Berita
Kemdikdasmen Gandeng Arasoft Korea, Kembangkan Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD Berbasis ePUB 3.0
Berita 2026-09-01 | 09:45:00
TANGERANG, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) resmi meluncurkan program penyusunan bahan ajar digital interaktif untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap urgensi transformasi digital di sektor pendidikan, sekaligus mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemdikdasmen, Kurniawan, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan ikhtiar nyata untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, aman, dan menyenangkan tanpa menghilangkan esensi "belajar sambil bermain" yang menjadi ciri khas PAUD.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (31/8/2026) hingga Rabu (2/9/2026) di Atria Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, ini melibatkan kemitraan dengan Arasoft Co., Ltd., perusahaan teknologi asal Korea Selatan.
"Bahan ajar digital yang baik bukan sekadar memindahkan konten cetak ke layar. Ia harus dirancang secara pedagogis, interaktif, dan kontekstual dengan keberagaman budaya serta kondisi satuan PAUD di seluruh Indonesia," ujar Kurniawan dalam sambutannya, Senin malam.
Tujuh Arahan Kunci
Dalam kerja sama ini, Kemdikdasmen memanfaatkan ekosistem teknologi dari Arasoft, meliputi NamoAuthor, DABONDA, dan PintuARA. Ekosistem ini memungkinkan pengembangan materi berbasis standar ePUB 3.0 yang bersifat interoperable, sehingga dapat diakses melalui berbagai perangkat pembaca digital.
Kurniawan menekankan pentingnya penguasaan teknologi ini oleh tim pengembang dalam negeri untuk menjamin kemandirian dan keberlanjutan produksi bahan ajar di masa depan.
Sebagai acuan pelaksanaan, Kurniawan menyampaikan tujuh arahan kunci. Pertama, materi harus berpusat pada anak (child-centered) dan sesuai dengan capaian pembelajaran fase fondasi.
Kedua, aspek keamanan digital dan perlindungan anak menjadi prioritas mutlak, termasuk bebas dari konten kekerasan, diskriminasi, serta pengaturan durasi paparan layar (screen time) yang sehat.
Ketiga, desain bahan ajar harus inklusif, mengakomodasi anak berkebutuhan khusus dan mempertimbangkan kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah agar tidak menimbulkan ketimpangan baru.
Keempat, proses penyusunan melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara pendidik, ahli tumbuh kembang, desainer instruksional, dan pengembang teknologi.
Kelima, hasil akhir akan dievaluasi dan disebarluaskan melalui platform digital milik Kementerian agar manfaatnya terasa luas. Keenam, teknologi diposisikan sebagai alat bantu yang memperkaya interaksi guru-anak, bukan pengganti peran manusiawi pendidik.
Ketujuh, transfer pengetahuan dari tim Arasoft kepada pengembang lokal harus dikawal ketat untuk memastikan optimalisasi fitur multimedia dan interaktivitas.
Ubah Paradigma Konvensional Lebih Dinamis
Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian Direktorat PAUD, Mareta Wahyuni, menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 93 satuan PAUD sekolah model dan delapan satuan PAUD terbaik dari workshop tahun sebelumnya.
Peserta akan mendapatkan pelatihan intensif mulai dari pengenalan antarmuka NamoAuthor, pengembangan fitur interaktif, hingga reviu kualitas teknis.
"Digitalisasi pembelajaran mengubah paradigma konvensional menjadi lebih dinamis. Melalui pelatihan ini, kami berharap pendidik PAUD mampu merancang bahan ajar yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga informatif dan sesuai dengan tahap perkembangan anak," jelas Mareta.
Hadir pula dalam acara tersebut Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Harris Iskandar, serta Direktur Arasoft Korea Selatan, Kang Min Soo. Kolaborasi internasional ini diharapkan menjadi model positif dalam peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal dalam bidang teknologi pendidikan.
Peliput : Wisnu dan Indra Fajar Dewanto
Penulis Berita: Eko B Harsono
InfoTerkini
Hutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnyaPemerintah Revitalisasi 603 PAUD Terdampak Gempa dan Rusak di NTT pada 2026 Dengan Alokasi Anggaran Rp 232 Miliar
Berita 2026-09-10 | 08:30:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meletakkan penguatan fondasi pendidikan usia dini sebagai prioritas mendesak dalam pemulihan serta penataan infrastruk...
selengkapnyaPISA 2025: Akses dan Kesetaraan Pendidikan Indonesia Melonjak, Capaian Tingkat Atas Masih PR
Berita 2026-09-09 | 07:15:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan dinamika menarik sekaligus tantangan berumpak dalam lanskap pendidikan nasional. D...
selengkapnyaEnam Dekade Hari Aksara Internasional: Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi Hadapi Era Kecerdasan Artifisial, Dari Baca-Tulis ke Berpikir Kritis
Berita 2026-09-09 | 07:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Enam dekade setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memproklamasikan Hari Aks...
selengkapnya