Berita
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenjangan asupan zat gizi mikro yang sangat signifikan pada anak sekolah.
Kesenjangan asupan folat pada murid usia 7–18 tahun tercatat mencapai 100 persen, kalsium 78 persen, dan vitamin A 25 persen, disusul oleh kekurangan asupan vitamin C serta zinc.
Temuan tersebut diperoleh dari riset terhadap 4.219 murid di 12 kabupaten/kota dari 12 provinsi dengan memanfaatkan perangkat analisis WHO Optifood.
Hasil penelitian ini disampaikan dalam peluncuran tiga lembar kebijakan (policy brief) saat Pertemuan Dewan Pembina (Governing Board Meeting/GBM) SEAMEO RECFON ke-16 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Guna mengatasi defisit nutrisi tersebut, riset ini merumuskan panduan siklus menu tujuh hari berbasis pangan dan kuliner lokal.
Rujukan Untuk SPPG
Panduan ini dirancang sebagai rujukan konkret bagi pemerintah daerah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan pihak sekolah dalam menyusun menu sehat untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan sekitar 60 juta murid pada 2027.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menegaskan bahwa pemenuhan gizi berkualitas merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan.
Keberadaan sekolah bermutu, guru profesional, dan kurikulum yang sesuai tidak akan berdampak optimal jika murid mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi lapar atau kurang gizi.
"Gizi yang baik adalah kondisi yang memungkinkan proses pembelajaran secara optimal. Murid mungkin belajar di sekolah yang bagus, guru yang profesional, dan kurikulum yang sesuai, tetapi jika murid tersebut datang ke kelas dalam keadaan lapar atau kurang gizi, pembelajaran yang optimal akan sulit terjadi," ujar Suharti.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur SEAMEO RECFON, Rini Sekartini, memaparkan lembar kebijakan lain terkait penguatan sistem biomarker zat gizi mikro dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2026.
Penggunaan teknologi multiplex immunoassay dan peningkatan kapasitas laboratorium diharapkan dapat meningkatkan akurasi data serta efisiensi evaluasi percepatan penurunan tengkes (stunting).
Masalah kecukupan gizi juga beririsan langsung dengan ancaman anemia pada murid.
Deteksi Dini Penyebab Anemia Anak
Deputi Direktur Program SEAMEO RECFON, Brian Sri Prahastuti, menekankan pentingnya deteksi dini penyebab anemia secara menyeluruh karena kondisi ini menurunkan pasokan oksigen ke otak yang berdampak langsung pada daya tangkap belajar murid.
Sementara itu, Deputi Direktur Administrasi SEAMEO RECFON, M. Dzaky F. Surapranata, menambahkan bahwa pihaknya juga mendorong penguatan paket program gizi sekolah di tingkat ASEAN.
Melalui program Nutrition Goes to School, pendampingan telah dilakukan ke negara mitra seperti Laos dan Kamboja, serta diselaraskan dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Indonesia.
Penulis : Eko B Harsono
Sumber : Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen
InfoTerkini
pengumuman-pengadaan swakelola-tipe III
Berita 2026-10-07 | 21:00:00
Menepati Janji, Menumbuhkan Kepercayaan Anak
Ruang Artikel 2026-10-07 | 10:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, pernah berjanji kepada anak hanya agar ia berhenti menangis? “Nanti Ayah belikan mainan,” “Besok kita jalan-jalan,”...
selengkapnyaKabupaten Klungkung Gelar Gebyar Mahottama, Gerakkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan Penegerian 59 PAUD Swasta demi Sukseskan Wajar 13 Tahun
Berita 2026-10-07 | 06:15:00
SEMARAPURA, PAUDPEDIA — Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar melalui penegerian 59 P...
selengkapnyaKaindra dan Aiden Menanam Benih STEAM Sejak Usia Dini, Sukses Mengukir Prestasi di Ajang Internasional Mathematics and Science Olympiad 2026
Berita 2026-10-07 | 06:00:00
DEPOK, PAUDPEDIA — Benih rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap eksplorasi sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic...
selengkapnya