan akademik, justru membuat anak kehilangan rasa ingin tahu alami dan kesenangan untuk belajar. Mengapa demikian? Karena pengalaman awal mereka sudah disuguhkan dengan cara yang tidak menyenangkan.
- Terlalu memaksakan justru dapat membunuh potensi anak. Ayah, Bunda dan Sobat PAUD apakah pernah melihat bibit mangga yang baru sejengkal atau dua jengkal dari tanah. Coba bayangkan, karena pemilik ingin cepat mangganya cepat tumbuh besar, berbuah lebat dan manis akhirnya mangganya diberi pupuk sekarung. Kira-kita apa yang terjadi sama bibit mangganya? Benaran cepat tumbuh besar atau justru sebaliknya “jadi mati” karena kelebihan pupuk? Yah begitulah kira-kira yang dapat terjadi pada anak-anak. Mereka punya porsinya masing-masing, mereka punya tahapan sesuai usianya, jadi jika terburu-buru dipaksakan bukannya mrngembangkan potensi anak tapi sebaliknya dapat membunuh pontensinha. Damping dan fasilitasi tumbuh kembang mereka sesuai kebutuhan mereka, bukan sesuai ekspektasi atau ambisi kita.
- Memaksakan calistung yang tidak sesuai usia, berisiko membuat anak mogok belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? karena mereka merasa jenuh, bosan merasa tidak punya kebebasan untuk mengekspresikan diri. Bahkan tak jarang membuat anak putus sekolah dan kembali merampas hak bermainnya yang dirampas saat usia dini demi mengejar calistung.
Empat poin di atas seharusnya dapat menyadarkan kita bahwa JANGAN TERBURU-BURU yang akhirnya memaksakan ekspektasi kita tanpa melihat kebutuhan tumbuh kembang anak sendiri. Biarkan anak berkembang sesuai usianya. Calistung bukan segala-galanya hingga mengabaikan aspek perkembangan lain yang tidak kalah pentingnya.
Jadi, kebutuhan anak adalah distimulasi secara menyeluruh BUKAN calistung semata, tentunya ini akan didapatkan anak Ayah Bunda di Satuan PAUD. Jika di PAUD anak distimulasi secara menyeluruh, kenapa harus ke tempat lain yang hanya calistung?
Yuk ke PAUD, agar tumbuh kembang anak berjalan menyenangkan dan maksimal!
Penulis : Ifina Trimuliana
Kurator : Dona Paramita
Referensi
Jensen Eric. 2008. Brain based Learning. Corwin Press.
Morisson. (2016). Pendidkan Anak Usia Dini Saat Ini. Pustaka Belajar.
Teresa. (2016). Child Development And Education. Pearson Education.
2025-08-23 | 15:55:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnyaRevitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ...
selengkapnya