RuangArtikel
Berhenti Membandingkan Anak: Luka Tak Terlihat yang Membekas Seumur Hidup
PAUDPEDIA— Ayah, Bunda, Sobat PAUD, pernahkah teringat masa kecil ketika orang tua berkata, 'lihat tuh kakakmu bisa begini, atau anak tetangga sudah begitu,' bahkan kadang dibandingkan dengan mereka sendiri, 'dulu Bunda kecil sudah bisa ini, masa kamu belum?
Atau mungkin Sobat PAUD pernah melihat anak-anak di sekitar kita diperlakukan seperti itu?"
Kadang membanding-bandingkan ini mungkin niat awalnya untuk memotivasi agar anak bisa menjadi lebih baik, tapi tahukah Ayah Bunda perlakuan ini sangat melukai hati dan mencabik perasaan mereka. Tidak hanya itu, anak juga akan merasa tidak berharga dan tidak pernah merasa cukup akan dirinya sendiri.
Untuk mengetahui lebih dalam dampak membanding-bandingkan anak, mari kita simak penjelasan berikut ini:
- Menurunkan kepercayaan diri. Saat dibandingkan, anak merasa dirinya lebih buruk dan tidak berdaya. Perasaan ini akan terus membuat kepercayaan diri mereka turun, bahkan mungkin saja membuatnya murung. Tidak hanya itu, perlakuan tersebut juga menbuat anak melihat dirinya sebagai orang yang tidak mampu dan tidak layak untuk dihargai.
- Merusak mental anak di masa yang akan datang. Sejatinya setiap manusia memiliki perasaan, termasuk anak-anak. Mereka juga butuh diterima apa adanya. Namun, ketika hidup dalam pengasuhan yang tidak sepenuhnya menerima dan sibuk mencari celah kekurangan, anak-anak justru akan merasa “tidak pernah cukup”. Mereka akan terus meragukan dirinya sendiri, pada akhirnya terus tumbuh dengan mental yang berantakan.
- Munculnya rasa iri dan cemburu. Hati anak mana yang tidak terluka saat orang tua tidak pernah melihat cahaya kecil yang ada dalam dirinya? Seolah kesempurnaan hanya milik saudara/orang lain. Perasaan ini akan membuat anak merasa kalah, lalu menimbulkan rasa iri bahkan benci yang berujung permusuhan.
- Hubungan dengan orang tua menjadi renggang. Anak merasa orang tua tidak berpihak padanya, maka jarak emosional tak lagi bisa dihindari. Saat remaja ia cenderung menutup diri dan mungkin jarang ngobrol dengan orang tua. Tidak hanya itu, iapun sulit merasakan hangatnya sebuah rumah untuk pulang, atau bahkan mungkin bertanya-tanya “di mana sebenarnya rumah tempat pulang untuk bisa berbagi dan diterima dengan utuh itu?” pastinya perasaan semacam ini tidaklah mudah untuk dilewati.
- Menunjukkan perilaku memberontak. Beberapa anak akan merespons dengan cara berontak menentang aturan, melawan orang tua, bahkan bersikap kasar. Padahal sebenarnya mereka cuma ingin mengatakan “terimalah aku apa adanya, jangan paksa aku menjadi orang lain”, hanya saja mereka tidak mampu mengungkapkan rasa itu dalam bentuk kata-kata.
Menyadari betapa pentingnya menerima anak apa adanya adalah keutamaan, mari kita sebagai orang tua terus berupaya menjadi tempat yang hangat, aman, dan penuh penerimaan karena anak terlahir dengan beragam kemampuan dan karakter yang patut kita hargai tanpa menghakimi.
Yuk terus berikan pengasuhan positif untuk anak-anak kita, mereka layak dimengerti, layak didengarkan dan layak diterima dengan utuh.
Penulis : Ifina Trimuliana
Kurator : Dhany Hamiddan Khoir
Referensi
Liu, H., Kvintova, J., & Vachova, L. (2025). Parents’ social comparisons and adolescent self-esteem: the mediating effect of upward social comparison and the moderating influence of optimism. Frontiers in Psychology, 16(January), 1–10. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1473318
2025-07-28 | 12:50:00
InfoTerkini
Peran Krusial PAUD dalam Mencetak Generasi Emas 2045, Pesan Pak Wamen dari Pulau Belakang Padang: Sehat, Kuat, dan Berani Modal Utama Anak Indonesia
Berita 2026-08-14 | 07:15:00
PAUDPEDIA BATAM - Di atas hamparan pasir Pulau Belakang Padang, Batam, yang berhadapan langsung dengan Singapura, sebuah pesan strategis disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar da...
selengkapnyaDr Didik Suhardi M.Pd :”Revitalisasi PAUD Bertumpu pada Manajemen Berbasis Sekolah, Swakelola Dorong Kemandirian dan Partisipasi Publik”
Berita 2026-08-14 | 07:00:00
MEDAN, PAUDPEDIA — Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program revitalisasi sekolah ini dilaku...
selengkapnyaKetika Guru dan Kepala PAUD di Priangan Timur Menagih Asa ke Komisi X DPR RI, Kenaikan BOP PAUD Karena Satu Dekade Bertahan Rp 600.000/Anak
Berita 2026-08-13 | 08:15:00
TASIKMALAYA ,PAUDPEDIA — Di balik hangatnya diskusi mengenai modernisasi ruang kelas dan ekspansi teknologi digital, suara jernih dari garda terdepa...
selengkapnyaWamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD...
selengkapnyaRevitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ...
selengkapnya