RuangArtikel
Bukan Hanya Melarang, Tapi Bantu Anak untuk Memahami Alasannya
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, pernahkah merasa lelah karena terus-menerus mengatakan “Jangan!” atau “Tidak boleh!” kepada Si Kecil? Terkadang kita terjebak melarang anak tanpa penjelasan. Padahal bersuara adalah ruang bagi mereka untuk mengutarakan perasaannya.
Saat anak menunjukkan perilaku yang tidak diinginkan, kunci utama membimbingnya bukan sekadar menghentikan tindakannya, tetapi membantu anak memahami alasan di baliknya. Untuk memahami lebih lanjut yuk simak 5 tips praktis agar anak paham alasan dibalik sebuah aturan:
- Dengarkan Pendapat Anak
Saat anak mencoba menyampaikan pendapatnya, bukan berarti mereka tidak sopan kepada orang tua, ia hanya sedang mencoba menyampaikan apa yang dirasakan. Membungkam untuk diam berarti kita telah merampas ruangnya untuk tumbuh lebih kritis dan berpikir kreatif.
- Bantu Mengenali Perasaannya
Sebelum melarang, sebutkan perasaan anak. Alih-alih bilang "Jangan teriak!", cobalah: "Ayah lihat kamu sedang kesal karena mainannya rusak, ya? Tapi kalau berteriak, telinga Ayah sakit dan kita jadi sulit bicara." Ini membantu anak mengerti dampak tindakannya.
- Berikan Alasan yang Masuk Akal
Anak kecil belum bisa berpikir rumit. Berikan alasan sederhana yang mudah mereka bayangkan. Contoh: "Kita pakai helm ya, supaya kepala tetap aman kalau nanti tidak sengaja terjatuh dari sepeda."
- Ajak Anak Mencari Solusi Bersama
Setelah melarang berikan pilihan lain. Misalnya: "Kita tidak boleh mencoret dinding supaya rumah tetap bersih. Menurutmu, di mana tempat yang lebih seru untuk menggambar?" Ini melatih anak berpikir kreatif saat menghadapi masalah.
Mari Ayah dan Bunda, kita ubah kata ‘jangan’ menjadi awal percakapan yang bermakna. Dari sana, anak tidak hanya belajar memperbaiki perilakunya, tetapi juga tumbuh dengan pemahaman dan karakter yang kuat hingga dewasa.
Penulis : Anisa Rahmadanti
Editor : Dr. Ifina Trimuliana, M.Pd
Kurator : Ekho Widodo
Referensi
Gulliford, H., Deans, J., Frydenberg, E., & Liang, R. (2015). Teaching Coping Skills in the Context of Positive Parenting Within a Preschool Setting. Australian Psychologist, 50(3), 219–231. https://doi.org/10.1111/ap.12121
2026-04-16 | 14:30:00
InfoTerkini
Kepala Sekolah Diminta Tancap Gas Jangan Tunggu Musim Hujan Datang, "Manfaatkan 'Sifat Cerewet' Demi Hasil Bangunan Revitalisasi Berkualitas dan Aman Audit”
Berita 2026-08-07 | 10:15:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55 di ...
selengkapnyaKelas PAUD yang Tenang, Belum Tentu Pertanda Anak Fokus Belajar
Ruang Artikel 2026-08-07 | 10:10:00
PAUDPEDIA–Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, kelas yang tenang sering dianggap sebagai tanda kualitas PAUDnya bagus karena pembelajaran be...
selengkapnyaKemendikdasmen Lantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Bangun Ekosistem Talenta Unggul dan Berkarakter
Berita 2026-08-07 | 10:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai langkah strategis dalam pembangunan ekosistem pengembangan talenta unggul di Indonesia melalui pelantika...
selengkapnyaFinalisasi Dokumen Perencanaan Revitalisasi PAUD Angkatan ke-55, “Tiap Rupiah Keringat dan Pajak Rakyat. Amanah dan Integritas Kepala Sekolah PAUD Dipertaruhkan”
Berita 2026-08-07 | 10:00:00
MAKASSAR PAUDPEDIA — Kamis (6/8) sore, ruang pertemuan Hotel Claro di Kota Makassar terisi penuh oleh 268 kepala satuan pendidikan PAUD/TK yang datang dari lima provinsi: Sulawesi ...
selengkapnyaPerkuat Sinergi Pemerintah dan Keluarga, BBPMP Jabar Wujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak Dalam Peringatan Hari Anak Nasional ke-42
Berita 2026-08-06 | 10:15:00
PAUDPEDIA Bandung - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar serangkaian kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke...
selengkapnya